Pengalaman pertama: sebagai penguji sidang skripsi

Bismillah…

Pengalaman pertama: sebagai penguji sidang skripsi

Pengalaman pertama: sebagai penguji sidang skripsi

Setelah empat bulan menyimbuk diri mengajar akhirnya selesai juga perkuliahan  dan pada akhirnya memimiliki waktu panjang (longtime)  untuk bercerita, meluap rasa dan berbagi inspirasi bagi pembaca semua. Ingin berbagi tentang pengalaman pertama, setelah diklasifikasi ternyata banyak pengalaman pertama yang membuat ketawa sendiri jika dikenang, banyak pengalaman pertama yang error, banyak pengalaman pertama menjadi jumping stone (batu lombatan) untuk menjalani aktivitas tersebut, banyak pengalaman pertama membuat jiwa ini nerveous (gugup), dan banyak pengalaman pertama memberi informasi bermakna.

Pengalaman pertama akan diceritakan dalam essay ini berkaitan pengalaman pertama menjadi penguji ujian skripsi mahasiswa disalah satu Universitas Islam Negeri. Sesungguhnya informasi atau pemberitahuan sangat mendadak karena tiba-tiba dapat telphon dari pihak akedemik bahwa diamanah untuk menguji. Tentunya kaget, tak percaya dan seakan-akan sebagai penguji dipaksa atau mengganti penguji yang lain…”apapun alasannya I’m enjoying and happy fun”

Kebetulan saat mendapat informasi akan berangkat kekampus, bayangkan jika saat mendapat informasi tidak berada dikampus tentu berburu dengan waktu, tentu tidak sempat untuk membaca skripsi tersebut, tentunya tidak bisa mengkoreksi secara totalitas content dari penelitian mahasiswa. Merasa aneh saja sebab mahasiswa sidang selasa dan baru diinformasikan sebagai penguji senin. Anggap saja itu merupakan kesalahan dalam berkomunikasi.

Setelah semalaman membaca dengan teliti dari kata ke kata, dari kalimat ke kalimat, dari paragraph ke paragraph hingga kesimpulan. Sesudah membaca kebinggungan sendiri dengan hasil penelitian mahasiswa karena masih banyak dalam paragraph terdapat berbagai tema dibahas, masih terdapat pragraf tidak menyambung dan terlihat dalam latar belakang masalah belum menggena atau alasan kuat kenapa judul skripsi seharusnya diteliti.  Ini terbukti pada draf skripsi banyak coret mencoret, banyak libatan halaman, banyak tanda Tanya dan itu bertanda bahwa terdapat kesalahan skrispi mulai penggunaan bahasa, cara penulisan dan cara menyimpulkan dari hasil penelitian.

Kemudian ketika memasuki ruangan sidang seakan-akan jiwa dan pikiran dibawa beberapa tahun yang lalu yaitu saat ujian Laporan akhir, ujian skripsi dan ujian thesis. Merasakan bagaimana gugup, takut, dan menenang hati agar bisa menpapar atau menjelaskan hasil penelitian. Terlihat pula peserta sidang tegang, memotivasi diri melalui anatomi tubuh, gesture dan cara berbicara seperti saya ketika masih dibangku perkuliahan.

Banyak cacatan, koreksi dan saran untuk peserta ujian skripsi. Sayangnya waktu dikasih untuk menguji Cuma 10 menit karena waktu banyak dipergunakan penguji pertama padahal banyak hal ingin dikritik, ditanya dan diskusikan. Dengan terpaksa pertanyaan dilontarkan yang urgent saja, terpaksa diskusi sesingkat mungkin dan terpaksa tak bisa memberi saran secara full melalui face to face.

Heeemmmm… pengalaman pertama menguji memberi sensasi, spektakuler, dahsyat bagi jiwa ini. Ternyata penguji itu tak seseram kita bayangkan selama ini, ternyata penguji lebih banyak memberi saran membangun, ternyata penguji hanya akan lebih focus pertanyaan sekitar latarbelakang dan kesimpulan.

Jadi bagi kalian akan ujian skripsi, thesis maupun disertasi anggap saja ujian adalah FGD (focus group discussion) jangan anggap ujian sebagai penentu kalian untuk meraih gelar.  Jika kalian sudah serius bimbingan, sudah sungguh-sungguh menjalani proses akademik (skripsi) insyallah akan gampang menjawab pertanyaan dari penguji, sudah mengikuti saran pemimbing maka akan dapat pembelaan dari pemimbing, dan jika sudah berkali-kali revisi atau edit hasil penelitian maka akan memetik hasil (nilai) excellent.

Namun sayang banyak mahasiswa tak menyadari betapa penting kehati-hatian atau tidak tergesak-gesak menyelesaikan skripsi bahkan rata-rata mahasiswa memaksa pada pemimbing untuk segara ujian. Padahal jika dilihat dari content, teori yang mendukung, penggunaan kata dan penulisan belum layak diuji. Untuk itu bagi kalian lagi menggarap skripsi jangan memaksa pada pemimbing karena pemimbing tahu apakah sudah siap disidangkan atau tidak.

Pastinya pengalaman pertama menjadi penguji ujian skripsi memberi kesan tersendiri, memberi pengalaman tersendiri, mendapat pengetahuan yang selama belum pernah didapatkan dari bangku perkuliahan maupun dari bacaan, dan dengan menguji akhirnya jadi tahu bahwa penguji itu tidak sesaram kalian bayangkan dalam your mind. Berharap masih ada kesempatan berikutnya untuk menguji atau menjadi pemimbing agar bisa diskusi dengan mahasiswa.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: