Jangan biarkan ‘perasaan’ kalian berserakan, berceceran di facebook atau twitter

Bismillah…

Jangan biarkan 'perasaan' kalian berserakan, berceceran di facebook atau twitter

Jangan biarkan ‘perasaan’ kalian berserakan, berceceran di facebook atau twitter

Banjirnya smartphone dengan harga sangat terjakau, kemudian banyak account sosial bisa mengkoneksi antara Negara, bahkan provider menawarkan harga sangat mengiurkan membuat masyarakat mengambil sikap untuk menggunakan itu semua.

Bahkan pemerintah juga mencanangkan setiap pelosok harus terkoneksi dengan internet, atau dikenal dengan istilah internet masuk desa atau one village one internet. Jika dilihat dari program menteri pendidikan tujuan masuknya internet agar masyarakat literasi informasi, literasi media dan literasi networking.

Akan tetapi tujuan yang mulia tersebut seperti belum berhasil dimanfaatkan sebagai media literasi atau bisa jadi masyarakat yang belum cerdas menggunakan internet. Padahal jika dimanfaatkan internet, media sosial semaksimal mungkin maka hasilnya sangat spektalur.  Sebaiknya jadikan sosial media sebagai komunitas untuk berdiskusi hal terbaru, terupdate dan berbagi ilmu.

Sayang para anak muda, para penikmat media sosial belum menyadari manfaat dari itu semua. Coba saja lihat secara satu persatu rata-rata  para lebayer, para facebooker, para twitter banyak mengserakkan perasaan mereka melalui kata yang sangat tak enak dipandang atau dibaca…”Sedih”.

Sebenarnya apa tujuan mereka mengserakkan perasaan dissocial media tersebut? Apakah ingin mencari sensasional semata, apakah hanya sebatas meramaikan sosial media, apakah ingin mencari perhatian lawan jenis, apakah sebatas curhat karena tak ada tempat curhat,  apakah sebatas ikut trend yang terjadi ditengah masyaraka dan apakah sebatas iseng-iseng agar bisa menghibur para penikmat sosial media?

Apapun tujuan dan maksud mereka mengserakkan perasaan disosial media akan lebih indah serta bermakna mengserakkan perasaan ketika bersujud maupun berdoa pada Allah…”Sedapbukan”

Ketika mengserakkan perasaan dissocial media tidak ada solusi nyata didapatkan, yang ada hanya sebatas ketawa, yang adanya sebatas like this, yang ada hanya sebatas tergiur untuk update status dan sebatas menghabiskan pulsa.

Sangat berbeda ketika kita mengserakkan perasaan dihadapan Ilah begitu banyak dugaan yang tak terpikirkan, begitu banyak ketenangan dirasakan, begitu banyak menyadari arti rasa sesungguhnya dan bagaimanapun perasaan kita cukup Allah yang tahu tak boleh satupun yang mengetahui rasa kita miliki.

Naahh, masih maukah kalian mengserakkan perasaan kalian dissocial media!!! Kalau masih ingin sungguh kalian akan rugi sendiri, coba renungkan kalimat bijak dari ustad Felix Y Siauw “apapun yang kita tuliskan disosial media akan menyadi bukti sejarh kalian, bayangkan kalimat yang tulis disosial media akan dibaca anak cucu kalian ternyata banyak kata tak bermakna tentu kalian akan malu sendiri, dan tulisan yang tertulis disosial media sesungguhnya menunjukkan jati diri kalian sendiri”.

 

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: