Pentingnya Tabayyun (klarifikasi) sebelum mengkritik dan mencela

Bismillah…

Pentingnya Tabayyun (klarifikasi) sebelum mengkritik

Pentingnya Tabayyun (klarifikasi) sebelum mengkritik

Terinspirasi dengan fenomena ditengah masyarakat begitu cepat understeatment terhadap opini atau error information dari komunikator yang tak jelas (red: katanya). Sehingga terjadi kemudahan masyarakat mencap sesuatu belum jelas kebenarannya. Jika masyarakat atau siapapun cepat percaya dengan informasi disampaikan dari mulut kemulut maka terjadi kesalahan mengambil keputusan, kesalahan mengkritik, dan lebih parahnya lagi terjadinya fitnah. Nazubillah minzaliq “itulah terjadi ditengah public”.

Jika diamati dari sudut ilmu komunikasi jika informasi yang disampaikan komunikator tak jelas, tak professional, tak kredibilitas maka komunikan mendapat informasi error dan tentunya respon (feedback) juga akan salah.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti” (QS 49:6)”

Di zaman pascamodern kita dihadapi masa kompetisi dan pencitraan sehingga siapapun boleh membangun opini, siapapun boleh mengkritik, siapapun boleh memfitnah, siapapun boleh memberi pendapat, siapapun berhak mengeluar ide walaupun tak sesuai dengan fakta dan walaupun tak tahu ilmu (red:teori).

Mungkin ini dampak dari keterbukaan informasi public atau pengaruh dari Hak Asasi Manusia sehingga merasa berhak mengkritik dan memfitnah. Untuk itu  Proses tabayyun ini sangat penting dalam ajaran Islam, karena segala sesuatu yang diucapkan, di dengar, dan disampaikan harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Padahal dalam islam telah dijelas dengan begitu indah bagaimana cara kita mengkritik, bagaimana cara kita mengambil keputusan, bagaimana cara kita membangun opini, dan bagaimana cara mempercayai informasi dibawa atau didengar.  Seperti dijelaskan Aa Gym sebaiknya kita sebagai manusia beragama dan berilmu hendaknya janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Jika kita tak tahu fakta dan tak memiliki ilmu dengan sesuatu permasalahan hendaknya  jangan ikut mengeruh suasana, jangan ikut mengkritik, jangan ikut mencela  dan ikut memfitnah karena nanti menyebabkan penyesalan atas perbuatan kita sendiri. Sehingga kredibilitas, trust and believe pada kita tentu dipertanyakan oleh public. Maka diperlukan kehatian-hatian dalam mengkritik atau mencela orang. Belum tentunya orang dikritik dan dicela lebih baik dari kita.

Eloknya kita menyimak, melihat, dan mendengar dengan kebijaksanaan agar tak salah mengambil keputusan, agar tidak salah mengkritik, agar tidak salah menilai, dan agar tidak salah menyalahi. Lebih eloknya tentunya menahan diri atas apa yang belum pasti | agar dibelakang kelakuan kita tiada disesali.

Mungkin selama ini kenapa terjadi fitnah memfitna, terjadi kritik mengkritik, terjadi hujat menghujat karena tidak membiasakan tabbayun dalam kehidupan kita sehingga menelan atau menerima informasi belum tentu kebenarannya…”Dampak bahaya”

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: