#AkudanIlmu #AkudanDakwah #AkudanWaktu #akudantemantarbiyah

Bismillah…

#AkudanIlmu #AkudanDakwah #AkudanWaktu #akudantemantarbiyah

#AkudanIlmu #AkudanDakwah #AkudanWaktu #akudantemantarbiyah

Semerbak wewangian yang berterbangan ditaman kampus seperti  berterbangan debu-debu dihempas angin, sinar matahari sebentar lagi akan menghilang dan sampai di ujung barat yang digantikan taburan bintang-bintang. Tapi masih asyik menghabiskan waktu semari di teman tablet murahan dari hasil tabungan. Tablet dipenuhi referensi mengajar, referensi nutrisi jiwa, referensi tarbiyah dan tak seru juga terdapat senandung nasyid selalu ada menemani ia menelusuri jalan-jalan untuk mengais rezki, menelusuri jalan untuk upgrade keilmuan karena merasa wanita tak punya apa-apat terutama bersinggungan dengan ilmu, menelusuri jalan untuk mengikatkan ukhuwah dan dakwah.

Meskipun keterlibatan dalam dakwah masih sangat minim, masih belum dikatagorikan sebagai perjuangan dakwah tapi itu semua berharap dan yakin itu  sebagai memontum menjadi bagian-bagian atau jalan menuju sebagai pengiat dakwah sesungguhnya.

Suara azan magrib berkumandang indah disekitar kampus, tapi hati masih merasa betah berada ditaman. Walaupun sesekali nyamuk ingap ditangan dan berisik disikitar telinga…”Ayo ukhti segara selesaikan segala hal dan munculkan niat untuk bersujud dihadapan Ilah”.

Sesampai dimesjid, ia angkat tangan untuk melafazkan Allahu Akbar. Itu bertanda sedang menunaikan kewajiban sebagai Makhluk Allah. Beberapa tahun ini tepatnya sejak menjalan program pascasarjana menargetkan untuk selalu sholat tepat waktu. Seperti dijelaskan Ibnu Abbas “YAKNI AGAR MEREKA MENGAKUI-KU DENGAN BERIBADAH PADA-KU, BAIK SUKA MAUPUN TERPAKSA”. Hal ini juga didukung dengan Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah | Rasulullah saw pernah bersabda dalam satu hadits qudsy
 “hai anak Adam fokuskan dirimu sepenuhnya beribadah pada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku tutup kefakiranmu >> berharap #AkudanIlmu #AkudanDakwah #AkudanWaktu #akudantemantarbiyah focus semuanya hanya untuk Allah Swt

Tanpa sadar satu persatu air mata berjatuhan membasahi mukena cream ibarat dedaunan jatuh ketika musim gugur.

Alhamdulillah…”Smile”. Kewajiban sudah dipenuhi, tinggal the next activity. Tapi pikiran dan hati belum senada. Padahal hati masih ingin berada rest area kampus walaupun tak ada lagi nafas-nafas kehidupan disana. Biasanya jika malam tiba, taman kampus banyak dimanfaat hal sia-sia (pacaran/berduan).

Sedangkan pikiran ingin berada dirumah untuk mengistirahatkan seluruh tubuh, sejak pagi hingga bumi telah bernuasa gelap  sibuk dengan buku-buku tebal, sibuk mengisi wkatu berbagi motivasi, sibuk berjalan dengan teman dilingkaran tarbiyah dan sudah waktunya memanjakan tubuh diatas kasur dengan dilapisi sperai berwarna pink berbunga-bunga.

Pada akhir tersadari ada baiknya segera back to home and meet myfamily!!! karena ia butuh perhatian dari keluarga juga tak hanya sibuk diluar saja

Saat memutus back to sweet home, ternyata dikagetkan dengan kunci motor tak ada disaku tas. Ini lah kebiasan buruk selalu terulang!!! Heemmm…ternyata kunci terselip antara tablet dan buku bacaan akan harus diselesaikan dibulan syawal.

Bismillah…menelusuri jalan dengan kecepatan 30 menit perjam menuju rumah. Melihat pemandangan yang beragam. Malam ada suasana sangat indah menikmati angin sepoi-sepoi apalagi ditemani gorengan panas (tak Terasa malam sudah larut)

Jika suatu waktu, suatu moment, suatu keinginan untuk menikmati waktu seperti mereka yang menikmati malam. Menikmati jika status sudah berubah dan ada yang menemani, tapi itu entah kapan!!!

Duuuhhhh,,, malam kenapa setiap waktu malam tiba selalu merasa belum bisa menikmati keindahan malam yang ditaburi purnama rembulan dan kilauan hening malam…”Heemmmm dalam banget ukhti sedalam cinta mu pada buku”

Tak terasa menikmati indahnya perjalan malam seperti kemilauan lampu, lalu lalang kendaraan, jejeran makanan dari berbagai daerah mulai makanan khas sunda, jawa, Palembang maupun padang dan cahaya rembulan cinta merasa begitu cepat sampai dirumah.

Alhamdulillah pagar belum dikunci, maklum sejak meningkat cyber diperumahan, orang tua wanti-wanti dan selalu mengunci pagar setelah magrib. Sampai dirumah…,segara melepaskan segala barang-barang bawaan yang melekat pada ia. Uuuppp, terasa badan ringan, terasa lega dan terasa damai jika telah sampai dirumah. “syukron Allah seharian ini Engkau lindungi ia dari segala hal, Engkau lancarkan segala rencana dan subhanallah indah nian rumah ukhti”. Meskipun rumah yang ia huni bertahun-tahun sangat sederhana dari segi space, size, arsitektur, dan furniture.

Rebahkan dan baringkan tubuh sehingga mata bisa melihat indahnya lonteng kamar, hari ini ia lalui masih dalam topic ilmu, dakwah, dan tarbiyah. Sangat berbeda dengan teman-teman kantor yang masih sempat kesalon kecantikan, shopping dimall dan makan ditempat yang serba waaahhh maupun lezat.

Ini berarti bahwa ia, tak sama dengan perempuan yang kau temui di jalan-jalan. Yang menghabiskan waktu di depan cermin dengan mematut diri, berhitung, klinik kecantikan mana lagi yang bisa dikunjungi. Kalau kau mau mencari ia, jasadnya berada di belantara ladang-ladang dakwah (Hehehe Lebay&Narsis). Di masjid (bohongbanget), di perpustakaan, di kampus, atau menghabiskan waktu bersama teman-teman lingkaran tarbiyah…^___^ (Hohooo cakyo nian)

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: