Nervous: Pada Akhirnya merasakan juga

Bismillah…

Pada Akhirnya merasakan juga

Pada Akhirnya merasakan juga

Beberapa minggu yang lalu walaupun dalam kondisi puasa begitu semangat untuk belajar mobil, sebenarnya target untuk belajar mobil kalau tidak salah dicatat dalam buku mimpi berkisar tahun 2010 tapi baru sekarang waktu yang tepat untuk merasa gergetan belajar mobil.

Entah kenapa disuatu sore yang begitu adem dikota kecil memberanikan diri berbicara pada orang tua dan brother kalau ia berniat untuk belajar mobil. Luar dugaan ternyata respon dari meraka begitu positif. Hatipun gembira minta ampu (Alhamdulillah), seharusnya pagi tadi dilontar keinginan sore sudah bisa menjalankan program belajar mobil tapi apa boleh di kata, tiba-tiba ada tamu kerumah kebetulan tamu tersebut orang sudah dikenal yang berkeinginan untuk mengurus anak yang tidak lolos ikut ujian seleksi sekolah pascasarjana di salah universitas Negeri di Sumatra.

Kebetulan yang mengorek hasil ujian seleksi penerimaan sekolah pascasarjana adalah teman kuliah brother. Brother langsung menghubungi temannya, mereka berbicara sekitar setengah jam by phone dan kami hanya mendengar percakapan mereka terkadang ketawa terbahak-bahak, terkadang penuh keseriusan dan terkadang ada guyonan yang menyetil. Ternyata pertolongan yang dinginkan tidak bisa ditolong karena hasil ujian telah dipublish lewat website univesitas.

Tamu yang dating kerumah hingga menjelang berbuka puasa ini menandakan bahwa target belajar mobil gagal, semoga besok Allah meridhoi rencana dan brother memiliki waktu luang untuk mengajari adeknya yang begitu tedak ingin belajar mobil.

Tujuan utama pengen belajar mobil yakni jika suatu saat nanti Allah murahkan rezki pengen menjadi mobil tersebut sebagai sarana dakwah misalnya bisa bawa teman-teman liqo untuk riyadoh, bisa suatu saat nanti membantu orang sedang sakit yang membutuhkan seperti terlihat diRumah Sakit dikota Jambi (Seloam) sangat terinyuh gara-gara keuangan tidak memungkinkan pasien tersebut terpaksa naik ojek karena menaik ambulan biaya sangat mahal bagi masyarakat yang berkekurangan. Sangat bersyukur sekarang ini ada salah satu partai yang menyediakan mobil ambulan gratis…”tujuan sangat mulia”

Keesokkan harinya brother menanyakan bagaimana jadi pak gak belajar mobil? Tanpa malu-malu langsung mengiya padahal saat itu masih membantu orang masak didapur, belum sholat ashar dan belum mandi. Pekerjaan yang sedangkan dikerja diselesaikan secepat mungkin dan jangan-jangan sholat juga dicepatkan juga hooooo….”Hanya Allah yang tahu”.

Setelah menggunakan khimar (kerudung) sesuai dengan syariat langsung menuju lokasi tempat belajar mobil. Sesampai disana tentunya minta intruksi dulu dari brother tentang fungsi-fungsi dari setiap eleman mobil maklum pertama menyentuh stier mobil yang biasa selalu naik dengan manis diatas mobil. Tentunya ada rasa nervous, rasa kedinginan, rasa ketakutan dan rasa was-was.

Dengan Bismillah kaki memijak kompling, Gas dan Rem. Tangan menyetuh stier dan Gigi. Brother sudah berada samping memberi arahan dan memperhatikan adiknya belajar mobil.

Heeemmmm…belajar mobil tak semudah dibayangkan selama ini, entah kenapa kaki kedinginan, kaki merasa berat, dan tangan gemetaran…”Parahbanget”. Kesalahan berikutnya selalu gagal memasang gigi selanjutnya, dan ketakutan menginjak kopling.

Untuk hasil apresiasi belajar utama poin masih nilai C (hasilnya 65) hohohooo, tak terasa belajar mobil hari pertama sudah hampir satu setengah jam bahkan sebentar lagi berbuka dan yang dipelajari cara belok, cara naiki gigi, cara berhenti dan starting masih basic banget.

Keasyikkan belajar mobil berlanjut setelah pulang dari sholat teraweh dan medan sangat ekstrim bagi baru belajar mobil. Kebetulan malam tersebut hujan dan sudah menujuk jam Sembilan malam. Biasanya diperkampung kalau hujan dan sudah larut malam jalan pasti lengang ( Benar banget predisi brother).

Ketika belajar mobil dijalan utama yang difokuskan adalah bagaimana ketika bawa mobil harus lurus, jangan sampai mengambil jalan lawan, dan jangan sampai terlalu ketepi, jadi diperlu keseimbangan disini. Sepertinya malam itu berhasil membawa mobil dijalan raya mungkin keberhasilan dipengaruhi sepinya jalan raya sehingga bisa mengimbangi. Saat mengendari mobil brother tak berhenti memberi pentunjuk, terkadang juga marah karena kesalahan dilakukan.

Belajar mobil bertahan hingga lima padahal janji brother pada ia akan mengajari sampai seminggu. Ya apa boleh buat nama juga minta tolong sama orang lain yang memiliki kesibukan juga. Paling tidak belajar mobil selama lima hari ada ilmu baru diperoleh dan tidak sudah merasakan bagaiman menyetir mobil walaupun masih ada rasa ketakutan. Ternyata belajar mobil perlu kenekatan, perlu adrelanin tinggi, dan jangan mikir yang tidak-tidak jika terlintas pikiran seperti itu dijamin belajar mobil tidak bakal professional.

Semoga Allah murahkan rezki ia agar bisa memiliki mobil, bisa bawa mobil, bisa menemani orang tercintai dengan mobil sendiri terutama bisa antarin anak-anak sekolah nanti, bisa bawa anak-anak jalan, bisa bawa anak melihat keindahan Alam Allah ciptakan untuk Manusia, dan bisa bawa anak ketika sakit…”Allahuma Amin”.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: