Jadi intinya sebuah penantian itu terasa sepi

Bismillah

By sholiat alhanin

Jadi  intinya sebuah penantian itu terasa sepi

Jadi intinya sebuah penantian itu terasa sepi

Malam penuh keberkahaan alhanin ingin  menghabiskan waktu chat melalui social networking dengan teman sudah bertahun tak bersua karena kita dipisah oleh Negara, tujuan dan amanah masing-masing. Ketika sudah ngombrol, cerita, ketawa melalui avater terkirim selalu banyak hal dibahas dengan berbagai tema tapi pastinya  banyak ketawanya. Sepertinya teman sudah kangen banget dengan tanah kelahiran terkhusus kampung tempat ia dilahirkan (red:solo) tapi apa boleh buat rasa kangen belum bisa terobat karena ada satu syarat belum terpenuhi. Semoga teman alhanin sedang menjalankan pendidikan tetap semangat, tetap kuat, dan jangan pernah resah karena semua ada waktu yang tepat heeemmm, yang perlu kita resahkan adalah jika progress keimanan biasa-biasa saja… “jiwa ustazahnya keluar hooooooo”

Heeemmm ternyata perasaan kita malam ini sama ya teman!!! sama-sama rindu, sama-sama galau, sama-sama menanti, sama-sama untuk menyari sandaran pelabuhan, sama-sama ingin mengakhir dalam sebuah rancangan sangat sakral!!!

 Jika ia rindu back to Indonesia sedangkan alhanin rindu pada pona’an apalagi mendengar mereka sudah mau masuk sekolah, sudah mau belajar iqro dan sudah lancer manyanyi semakin ingin segara menemui kampung halaman yang memiliki sejuta cerita dan cinta bagi alhanin. Bagi alhanin mendengar suara pona’an seperti suara anak sendiri, seakan-akan meraka magic bagi alhanin ketika sedih, gundah gulanya, galau dan tak tahu mau ngapain. Benar ya kata orang anak kecil itu adalah obat hati bagi kita semua.

Akhir dari chat berjam-jam itu terdapat konotasi ingin alhanin bagikan buat ikhwafillah semuanya,  bahwa sesungguhnya penantian itu terasa sepi, apapun penantian yang kita nanti selalu beraroma kesepian….”asyikkk mulai romance dan narsis”. Tanpa kesepian rasanya penantian itu juga tak gergetan, tanpa tantangan, dan makna. Bila keseringan gergetan atau tantangan tentu lama-lama capek ngerasanya bahkan terlalu banyak dinamikanya. Bicara penantian tak habis-habis karena semua kita di bumi ini sedang giliran menanti dalam berbagai katagori maupun klasifikai penantian.

“ya begitulah hidup ya selalu penuh dengan penantian”

Seindah-indahnya penantian dan sesepi-sepinya penantian akan terasa bermakna bila penantian itu kembali pada Allah, jika penantian itu kita berkuatkan dengan ilmu, jika penantian itu kita hiasi dengan berbagi kebaikan, dan jika penantian kita seimbangi dengan doa. Insyallah berakhir keindahan yang diberkahi Allah beserta isinya…”Jleb-jleb-jleb”

Buat antuna semua sedang menanti apapun mari kita siapkan diri dalam ruang penantian ini. Hiasi penantian kita dengan banyak mengingati pemilik pempersatu penantian. Pergunakan waktu penantian kita sebagai sarana kita merenungi betapa Allah begitu mudah berkehendak untuk menyatukan rasa-rasa penantian pada waktu dan orang yang tepat.

Penantian selalu membuat ia optimis, penantian selalu membuat ia tersenyum, penantian selalu membuat ia bergegas untuk menyelesaikan tugas dan penantian pula buat semangat untuk berkerja serta mencari rezki tanpa henti.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: