Tak pernah tertarik dengan lelaki perlente

Bismillah…

Tak pernah tertarik dengan lelaki perlente

Tak pernah tertarik dengan lelaki perlente

Dizaman mengisi kemerdekaan, zaman globalisasi, zaman Kapitalisme, zaman Neolibral berhasil melahirkan manusia hedonism sebab saat ini semua standarisasi cantik, gagah, dan keren dilihat secara fisik (terlihat). Ini salah satu pengaruh dari zaman pencitraan sehingga berlomba-lomba menunjukkan keperlentean pada public walaupun harus berutang kesana-kesini yang penting oke dihadapan orang…”Bahayanya pencitraan”

Terkadang geleng-geleng kepala, terkadang terdiam, terkadang berbicara dengan diri sendiri, terkadang sebagai renungan dan terkadang membenci sikap mereka yang perlente. Atau mungkin bersikap seperti itu karena tidak pernah suka melihat laki-laki perlente.

Saat ini banyak fasilitas atau media yang mendukung manusia untuk menjadi perlente padahal media tersebut memiliki tujuan bisnis sedangkan sangat perlente akan menjadi karakter konsumtif . (silahkan dipikirkan)

Tak pernah pesona dengan keperlentaan tersebut, entah kenapa suka melihat laki-laki selalu dengan sikap kesederhanaan dalam bersikap, tapi lebih menyukai laki-laki perlente dalam keimanan, perlente dalam kebaikan, perlente dalam berilmu, berlente dalam silaturahmi dan berlente dengan keluarga…”Adakah Lelaki Berkarakter Seperti Itu”.

Bahkan suatu ketika ditanyain tentang kesederhaana. Kenapa ia begitu menyukai kesederhaan, kenapa ia terkesima kesederhanaan, kenapa ia tergila-gila dengan orang bersikap sederhana. Terdiam dan binggung untuk menjawab pertanyaan dilontarkan! Bahkan ia pun terkadang linglung jua atas rasa suka dan selalu menjawab dengan jawaban yang sama. (susah untuk memberi alasan)

Pada suatu waktu, suatu tempat dan suatu momentum menemui lelaki begitu sederhana sungguh kesederhaan itu benar-benar membuat mata takjum, hati berbicara, mulut bergerak untuk berbicara, dan logika berhenti sejenak…”begitu excellent kesederhanaan dipola mata ia”. Biarpun mereka mengatakan tidak ada laki-laki yang mampu hidup dengan kesederhanaan ditengah zaman hedonism tapi tetap yakin bahwa lelaki sederhana pasti ada dari sekian banyaknya lelaki perlente.

Beranggapan kesederhanaan adalah orang yang istimewa karena tidak semua orang bisa hidup dengan kesederhanaan walaupun secara ekonomi sangat mampu membeli barang bermerek, barang bergengsi, dan prestesius. Bagi ia kesederhanaan adalah prinsip hidup dan kesederhanaan pilihan hidup begitu mulia.

Bagi ia kesederhanaan ibarat pelanggi menghiasi bumi, bagi ia kesederhanaan umpama ritme music mengiringi keheningan, dan bagi ia kesederhanaan semisal keindahan langit dipandang dikala senja. Adakalah kesederhanaan menumbuhkan rasa, adakalah kesederhanaan membuat tersenyum, adakalah kesederhanaan ingin memiliki, dan adalakah kesederhanaan memberi hikmah.

Mungkinkah ia akan menemui laki-laki kesederhanaan dalam bersikap!!! Seperti ia temui pada suatu tempat, atau mungkin orang ia temui tempat itu akan dipertemukan lagi…”nice and hope”

Syukur Engkau tumbuhkan ia rasa cinta pada kesederhanaan, walaupun terkadang terbawa harus hedonism, terkadang lupa makna kesederhanaan, dan pertemukan ia dengan hambaMu yang juga mencintai kesederhanaan.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: