Indan nian scenario Allah mempertemukan kita dalam lingkaran ukhuwah

Bismillah….

Terimakasih teman kau bawa diri ini pada pusaran kebaikan, disana selalu dipantau amalan wajib dan sunnah kita dengan itu semua membuat kita tetap istiqomah serta diikat dengan doa rabbitah begitu penuh cinta sehingga membuat kita selalu rindu hadir dalam lingkaran ukhuwah ini (by: sholiat alhanin)

 

Indan nian scenario Allah mempertemukan kita dalam lingkaran ukhuwa

Indan nian scenario Allah mempertemukan kita dalam lingkaran ukhuwa

Berawal dari mana untuk mengungkap rasa ini karena kalian semua (antuna) telah membawa jiwa dan hati ini pada pusaran kebaikan, memotivasi untuk memperbaiki diri dan mempengaruhi rajin menuntut ilmu (fo inform, to influence and to motiviation in my life).

Andalailah kemaren tidak dipertemukan dengan kalian dalam lingkaran ukhuwah ini tentunya tidak seperti ana sekarang ini mungkin akan terjadi kesalahan atau kesesatan dalam perjalanan atau mungkin lebih parah dengan mereka diluar sana. Kalian begitu ikhlas mengajak, tak pernah henti mengingati agar bisa istiqomah dalam kebaikan dan tentunya kalian lakukan atas pemahaman kalian pada alquran dan sunnah.

Indan nian scenario Allah mempertemukan kita dalam lingkaran ukhuwan, seindah mentari pagi, seindah harum bunga, seindah merpati ditaman, seindah pelanggi diatas langit nan biru, seindah air mengalir dari pergunungan, seindah senja menyinari bumi dengan warna kecoklatannya.

Sehingga saat ini secara perlahan dan sedikit demi sedikit ia mulai paham apa itu al-quran dan sunnah, dahulunya hanya paham islam sebatas sholat dan mengaji tetapi makin lama dalam lingkaran ukhuwah ini semakin terbuka hati, semakin rindu untuk mengkaji secara terus menerus, semakin melembutkan hati, semakin istiqomah untuk berdakwah. Walaupun ilmu agama masih setetes air tapi itu sangat berarti bagi ia yang haus keilmuan ini.

Dahulu sempat membenci lingkaran ukhuwah ini, sempat menghilang dari lingkaran ini, sempat pula tak ingin bersentuhan dengan pertemuan ini karena merasa dipaksa, terasa digurui, terasa dimata-matai. Namun waktu membuka hati, pikiran dan sikap untuk kembali hadir serta ada rasa rindu begitu kuat tak bisa diungkapkan ketika tak berada dalam lingkaran penuh keberkahaan, Insyallah. Ia yakin pada siapapun yang pernah merasa dan mencicip manis ukhuwah lambatlaun pasti merindukan suasana penuh tawa, canda dan kebersamaan ini.

Andailah dahulu tak kembali dalam barisan ukhuwah ini bisa jadi amalan wajib dan sunnah pasti biasa-biasa saja. Kini sadar mereka memaksa, memantau dan selalu bertanya tentang amalan sunnah dan wajib dengan tujuan agar hati serta jiwa ini selalu dalam genggaman rahmatan lil’alamin. Bahkan amalan dilakukan bukan untuk orang lain melain untuk diri ini.

Buat antuna semua yang sudah membawa jiwa ini pada pusaran kebaikan, Insyallah.  Ia tak bisa membalas kebaikan kalian begitu luar biasa dan bisa dihitungkan. Semoga Allah balas kebaikan dan niat itu.

Alhamdulillah dengan hadir dilingkungan ini tersadari untuk istiqomah menggunakan kerudung cantik yang menutup aurat dan dada, istiqomah shalat tahajud yang merupakan amalan yang dianjurkan setelah sholat wajib, istiqomah menjalankan sholat dhuha merupakan kunci membuka pintu rizki, istiqomah melafazkan alquran dan dzikrullah itu semua atas dorongan, doa dan evaluasi kalian semua.

Apalagi kita hidup dizaman siapa lo siapa gue, zaman cuek bebek da zaman tak mau tahu apa yang dilakukan orang lain (red: individual). Tapi dilingkaran itu kita tak mengenal istilah seperti itu, kita masih selalu diingatkan, kita selalu disirami taujih, kita selalu ditanya ibarat sedang konsulatasi pada prafosional, kita selalu berbagi tentang cinta, ilmu, makanan dan harapan.

Inilah konsep yang indah ketika bersaudaran dalam ukhuwah, inilah kebersamaan penuh makna dan bersyukurlah kita masih ada yang mau mengingati kita serta masih ada yang mau mendengar keluh kesah kita.

Sekali lagi percayalah siapapun yang pernah singgah, kenal, dan mencicip manisnya ukhuwah insyallah akan rindu hadir dalam lingkaran ini. Bagaimana tidak rindu karena disana kita disatu, diikat, dijumpa dengan nama Allah (red: Bismillah) dan disudahi ungkap doa Rabbitah (doa kasih sayang antara hamba). Bukan itu adalah pertemuan yang indah! Apalagi ditengah pertemuan dibumbui berbagai ilmu, berbagai canda dan berbagai rasa (heeeeemmmmm).

But last not last, Terakhir terima kasih teman atas support, doa, perhatian dan keikhlasan kalian semua. Atas usaha kalian tanpa henti, Insyallah telah menghasilakan bunga nan harum yang indah dipandang ^__^

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: