Baru bisa berbagi ilmu, pengalaman dan berharap kedepan bisa berbagi materi

Bismillah…

baru bisa berbagi ilmu, pengalaman dan berharap bisa berbagi materi

baru bisa berbagi ilmu, pengalaman dan berharap bisa berbagi materi

Berbagi adalah suatu keharusan yang dituntut Allah pada hambanNya dengan berbagi maka kita berbagi cinta, berbagi kasih, berbagi perhatian, berbagi kedamaian, dan menyatukan rasa.  Bahkan dengan berbagi pula merupakan penolong bagi manusia dipadang mashar dan amalan tak pernah terputus-putus.

Dengan berbagi pula merupakan cahaya yang menerang lingkungan, coba bayangkan jika umat  islam seluruh dunia secara istiqomah saling berbagi yakin tidak ada satupun manusia kelaparan, tidak ada satupun manusia miskin, dan tidak satupun manusia yang mengemis. Tapi pada kenyataannya masih banyak di antara kita belum tersadari betapa mulia tangan diatas dari pada dibawah. Itulah kenapa Allah mewajibkan hambaNya untuk selalu berbagi bagi dalam keadaan ringan maupun berat…”Sedap”

Saat ini baru bisa berbagi ilmu dan pengalaman, sangat iri melihat meraka-meraka yang sudah bisa berbagi materi, ada kebahagian tersendiri ketika bisa berbagi materi seperti digaungkan oleh ustad Yusuf Mansyur bahwa siapa berbagi (red:sedekah) maka Allah libatkan gandakan harta bagi yang memberi bahkan motivator muda (Ippoh Sentosa) juga menyuarakan betapa pentingnya shadakah. Pernyataan ustad dan motivator tersebut benar adanya karena ketika hidup di yogya pernah sekali mencoba atau menguji tentang kebenaran ungkap atau hadist tersebut.

Heeemmm berbagi itu benar dashyat, pernah pula menghitung berapa lama Allah membalas sedakah dan tak salah kurang tiga hari sudah mendapat ganti sangat spektalur. Kini sangat mempercayai keajaiban shadakoh. Tidak hanya sekali coba hadist tersebut bahkan berkali-kali semua selalu dibalas dengan harga yang luar biasa.

Menjadi permasalahannya adalah kenapa kita begitu berat berbagi? Kenapa kita masih tak sentuh untuk berbagi? Kenapa kita belum sepenuhnya meyakini keajaiban berbagi padahal sudah jelas-jelas hadist dan ayat yang menerangkan tersebut? Dan kenapa kita masih berbagi pada momentum tertentu saja?

Berharap berjalannya waktu, usia dan perubahan nasib ingin menjadi hamba suka berbagi tidak hanya berbagi ilmu, pengalaman tapi juga berbagi materi. Kini doa itu mulai disisipakan pada Allah ketika sujud padaNya.

Hidup ini tak indah, hidup tak berwarna, hidup tak bersimfonis jika kita tak berbagi dengan sesama. Dengan kebersamaan pula memberi nuasa sejuk dalam kehidupan.

Bagi pembaca berlebihan materi mari kita sisihkan 5%-10% harta pada mereka yang membutuhkan dari pada membeli hal tak bermanfaat atau hidup hedonisme. Padahal harta jahiriyah di bagi bergitu memiliki peran penting di yaumil akhir nanti….

Note: kangen berbagi tapi melihat isi dompet tak berdaya hooooo

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: