kebanggan dan kehormatan diri bukan datang dari menerima | ia datang dari memberi dan berbagi

Bismillah…

 kebanggan dan kehormatan diri bukan datang dari menerima | ia datang dari memberi dan berbagi

kebanggan dan kehormatan diri bukan datang dari menerima | ia datang dari memberi dan berbagi

Tak terasa kita sudah memasuki puasa Ke10 semoga puasa dihari kesepuluh telah menyampai  makam kesempurnaan, sudah banyak pula amalan terunggul kita raih, sudah banyak pula mulut kita melantunakan zikir maupun melafazkan ayat-ayat Alquran memilki pengaruh signifikan terhadap sikap dan perilaku bagi yang membacanya dan sudah banyak pula kita mengulurkan  tangan (memberi) bagi yang membutuhkan.

Kita tahu bulan ramadhan belomba-lomba umat islam ingin berbagi karena salah satu yang dianjurkan Rabbi pada umatNya yaitu sebanyak mungkin berbagi. Insyallah dengan berbagi akan meraih kebanggaan rahiah maupun batiniah. Seperti dijelaskan suatu acara talkshow disalah Televesion swasta yang membahaskan tentang mereka yang menemukan Tuhan. Bahkan nara sumber adalah ustad yang terkenal disentro Indonesia (Red: Yusuf Mansyur).

Melalui acara yang ditayang selama 1 jam durasi, sangat menginspirasi, sangat memotivasi, sangat tersadari dan sangat menyetil bagi kita yang masih berpikir-pikir untuk berbagi. Ustad tersebut selalu berusaha bagaimana cara setiap waktu, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun ingin berbagi dari skala kecil hingga skala diluar nalar.

Sesungguhnya ustad tersebut telah banyak mencerita keutamaan berbagi di buku beliau, tapi semalam ketika menonton acara Gestur yang dipandu host terhebat (Alfito Deanova) semakin menyakini bahwa dengan berbagi akan meraih kebangga dan kehormatan disisi Allah maupun disisi Manusia.

Realitas juga bercerita bahwa tak pernah kita menemui orang yang suka berbagi jadi miskin, tak diangkat derajat, dan tak dimuliakan. Pernah pula membaca suatu buku tentang keajaiban Sadakoh ditulis Ippoh Sentosa bahwa ikhlas atau tidak ikhlas memberi pasti akan Allah balas!!!.

Masalah memberi adalah masalah mental, masalah memberi adalah masalah keyakinan, dan masalah memberi adalah masalah kebiasaan.  Jadi bisa jadi kita belum terbiasa memberi adalah orang belum percaya dengan keajaiban shadakoh, bisa jadi kita belum memiliki mental memberi lebih dominan memiliki dominan mengemis (ckkskskkk), bisa jadi kita tak memiliki kebiasaan mulia ini karena kita lebih suka memiliki kebiasaan tangan dibawah dari pada diatas…”menyetil bangettttt”.

Kemudian ada pesan cinta dibulan cinta dari ustad Romantis buat kita semua seperti begini ungkapan indah tersebut “meminta pada Allah, bukan pada manusia | lemah itu hanya dihadapan Allah, kuatlah dihadapan manusia | itu ciri insan berakhlak. So kita harus banyak meminta pada Allah dari pada gemis pada manusia, harus banyak menangis dihadapan Allah dari menangis pada manusia yang hanya peduli sesaat”.

Sedap banget kalimat diatas seakan-akan ramadhan ini semakin sejuk dengan tausiah indah dan awan-awanpun sepertinya merasa kesejukan dari tausiah tersebut sehingga mengambar suatu objek begitu menawan bagi yang melihat.

Semoga bisa memberi dan langsung melihat isi dompet apa yang bisa diberikan agar mendapat predikit kemulian dihadapan Allah bukan dihadapan Manusi, Hooohoh ternyata masih tersisa lembar-lembar bergambar kapak, bergambar pahlawan, bergambar rumah adat yang bisa dibagikan buat mereka yang membutuhkan…”coba membangun mental memberi”

Pesan terakhir dari tulisan ini “malu bila meminta dan senang bila memberi, itu akhlak Islam | bukan akhlak bila senang meminta dan malu memberi

mari kita berbagi apapun yang bisa kita bagi, berbagi tidak hanya berwujud materi tapi bisa berbagi berbentuk pengalaman, berbagi ilmu, berbagi perhatian, berbagi kasih, berbagi makanan dan berbagi lainnya yang masih wajar dalam kontek islam atau kontek bermuamalah…”share is beutyfull”

 

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: