Kita harus menjadi penonton kritis dan pembaca yang cerdas

Bismillah….

Saat ini Media sedang semangat dan antusias menayangkan masalah impor daging yang disangkutpaut dengan sebuah partai dakwah yang insyallah akan masuk tiga besar dalam pemilihan 2014 nanti (kata mereka). Disini tidak akan membahas partai namun disini lebih tertarik melihat bagaimana Media begitu kencang menghepus isu atau opini yang belum tentu kebenarannya sehingga public ikut mengkonsumsi apapun dikatakan media, sehingga public membenarkan opini tersebut, dan sehingga public kebinggung untuk memilah antara fakta dan opini.

Dibutuhkan penonton yang kritis dan pembaca yang cerdas agar bisa memahami berita yang disuguhi karena tidak semua public bisa memfilter atau mengkatagori mana berita valid or nonvalid sebab selama ini public keseringan disuguhi berita jauh dari kebenaran, keseringan diberi tontonan tak bernilai (red: sampah), dan keseringan tayangan menghancurkan filosofi keilmuan.

kekuataan media saat ini mereka begitu mudah untuk membangun opini, rata-rata media telah dikuasi politik tertentu jadi kacian partai yang tak memiliki media tidak bisa membangung citra. Jadi hipotesis awalnya kalau mau membangun partai harus memiliki media dulu apakah media cetak maupun noncetak.

Bisa kita bayangkan jika media telah dikuasai politik? Bisa kita bayangkan informasi yang disuguhi selalu mempihak pada pemiliknya? Bisa kita bayangkan informasi yang dituangkan selalu akan menjatuh lawan politik? Maka tak heran baik media cetak maupun non cetak hari-hari informasi yang disajikan tentang partai seharusnya media memberi informasi yang menginpriasi masyarakat bukan sebaliknya membingungkan public dan seharusnya informasi berpihak netral tapi apa daya kenyataan bukan seperti itu.

Wajar media cetak (red:Koran) tidak terlalu sesi untuk dibaca karena hari-hari informasi disajikan adalah berkaitan dengan politik lihatsaja hampir semua kolom diisi dengan politik padahal banyak informasi cerdas untuk ditulis dalam Koran harian, tapi pada kenyataannya jarang dipublis hal seperti itu!!! (mungkin berita lain tidak seksi atau tak menjual kali ya) biasa nama juga bisnis selalu ingin menguntungkan, Jadi informasi disajikan juga harus mememiliki nilai jual bagi pemilik media huakss-huasksss……

Ya sudahlah apapun media sajikan jangan ditelan mentah, jangan digunakan reference utama, jangan digunakan sebagai patokan mutlak dan sebaiknya lihatlah segala masalah dari segala sisi atau keren dari segala ilmu agar kita kita termasuk penonton kritis dan pembaca yang cerdas sehingga kita bisa membedakan antara opini dan fakta.

Apalagi kita hidup di pascamodern yang menjunjung tinggi keilmuan, fakta dan teori sebagai landasan berpikir dan bertindak bukan berdasarkan atas dasar “katanya-katanya-katanya”. Jika menerima dan percaya katanya tersebut tanpa mengkroscek segala hal, maka siaplah-siaplah akan termasuk orang yang melalaikan ilmu kita peroleh selama ini.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: