Bumi dan Seisinya referensi bagi kita untuk berkarya

Bismillah

By sholiat alhanin

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (Kebesaran Allah) bagi orang yang berakal (Ali-Imran:189)

Bumi dan Seisinya referensi bagi kita untuk berkarya

Bumi dan Seisinya referensi bagi kita untuk berkarya

Mengawali tulisan ini  jadi teringat dengan film diperoleh dari mahasiswa semester 4 yang memiliki koleksi film lumayan banyak. Nama juga mahasiswa millennial, jadi yang dikoleksi adalah film dengan berbagai genre sangat berbeda dengan mahasiswa 70-an yang dikoleksi adalah buku…”beda ya, yaiyalah beda masak sama sich’

Secara otamatis mulut tergerak untuk mengkopy  “boleh gak ibu kopi filmnya”. Entah apa mendorong mulut untuk berbicara pada mahasiswa padahal alhanin tidak hoby menonton apalagi kopi menkopi film. Tapi film yang dikopi ini tidak asal film karena melalui film tersebut terinspirasi untuk menulis essay seperti tema diatas.  Melalui film tersebut menginspirasi untuk melihat bumi dan seisinya secara integritas. Sesugguhnya Allah menciptakan bumi dan seisinya dengan penuh kesempurnaan sehingga kita selalu terpukau bahkan kaget melihat ciptaan tuhan tiada tara. Melalui film itu pula menginspirasi untuk berpikir jangan pernah melihat atau menilai sesuatu setengahnya, bahasa kerennya untuk menilai siapapun di bumi Allah hendaknya ditabayun. Hoooo kok sampe tabayun sich padahal cerita akan dibahas tentang bumi dan seisinya…”jadi gak nyambungkan”

Akhirnya film dikopi beberapa minggu yang lalu tertonton juga hingga ending, biasanya ketika session menonton dengan durasi “berjam-jam” selalu ketiduran tapi tumben ya siang nich kagak ketiduran…”suatu prestasi yang harus diberi standing uplause, hoooooo gak penting banget”. Alhamdulillahnya bisa menikmati alur cerita dengan penuh kekhusyukkan kalah pula kekhusyuk ketika sholat weeeekkkkkk. Subhanallah melalui film yang berdurasi 2 jam tersebut  memberi pengaruh lebih luar biasa.

Dalam film tersebut diilustrasi bagaimana seorang anak kecil memiliki jiwa seniman namun terkendali atas peralatan yang tak ia miliki. Akhirnya ia menemui seorang sedang mengamen ditengah kota USA dengan dilengkapi gitar. Singkat cerita dengan bertemu teman baru itu ia dibawa pada tempat yang menambung anak- jalanan dan akhirnya anak kecil tersebut ikut bagian jadi anak jalanan. Pengasuh anak jalan merendahkan ia mana mungkin bisa main alat music, mana mungkin bisa bermain dengan not-not, mana mungkin bisa belajar sesingkat mungkin. Tapi sikecil tersebut tak menyerah apalagi kecut dengan remehan dari pengasuh anak jalanan. Ketika anak jalanan lain sedang tidur ia mulai belajar dan akhirnya terdengar oleh pengasuh anak jalan terkaget-kaget serta memberi apresiai luar biasa pada ia. Keesokkan hari anak kecil tersebut diizinkan untuk mengamen ditengah kota USA dan hasil ia dapat lebih banyak dengan anak-anak yang lain.

Ia tak puas dengan keahliannya dimiliki selalu membuat aresmen music bahkan dalam waktu sangat singkat bisa menghasilkan nada-nada music sangat memukau. Nada-nada ia ciptakan dari apa ia dengar, dari apa ia lihat, dari apa ia rasakan dan dari peristiwa. Bukan itu semua Allah yang menciptakan, bukan itu semua Allah yang mengerakkan. Dari penglihatan, pendengar, dan pengrasaan bisa menghasil nada-nada luar biasa… “simfoni music”

Sesungguh bumi dan seisinya adalah references begitu luas bagi kita untuk menghasilkan karya. Alhanin pun tersadar setelah menonton film tersebut,  sesungguhnya Allah begitu cinta pada hambaNya, Ia ciptakan bumi dan seisinya agar kita bisa menghasilkan sesuatu bermanfaat buat kita dan lingkungan. Sejak melihat film tersebut selalu berpikir sebenarnya Allah telah menyediakan bumi dan seisinya sebagai tema-tema atau ide-ide terbaik bagi untuk berkarya dalam profesi apapun. Tinggal kita mau atau tidak, tinggal celi menangkap segala terjadi menjadi peluang, tinggal kita berusaha untuk mewujudkan harapan melalui apa telah Allah ciptakan untuk kita.

Terutama bagi kita yang bercita-cita ingin menjadi penulis yang keseringan kehabisan ide, keseringan tidak tahu mau nulis apa, keseringan mandek ketika merangkai kata menjadi kalimat padahal Allah membentang bumi dengan begitu luas dengan tujuan agar kita mudah memperoleh ide karena setiap pertukaran waktu, setiap pertukaran siang menuju malam, setiap kejadian, setiap apa terlihat kesemua itu adalah ide yang harus kita urai maupun simpulkan dalam bentuk tulisan.

Bagi kita yang bercita menjadi penulis, suka menulis, berprofesi sebagai penulis sesungguh Allah telah menyediakan ide teruntuk kita, tinggal bagaimana kita menakap, memahami, mengerti dan merangkai ide tersebut dalam sulaman kata-kata.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: