Disadari atau tidak banyak wanita yang tertipu dan terlena hingar bingar penampilan fisik namun kosong intelektualitas

Bismillah…

Disadari atau tidak banyak wanita yang tertipu dan terlena hingar bingar penampilan fisik namun kosong intelektualitas

Disadari atau tidak banyak wanita yang tertipu dan terlena hingar bingar penampilan fisik namun kosong intelektualitas

Jika melihat statistic atau kuantitas wanita di bumi Allah lebih dominan dibanding dengan kaum laki-laki. Tentu dengan Allah ciptakan banyak wanita memiliki peran penting bagi keberlangsungan kehidupan baik dalam sector pendidikan, sector rumah tangga, sector pemerintah dan sector masyarakat.

Bahkan sudah tidak asing lagi dengan istilah bahwa wanita adalah tiang Negara, wanita adalah madrasayah utama dalam keluarga dan melihat baiknya suatu peradaban maka lihatlah bagaimana baiknya wanita disuatu Negara atau peradaban. Jika disuatu Negara tingkat intelektualitas buruk akan sangat dimungkinkan anak yang dilahirkan rata-rata kegeniusan dibawah standar, tidak hanya kegeniusan yang rendah melain sikap dan tutur kata juga jauh dari norma yang berlaku.

Apalagi dizaman neoliberal sangat dibutuhkan wanita memiliki intelektualitas tinggi karena mereka akan mendidik anak maupun peserta didik yang gampang rapuh, yang gampang gelisah, yang gampang putus asa, dan yang gampang diolengkan karena terpengaruhi oleh budaya westenisasi, terpengaruhi teknologi, terpengaruhi tontonan, terpengaruhi bacaan dan terpengaruhi makanan. Untuk menghadapi itu semua maka diperlukan wanita yang didikasi ilmunya sangat tinggi.

Disadari atau tidak banyak wanita yang tertipu dan terlena hingar binger penampilan fisik namun kosong intelektualitas walaupun ada wanita memiliki high intelektual tidak melibihi 2 persen dari jumlah wanita di bumi. Padahal setiap sisi kehidupan dibutuhkan wanita yang memiliki intelektualitas.

Entah apa yang membuat wanita begitu terhipnotis dengan dandan fisik dibanding dengan intelektual atau jangan-jangan fitrah wanita kentara dengan kecantikan fisik daripada mengisi kematangan ilmu.

Diperbarah lagi dengan banyak ajang-ajang kecantikan yang gembori, dipertontonkan ditelevesi, banyak duta-duta yang menginginkan wanita cantik dari luar saja, dan dibanjirinya produk kecantikan yang mendorong wanita untuk terlena dengan hiruk pikuk kecantikan fisik. Seakan-akan tubuh wanita merupakan wanaha kapitalisasi lihat saja realitas yang terjadi ditengah masyarakat.

Tubuh wanita terseksi, terhot, terputih dan termulus yang akan dibayar dengan harga fantastic atas factor tersebut pula berlomba-lomba wanita ingin mengkapitalisi tubuh mereka. Bahkan laki-laki melihat wanita juga dari segi fisik padahal fisik hanya berlaku bertahun saja sedangkan intelektualitas berlaku seumur hidup. Dan untuk meraih kecantikan itu harganya sangat mahal!!!

Ternyata biaya hidup wanita lebih diberatkan pada dandanan fisik, dibandingkan berkaitan dengan keilmuan. Coba saja Tanya pada wanita mereka terasa berat untuk membeli buku dengan harga 70ribu sedangkan untuk membeli tas, sepatu, cream atau lainnya dengan harga pantasis tak pernah dipermasalahkan. Itulah yang terjadi ditengah masyarakat baik dibelahan bumi selatan, bumi utara, bumi barat, dan bumi timur semua wanita terlena hingar pingar kecantikan.

Note: tulisan ini didikasi untuk diri sendiri, materi muhasabah diri, dan taujih bagi siapapun ingin menjadi wanita intelektualitas

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: