Cinta di Empat Musim

Bismillah…

Cinta di Empat Musim

Cinta di Empat Musim

Beberapa hari ini lebih banyak menghabiskan waktu didepan leptop, sesekali-kali mengistirahat mata dan tangan untuk mengisi teka-teka silang (TTS) serta ditemani cemilan yang dibeli supermarket dekat perumahan. Maklum kebiasaan nongkron dengan kotak hitam selalu ada cemilan. Sebenarnya kebiasaan seperti itu sangat tak elok bagi kesehatan dan beruntung timbangan tak pernah beranjak kekanan.

Tersedianya cemilan juga menggangu kosentrasi maupun kefokusan membaca, menulis dan berselancar di dunia cyber. Tapi tanpa ada cemilan rasa tak lengkap dan tak seru nongkrong dengan si kotak hitam…”Serbasalah”.

Tak terasa hampir empat jam berduan dengan kotak hitam, jika empat jam dipergunakan untuk berjalan mungkin sudah menempuh perjalan empat ratus kilo. Ini adalah waktu terlama berduan karena biasanya dua jam maksimal berhadapan leptop. Menurut penelitian sebaiknya berhadapan leptop tak lebih dari dua jam per hari.  Selama itu pula banyak materi terbaca dan menghasilkan dua opini yang siap dikirim pada majalah online….”Sesuatu bangeetttt”.

Tetap opini yang terangkai masih seputar rasa dan cinta. Entah kenapa begitu mudah untuk mengeluarkan ide bernuansa cinta dibandingkan menulis nuansa politik, kesehatan dan motivasi…Dasar-dasarrrrr!!! Bilang saja emang doyan dengan tema itu…”Just Smile”.

Rintihan hujan dimalam jum’at teringat dengan harapan makhluk yang memiliki pikiran dan rasa yang berkeinginan membingkai cinta di empat musim. Bagi perempuan itu membangun cinta di empat musim selain didukung settingan penuh keanggunan dan disana juga ada harapan lain ini diwujudkan…!!!

Mungkinkah cinta di empat musim itu terwujud? Dan kata-kata itu telah memenuhi halaman diari yang setiap hari membaca dan berharap. Atau cinta di empat musim hanya sebatas etopia dan euporia sesaat. Sangat sadar untuk menuju benua memiliki empat musim tak segampang lidah berkata, tak segampang menulis harapan dikertas kosong, tak segampang mengajari anak-anak mengeja dan tak segampang melihat keindahan langit.

Ia tahu bahwa sulit untuk kesana, ia tahu banyak persiapan yang harus dipersiapkan mulai bersifat financial dan unfinancial. Apalagi melihat teman-teman dihimpunan sudah berhasil membingkai cinta dan mewujud harapan di empat musim.

Betapa indahnya bisa membingkai cinta di benua empat musim seperti terlihat pada photo profil dan cerita yang dipaparkan di blog teman…”Iri sangaaatttttttt”.

Disana ada segumpla salju yang turun dari langit kemudian bertumpukan diatas atap, menutup keindahan taman, dan menusuk dalam jiwa. Ya itulah indahnya musim dingin di benua empat musim. Berbeda dengan negeri ini!!! Dimana-mana terlihat adalah pemandangan sampah yang mengunung sehingga melunturkan keindahan alam nan eksotik. Heemmmm itu hanya sebagian lelucon negeri ia

Ada alasan lain ingin membingkai cinta dibenua empat musim. Ingin melihat secara langsung keindahan taman-taman nan indah yang dipenuhi bunga-bunga dengan berbagai warna, harum dan juga dipenuhi manusia yang menikmati oksigen segar

 Membayangkan mereka-meraka yang menikmati suasana musim semi tiba. Tentu merasa bahagia, merasa keindahan, merasa keanggunan dengan melihat tumbuhan berbunga dan tak berbunga tumbuh begitu indah. Subhnaallah betapa Allah begitu kaya yang bisa menciptakan empat musim dan dua musim di waktu yang di bumiNya…”Masihkah kita mempertanyakan kehadiran Allah di bumi ini” padahal melalui kejadian alam sudah jelas kehadiran dan kebesaranNya.

Tak hanya itu factor mendorong ingin membingkai cinta di benua empat musim, melain ingin memperdalam keilmuan terutama ilmu sesuai profesi, ingin memperlajari bagaimana culture, ingin melihat kedisplin meraka menghargai waktu dan ingin menemani seseorang berjuang meraih gelar…”Heemmm, chocolates”. Kita tahu bahwa benua memiliki empat musim merupakan pusat pendidikan science maupun social…!!!

Adakah kesempatan baik berpihak, adakah dewi fortuna mendukung, dan adakah keinginan ia tertulis di Lahu Mahfuzh!!! Ada atau tidak, didukung, tetap berkeinginan merasakan cinta di empat musim. Walaupun nanti tak sesuai dengan rencana pribadi terjadi tetap menjaga mimpi itu didepan mata dan tersenyum

Tapi seandainya cinta di empat musim terjadi, Subhanallah riang tak bisa terungkapkan, merasa bersyukur dan henti-hentinya sujud padaNya. Dan tak mengsia-siakan kesempatan untuk menelusuri setiap jengkal benua memiliki empat musim. Pasti akan direkam indah melului tulisan maupun picture.

Oohhhh…Tuhan!!! Kenapa begitu bergepu-gepu ingin membingkai cinta di Empat musim. Padahal di ukur dari segi financial, segi skill, segi knowledge dan segi networking tak bisa diandalkan. Entah kenapa ia tetap ngoyo ingin merasa suasana di empat musim. Atau keajaiban akan membawa ia kesana, atau ada seseorang yang ingin mengajak kesana…..”Heeemmmmm harapan begitu tulus”

Biarlah keegois cinta diempat musim membara dalam pikiran, dalam qolbu, dan dalam doa. Tak pernah mau mempudarkan walaupun tak bisa terwujud karena masih berani bermimpi atau berangan-angan untuk kesana…” I believe with miracle and pray.

Pada akhirnya cinta di empat musim biarlah waktu yang menjelaskan apakah akan terwujud atau tidak!!!

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: