Agar surga berada ditelapak kaki mu akhwat maka menikahlah

Bismillah…

Agar surga berada ditelapak kaki mu akhwat maka menikahlah...

Agar surga berada ditelapak kaki mu akhwat maka menikahlah…

Dua jam sudah berada di toko buku ternama di indonesia, mondar-mandir melihat buku-buku yang terjejer tetap tak satupun buku tertarik untuk dibeli karena niat awal menuju toko ingin mencari buku referensi untuk mengajar. Secara setahun belum sempat mengupgrade references karena seorang pendidik yang profesional dan kredibilitas harus selalu upgrade keilmuan baik melalui referensi tercetak maupun elektronik.

Entah kenapa bebarapa bulan ini tertarik untuk membaca novel bernafas islam sebab dengan membaca bisa merangsang otak untuk mengeluarkan ide-ide cemerlang khusus ide untuk menulis. Bagi ia membaca novel adalah faktor utama membangkit daya imajinasi menulis, bahkan dengan membaca novel tersadari bahwa benda-benda disekitar kita bisa menjadi referensi untuk menulis, hanya tinggal bagaimana kita berusaha keras untuk terus menulis.

Satu persatu telah dilihat maupun dipegang, tapi tetap belum ada tersentuh untuk membeli sekian banyak buku bestseller dipajang. Daripada ketoko buku tak menghasilkan apa-apa mendingan membaca buku yang telah dibuka sampul. Jiwa dan pikiran pun terbawa untuk melangkah kerak nomor tiga didepan kasir, tepat disana dijejerkan novel ternama yang ditulis anak bangsa misalnya hasil karya Asma Nadia dengan berbagai macam judul, ada karya kang abik dan lainnya.

Sangat pas banget disana ada karya kang apik yang merupakan favorit ia, bahkan setiap karya dikeluarkan kang apik harus dimiliki,  tanpa basa basi dan malu-malu langsung menyentuh novel tersebut dengan judul cinta zahrani. Sebenarnya sudah pernah dengar cerita teman tentang kisah hidup dan cinta zahrani namun tetap tertarik untuk membaca. Ia tahu bahwa ada magnetik sendiri ketika membaca hasil karya kang abik.

Heeemmm langsung cari posisi enak untuk dibaca mumpung sore tersebut tidak ada jadwal apapun jadi bisa bebas untuk menikmati suasa luar. Kebetulan juga ada kursi kosong dekat komputer pencarian informasi buku.

Lembar berlembar sudah lahap dibaca ibarat menikmati makan lezat di restoran termahal menikmati huruf yang terjejer dalam novel tersebut. Subhanallah ternyata novel tersebut sangat menyentil hati seorang akhwat yang selama ini lebih fokus dengan pendidikan dan karier sangat jarang banget membahas tentang sebuah pernikahan. Walaupun membahas pernikahan itu hanya pada momentum ketika teman seperjuangan atau teman tarbiyah menikah setelah itu sangat jarang membahas. Hari-hari lebih banyak membahas tentang bigdream dan membahas tentang materi kuliah.

 Bahkan dalam keluarga pun ia tak mengatakan bahwa ia siap untuk menikah walaupun dalam hati terdalam sudah siap menikah heeemmm…”curhatandlebay”. jangan-jangan diam tersebut masih ada mimpi lain ingin diwujudkan sehingga kewajiban sesungguh terlupakan….”Ya Allah semoga hati tidak keras dan semoga tidak mencuekin perasaan”. “cieeeee cerita mulai tingkat dewa sedang bergalau sambil teriak diatas gunung hooooo”

Setiap lembaran, setiap bab hingga kesimpulan ada satu makna tertanggap yaitu bagaimana mendapat surga dikaki bu. Syarat utama untuk mendapat predikat atau kandidat surga ditelapak kaki ibu maka wanita atau akhwat harus menikah dulu. Jadi bagaimanapun sholeh seorang wanita, bagaimanpun cerdasnya seorang wanita, bagaimanapun hormatnya pada orang tua tetap tak pernah bisa mendapat gelar begitu mulia tersebut.

Wanita mana sich tak rindu dengan gelar tersebut, wanita mana sich tak ingin mendapat gelar tersebut, wanita mana sich tak iri melihat wanita lain mendapat gelar tersebut. Tentu untuk mendapat tersebut sangat mudah yaitu dengan menikah. Walaupun syarat sangat gampang tapi tidak semua wanita siap memenuhi syarat tersebut karena begitu banyak pertimbangan dan permasalahan harus dihadapi.

Apakah dengan menikah kita sudah mendapat gelar tersebut tentu jawaban belum karena harus memenuhi dan menjalankan syarat tersebut dengan amanah, cinta dan sesuai dengan aturan Allah.

Rabbi, Hamba ingin memperoleh predikat tersebut tapi terkadang keinginan tersebut terbentur dengan keinginan yang lain yang begitu embisus. Ia tahu bahwa hakikat kehadiran wanita di bumi yaitu diwujudkan menjadi ibu sholeha yang dibawah telapak kakinya terdapat surga. Walaupun ia tahu bahkan sering mendengar kajian ditambah lagi dengan sentilan novel yang dibaca dibuku tersebut semakin merasa iri sangat egois dan beranggapan hal itu remeh.

Tujuan menikah tidak hanya meraih predikat mulia tapi ada hal lain yang tak mungkin dirasakan oleh mereka-mereka yang masih lajang.”Ayo segara menikah ukhti…” heeemm.

Coba bayangkan ketika pulang kerumah saat bekerja disambut dengan senyum anak-anak yang sholeh maupun sholeha, coba bayangkan ketika direbutkan dengan kesibukan mempersiapkan pakaian maupun makanan mereka ketika berangkat kesekolah, coba bayangkan bagaimana indahnya ketika mereka bisa berbicara dengan memanggil dengan sebutan bunda, coba bayangkan betapa harmoninya dunia ketika melepaskan anak untuk melanjutkan kuliah keperantauan, coba bayangkan betapa bersyukurnya ada yang mendoakan ketika tak ada nanti, coba bayangkan betapa sedapnya bisa menggengam tangan anak semari bercerita dengan bundanya dan coba bayangkan betapa besarnya pahala yang diperoleh bunda saat memiliki anak.

Jadi sudah dibayangkan betapa nikmatnya menjadi ibu kemudian meraih gelar sangat mulia yaitu sangat pantas surga berada ditelapak kaki ibu. Ayooooo segera sempurnakan dien terkhusus bagi penulis sendiri hooooooo….”smile and happy”.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: