Mau Tahu: Kenapa Allah Tak melihat Manusia dari tampang atau kekayaan

Mau Tahu: Kenapa Allah Tak melihat Manusia dari tampang atau kekayaan

Mau Tahu: Kenapa Allah Tak melihat Manusia dari tampang atau kekayaan

Bismillah…

Tak terasa kita sudah memasuki puasa ke17 di bulan Ramadhan tahun 2013, semoga memasuki pertengahan ramadhan amalan kita jalani sudah mempengaruhi sikap, lisan maupun perilaku kita, dan semoga program-program special kita target  sudah terlaksana dengan memukai dihadapan Allah. Allahuma amin

Ditengah bulan Ramadhan ana ingin bercerita tentang tausiah disalah satu televisi swasta yang saat itu disampaikan ustad sangat muda, keren, cara penyampain sangat interaktif persis seperti gaya ustad gaul (Red: Uje). Namun sayang ana lupa siapa nama ustad keren tersebut hooohooo, semoga masih bisa mendengar taujih terdahsyat diacara lainnya atau bisa ketemu face to face (Harapbanget eaahhhhh).

 Dan kita juga tahu bahwa dibula penuh keberkahaan rata-rata media pertelevisian berlomba-lomba menyuguhkan tonton berorama religiusitas sebab itu acara yang sangat menjual dibulan ramadhan atau seksi disiarkan.

Melalui taujih tersebut ada banyak ilmu, hikmah dan tauladan diaplikasi dalam hidup, namun ketika ustad melontar pertanyaan pada audein yang “menjelaskan Kenapa Allah tak melihat manusia dari tampang atau kekayaan!!! Saat itu kebingung juga untuk menjawab walaupun ustad tak menanya pada pemersi tapi tetap pengen tahu jawabannya.

Jika pertanyaan ustad tersebut dilontarkan pada pembaca blog setia Http://www.simfonikehidupan.wordprss.com ngomong-ngomong adakah yang bisa menjawab? Pasti bengongkan untuk menjawab pertanyaan tersebut hohooooooooo

Biar gak bengong apa lagi sampai galau…^__^ akan berbagi jawabannya persis seperti ungkapan ustad muda tersebut. Andailah Allah melihat manusia dari tampang maka Allah tidak adil yang akan masuk surga hanya orang-orang cantik atau ganteng saja seperti Anjasmara, DevidBecam, Kaka, primus, Aurimi Baschin, Nikita Willi sedangkan orang jelek tak boleh masuk surge…”Ya juga ya”.

Kemudian jika Allah melihat manusia dari kekayaan maka dipastikan yang masuk surge hanya orang kaya saja misalnya ARB, Gayus, keluarga Soeharto atau orang kaya lainnya. Dipastikan orang miskin tak bisa masuk surge…”setujukan dengan ungkapan barusan”

Nah itulah alasannya kenapa Allah tak melihat manusia dari tampang dan kekayaan. Melainkan Allah melihat manusia dari Iman tentu dengan keimanan maka Allah begitu adil bukan…”Yes, Righat sangat adil banget”.

Belum tentu orang cakep atau cantik iman keren, belum tentu juga orang kaya imannya juga mantap dan belum tentu orang tak kaya dan tak cakep tak memiliki keimanan yang bagus.

Ini menandakan bahwa Allah begitu adil sesuai dengan nama-nama cantik Rabbi dan tentunya kita sering mendengar ayat-ayat Al-quran maupun hadist yang menjelaskan tentang Keadilan Tuhan di bumiNya. Tidak hanya Allah adil melihat manusia dari keimanan tapi Allah adil dalam sector. Jika ada diantara kita berani mengatakan bahwa Allah tidak adil maka silahkan tunjukkan ketidakadilan tersebut. (Dipastikan akan pernah menemui ketidakadilan tersebut).

Apakah kita masih meragukan keadilan Allah? Jika masih ada coba renung kembali peran Allah dalam hidup kita, jika masih bertanda kita belum memahami hakikat keEsaan Allah, jika masih mencirikan kita belum menganut islam secara Kaffa

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: