engkau tanggung jawab dan amanahku serta masa depanku

Bismillah…

engkau bukan hanya istri yang melahirkan anak-anakku | engkau tanggung jawab dan amanahku serta masa depanku

engkau bukan hanya istri yang melahirkan anak-anakku | engkau tanggung jawab dan amanahku serta masa depanku

selalu tertarik untuk bercerita melalui kata bersulamkan kalimat tentang cinta, harapan dan amanah. Berharap dengan tulisan ringkasan, memiliki sejuta makna, memiliki dampak tak bisa di hilang oleh suasana apapun…”asyikkkkkkkkk dangdut pak ojek”.

Rangkain kata ini disuguhi teruntuk para ikhwan sudah memiliki bidadari hati, sudah menemui peneduh hati, sudah menemui pengingat masa, sudah menemui penyemangat hidup, sudah menemui teman melusuri jalan berkelok-kelok, sudah menemui pelepas rindu, sudah menemui sahabat setia dalam meraungi samudra amanah Allah titipkan pada antuna semua, sudah menemui ibu bagi anak-anak kalian, sudah menemui makmu nan taat dengan aturan antuna….”dalam bangetkan kalimat sedalam parit hooooo”.

Jagalah hati mereka jangan kalian goresin dengan kalimat tak memiliki unsure estetika, jaga pandangan mereka dengan selalu kalian bisik kata mutiara agar mereka bisa menjada bidadari penyejuk hati ketika memandangnya, jaga pikiran meraka dengan selalu mengajak ia berkomunikasi agar terjadi kesalahan pahaman antara dua manusia sedang berlayar menuju SAMARA.

Istri kalian tidak hanya sebatas ibu bagi anak-anak antuna, istri kalian bukan sebatas yang merapi pakaian, memasak kesukaan antuna, istri kalian tak sebatas teman yang mengisi kesunyian kalian, istri kalian bukan sebatas menambah tanggung jawab, dan istri kalian adalah masa depan yang harus dibumbui dengan cinta, kasih, komunikasi, dan saling memahami sehingga yang  dirajut benar-benar memiliki harapan begitu spekatuller dipenduduk bumi maupun bagi penduduk langit….”Subhanallah jlep-jlep-jlep”.

Sayang masih banyak para ikhwan tidak tersadari bagaimana penting istri meraka bagi ketenangan jiwa, sehingga begitu mudah mereka menyilip kata tak bermakna pada bidadari, membiarkan menanggis tanpa menanya apa dan mengapa, biarkan istri kebinggung tanpa memberi kabar (breaking news hoooo), membiarkan tulang rusuk menjadi tulang punggung….”Toeeengg-toeenggg-toeeenggg”

Mumpung masih ada kesempatan dalam kebersamaan, mumpung masih ada kesempatan dalan kesenyuman, mumpung masih ada kesempatan dalam duka, mumpung masih ada kesempatan dalam kesunyian, mumpung masih ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, dan mumpung masih ada waktu untuk mengukir harapan masa depan pergunakan itu semua sebagai amanah, pergunakan sebagai lahan ibadah, pergunakan sebagai motivasi meraih mimpi agar cinta diikat diatas ikatan yang suci kekal hingga dimensi berbda serta yaumil akhir…”Allahuma amin”.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: