Saat mendengar kata pernikahan , apa yang terpikirkan

Bismillah….

Saat mendengar kata menikah, apa yang terpikirkan

Saat mendengar kata menikah, apa yang terpikirkan

selalu ingatlah kepada Allah dan tenangkan hati | satu waktu dan sempat nanti semua pasti terganti

Heeemmm berawal dari mana ya untuk merangkai kata, tiba-tiba pikiran jadi kebingungan, mulut tersenyum penuh tanda Tanya dan hati merasa ada rasa tak bisa diungkapkan…”Capek dech”. Saat-saat menulis diringin lagu sedang buming dari ajang pemilihan bakat dengan judul “Memilih setia” setiap lirik dinyanyikan memiliki ruh, makna dan kedalaman maksud. Dengan ditemani lagu tersebut Alhamdulillah otak jadi lancer menyatukan abjad menjadi kalimat penuh kekuataan “huhuiiiiiiii, bisa aja lo Alhanin” seperti kata teman melalui account social bahwa Setiap Masalah yang kita hadapi, pasti selalu ada lagu indah yang menemani…”Benar banget coy”

Oke walaupun organ tubuh ini tak bisa serasi dan senada dengan pikiran tetap ingin bercerita tentang pernikahan Hooo…area sensitive untuk dibahas terutama bagi akhi dan ikhwa yang sedang berjuang tiada henti untuk menemui bidadari atau menemui pangeran di abad penuh tantangan bagi sholeh dan sholeha…”tetap semangat ya walaupun tanda-tanda belum ada tapi yakin Allah menciptakan bumi dan seisinya semua dengan sepasang seperti dijelasan dalam surah yasin ayat 36 “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”

Di kolom ini tidak ingin berbagi tips, metode, cara dan trik bagaimana bisa mendapat belahan jiwa atau pasangan-pasangan sesuai dengan pondasi islam tapi ingin melihat sesuatu dari sisi lain, sisi berbeda, sisi tak pernah dibahas, sisi membuat kita tertawa sendiri, sisi sesuatu yang cetar membahana, sisi tempat kita berimajinasi lebih jauh kedepan tentang pernikahan penuh berkah…”aceeemmm tinggi banget kajiannya”.

Ketika mendengar sebuah pernikahan apa terpikir dalam pikiran kita! Pertama selalu terpesit bahwa pernikahan adalah salah satu cara kita memyempurna dien, walaupun banyak cara bisa kita lakukan untuk memperbaiki keimanan kita pada Ilah. Kemudian yang terpikir dalam logika kita bahwa pernikahan sesungguhnya adalah penyatuan dua hati manusia untuk mewujudkan konsepi “SAMARADA” sehingga hati menjadi tenang untuk menjalani aktivitas penuh ujian dan benalu.

Dengan pernikahan pula ada kekuatan terdahsyat Allah titipkan dalam ijab Kabul sebab saat itu dua anak manusia berjanji untuk kedua kali pada Allah sebelumnya kita berjanji pada Allah sebelum kita dilahirkan dibumi Allah. Melalui kata penuh kesakralan Allah alirkan energy luarbiasa pada dua anak manusia untuk menjadi Imam dan makmu terbaik yang insyallah di Yaumil akhir akan dipertanyakan itu semua….”weessss sepertinya sudah professional banget bahas tentang walimahan, jadi malu.dot.com”

Bahkan dengan pernikahan jualah semua apapun dilakukan akan bernilai ibadah, “Subhanallah” kalau sudah tahu bernilai ibadah kenapa masih banyak jiwa-jiwa single tak terpanggil bergegas mewujudnya “I don’t know because everybody have opinion and dicision to you life”. Tapi banyak orang diluarsana belum tahu dan paham bahwa pernikahan itu adalah lumbung pahala yang tinggi kedudukannya dihadapan Allah. Diluar sana masih banyak beranggapan bahwa pernikahan hanya sebatas untuk melepas syahwat atau sebatas tak masuk logika…

Melalui pernikahan pula ada suatu perhargaan bagi kita Allah titipkan pada rahim seorang ibu yaitu lahirnya jundu Allah. Itulah penghargaan sesungguh dalam sebuah pernikahan dan perhargaan itu sebagai penolong bagi kita ketika padang mizan (pertimbangan) serta perhargaan itu pula membuat menjadi berarti ditengah masyarakat.

Mungkin antuna dan antina semua punya opinion lain ketika mendengar sebuah pernikahan karena terpikir dalam pikiran seorang wanita berkudung panjang hanya itu “just it and not more opinion when hear about merried”. Atau mungkin pemahaman tentang atau mengerti tentang pernikahan masih dangkal atau perlu lagi membaca buku tebal-tebal tentang merried hooooo^__^

Ya sudahlah…!!! Berharap ketika mendengar kata pernikahan tidak membuat galau mengalau, apalagi sampai cap diri yang tidak-tidak, truz bilang bumi Allah tidak adil, kemudian marah-marah dan mengeluarkan air mata…”it’s not best and better in life”.

Seperti pesan sponsor, Jadikan saat mendengar pernikahan semakin membuat hati kita rindu untuk bercerita padaNya, semakin ingin selalu berdoa pada pemilik kehendak, semakin melembut hati menjadi hamba selalu mensyukuri apapun terjadi….”heeemmm sedap banget ya sesedap mie goreng sedap hoohooooo, apa hubungannya”!!!

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: