Bermuhasabah ditengah keramain

Bismillah…

Bermuhasabah ditengah keramain

Bermuhasabah ditengah keramain

Dua hari berturut-turut mengikuti acara sacral (pernikahan) keluarga, banyak hal bisa dikutip, diamati, dan menjadi bahan renungan sangat bermakna mulai hal terkecil hingga bernilai. Terkadang kita harus berada ditengah keramaian dan terkadang harus hidup dengan kesendirian karena setiap moment memberi pelajaran tersendiri bagi kita mau berpikir, bukankah setiap waktu ada nilainya, bukankah setiap waktu ada hikmahnya, bukankah setiap waktu ada pelajarannya, dan bukankah setiap waktu ada taujihnya.

nilai tertangkap saat berada dalam keramain pertama terlihat betapa manusia ingin memperlihatkan harta, kecantikan, dan  jabatan itu semua dapat terlihat dari pakaian yang digunakan, dari kepolosan wajah, dan dari tutur kata. Tentu ini pertanda bahwa manusia telah banyak terpengaruh teori hedonism, konsumtif, individual dan ingin di akui oleh masyarakat….(coba saja  amati rata-rata seperti itu ketika dalam acara pesta) sangat jarang menemui berpakaian sederhana terutama para kaum hawa. Padahal dandan simple lebih menarik dan terlihat aura sangat begitu indah…”Heemmm”.

Lebih parahnya lagi selama duduk di pojok  mengamati segala hal membuat hati  gelisah semoga ini menjadi teguran bagi penulis, saat dikeramaian jangan pernah melupakan kewajiban sholat. Seperti dilihat saat itu, ketika waktu sholat tiba tak terlihat meraka bergegas untuk menjalankan ibadah. Jika wanita bisa dimaklum mungkin dipengaruhi masalah rutinitas bulan tapi apakah semua wanita datang waktu itu sedang dapat jatah rutinitas! Sedangkan para laki-laki apa jadi penyebab untuk melaksanakan kewajiban tersebut.

Atau mungkin amatan saat itu karena tempat pesta jauh dari mesjid, atau gedung disana tidak menyediakan tempat sholat, atau factor kesengajaan…” I don’t know”. Padahal dari sekian banyak pengujung acara adalah bergelar Hajjah/Haji, berkerudung, berilmu dan paham agama.

Ya sudahlah apapun terlihat atau teramati saat itu menjadi hikmah luar biasa bagi kita semua, jangan sampai kalah dengan kenikmatan sesaat, jangan pernah terlalai dengan keindahan dunia yang menipu, jangan pernah datang keacara pernikahan atau acara apapun sebelum menunaikan amanah, jika ada waktu untuk sholat maka segaralah sholat.

Jika kita meninggal sholat maka ada satu ciptaan Allah tertawa terbahak, jingkrak, senang dan bahagianya saat kita tak sholat yaitu setan karena tugas dia adalah merayu, membujuk, terpengaruh dengan bumi serta isinya.

Lihatlah bagaiman orang sakit ingin bisa sholat seperti kita  yang sehat, tapi kita melalaikan waktu sehat, melalaikan waktu luang untuk bergegas untuk sujud dan berdoa pada Rabbi.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: