Disana ada cerita dan cinta (2)

Bismillah

Disana ada cerita dan cinta (Teringat masa kecil)

Disana ada cerita dan cinta (Teringat masa kecil)

Ketika diruang perkuliahan saat itu alhanin terbawa masa-masa sekolah dan cerita masa kecil mengalir indah pada mahasiswa karena saat itu sedang membahas tentang materi promotion library yang berkaitan meraih posisi produk, posisi pasar dan posisi organisasi hingga memunculkan cerita dan cinta heeemmmmm….

Saat bercerita masa culun pada mahasiswa terlihat mereka ketawa terbahak-bahak, terlihat meraka tak bisa menghentikan tawa mereka, terlihat suasana perkuliahan menjadi panggung stand up comedy, terlihat suasana perkuliahan juga seperti panggung Opera Van java (OPJ) dan suasana semakin hangat atas tawa mereka. Suasana seperti ini ingin dibangun ketika perkuliahan.

Ternyata masa kecil itu penuh keindahan ya, ternyata masa sekolah itu penuh cerita ya, dan ternyata masa dikampung itu penuh cinta ya!!!

Coba menanya satu persatu mahasiswa bagaimana masa kecil ia karena jarak mahasiswa dengan alhanin (dosennya) tidak begitu jauh karena masih dalam area genarasi millennial. Jadi wajar masa kecil mereka dan alhanin tidak ada perbedaan. Dari sekian banyak cerita mereka “story on front class with full smile”.

Mungkin pembaca juga pernah mengalami hal kecil tersebut seperti alhanin rasakan selama berada diperdesaan yang penuh pesona, penuh kebersamaan, penuh kehangatan, penuh keculunan, dan tentunya penuh serial cinta. Dengan masa itu adalah titik balik untuk meraih kesuksesaan, mengantarkan ia kekota pendidikan, mengantar ia melihat keperbedaan antara kota dan desa, dan mengatarkan ia untuk meraih bigdream to true (sedang berproses mengwujudkannya)

Ketika kecil atau masa menjadi pelajar diperdesaan semua penuh konvesional misalnya jika menginginkan es tontong kita harus mencari barang-barang bekas (red:barang buruk) untuk ditukar sama tukang buruk keliling kampung setelah ditukar baru dapat satu es tontong…tanpa sengaja teori barter dijalani “jelek banget panggilan pak yang penjual es tontong hoooooooo” yang jadi pertanyaan apakah masih ada atau tidak kegiatan seperti itu pada anak-anak di pedesaan alhanin, current???  Karena sudah jarang berdomisili disana sejak lulus sekolah.

Kemudian ketika kecil sering banget main kesawah main rumah-rumahan terutama setelah selesai masa panen. Maklum dulu kekurangan mainan  jadi mainnya kesawah dan alam adalah media permainan sangat seru dan mengasyikkan “ngebolang”.  Sehingga pantas waktu kecil hitam banget tapi jangan salah ku dahulu dan sekarang berbeda persis seperti lagu si tegar (hitam menjadi putih) weeiisssss jadi bangga pula hooooo….

Berbeda ya dengan anak sekarang mereka dari kecil sudah di familierkan dengan teknologi (Handphon, smartphone, personal computer, leptop, notebook, Gadget, tablet, playstation) sehingga tidak ada waktu untuk bermain kesawah dan andailah mereka mau main kesawah juga tak ada sawah ingin dikunjungi karena kita tahu rata-rata area persawahan diperkampung sudah dijadikan perumahan. Jadi suatu saat sawah menjadi objek wisata yang dirindukan dan menjadi lahan bisnis sangat menjanjikan.

Lebih serunya lagi masa-masa jatuh cinta ketika waktu sekolah cileeeeeee, bayangkan ternyata ada juga yang mananggih perasaannya padahal tidak cantik, tidak pintar isitilah kerennya gak ada dibanggain, kok ada juga yang jatuh cinta hoooooo… “kalau kita ambil konsep cinta sebenarnya cinta tak melihat cantik atau pintar tapi cinta dilihat dari ketulusan hati dan akhlak nan baik” hoooo konsep cinta manapula alhanin adopsi.

LOL dah memingat masa jatuh cinta maklum saat itu belum memahami bahwa dalam islam tidak dibenarkan “PACARAN” jadi maklum terjadi kesalahan meletak rasa. Alhamdulillah setelah mengetahui sedikit demi sedikit akhirnya tak ingin lagi main rasa yang tidak disukai oleh Ilah. Dan insyallah coba setiap hari untuk menjaga kesucian cinta walaupun terkadang terlalu banyak godaan untuk mempudarkan kemurnian cinta itu…. “kalau bicara tentang rasa ia adalah pakarnya huaks-huaksssss”.

Seperti alhanin harus menyudai tulisan ini karena takutnya gak akan sudah-sudah berbicara tentang cinta dan tak cukup satu hari satu malam karena butuh berhari-hari “Heemmmm mulai lebay dan agak narsis dikit”.

 Dan sebenarnya masih banyak lagi cerita dan cinta ingin dibagikan pada pembaca seluruh dunia tapi melihat jam dinding sudah tidak memungkin karena ada amanah lain harus diselaikan dulu, Insyallah jika ada waktu luang masih ingin bercerita tenang cerita dan cinta di pedesaan penuh kenangan yang tak tergantikan oleh tempat manapun.

Insyallah masih ada cerita dan cinta disimpan untuk dibagi pada antuna semua…”selamat menunggu serial cinta anak pedesaan seperti diungkapkan ustad anis Matta”

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: