RIndu banget pada ia yang melahirkan ku

Bismillah….

By sholiat alhanin

RIndu banget pada ia yang melahirkan kuRindu sangat pada bunda karena beberapa bulan hanya mendengar suaranya melalui sinyal-sinyal, jauh dalam sanubari ingin berda disampingnya, bercerita tentang kehidupan karena selama ini tempat berkeluh kesah  selain pada Allah, leptop tentunya pada bunda.

Setiap kali menghitung hari agar segara menuju dibulan Juli “Puasa” supaya bisa menatap kembali senyumnya, supaya bisa jalan bareng dengan ia, bisa bermanja-manja dengan ia, supaya bisa minta ini atau itu, supaya bisa dimasakin masakan favorit “Sambal lado plus sayur manyur” dan supaya bisa sholat taraweh barengan.

Ketika rindu seperti ini, teringat dengan kesalahan, kebohongan pernah dilakukan dan amanah yang terlalaikan sebagai anak. Maafkan ia bunda karena ia masih belajar segala hal. Satu hal selalu alhanin minta pada bunda ketika ditelphon yaitu jangan lupa doain alhanin agar tetap istiqomah dijalan indah ini, agar bisa menjadi wanita sholeha, agar bisa menjadi istri sholeha, agar suatu saat nanti bisa menjadi panutan bagi anak-anaknya dan bisa menjadi akhwat tangguh, tegar, ikhlas, sabar dan selalu rendah dalam bersikap.

Bunda…sudahlah lama ya alhanin tak menggenggam tangan kasar mu itu, semoga tangan kasar itu menunjukkan bahwa engkau bekerja penuh keikhlasan untuk kami.

Semoga tangan kasar dan tak mulus itu menjadi saksi di Yaumil Akhir. Dengan tangan kasar mu menggais rezki halal demi kami sehingga kami semua bisa merasa pendidikan hingga magister, bisa tercukup dalam segala hal, dan bertanda engkau telah menjalankan amanah mu sebagai ibu rumah tangga.

Bunda…Alhanin rindu untuk memasang kerudung mu seperti alhanin kenakan saat ini. Heemmm setiap bunda menggunakan kerudung alhanin selalu memperhatikan dan memasang dengan tujuan apakah sudah serasi dan menutup aurat.

Bunda…. Baru ini masyarakat Indonesia merayakan hari kartini, bagi alhanin kartini sesungguhnya dalam kehidupan ini adalah diri mu. engkau tidak hanya menjelaskan habis gelap terbitlah terang, namun engkau menjelas segala hal  dengan penuh kesabaran hingga melahirkan seorang anak perempuan penuh inspirasi dan tangguh.

Sejanak menyelesaikan Sekolah menengah kejuruan hingga sekarang alhanin banyak menghabiskan waktu diperantauan dan hanya bisa menikmati keberduan kita hanya pada momentum puasa dan lebaran. Dan maafkanlah ia bunda yang tak mau tinggal dikampung itu lagi karena engkau tahu alasan itu , insyallah jika sudah siap ia akan kembali kekampung itu lagi…. “ I don’t know when to back to village”

Bunda… walaupun jarak kita berkilo-kilo tapi hati kita satu bahkan menyatu. Bunda tetap tingkatkan doa mu pada ia. Bunda, alhanin yakin engkau lebih rindu pada anak cewek satu-satu engkau lahirkan dari rahim mu.

Bunda-bunda-bunda “mala mini alhanin menatap photo kita berdua di smart phone and tablet di berbagai tempat, dengan berbagai gaya dan berbagai warna-warni senyum tersimpulkan.

Bunda, alhanin bangga dilahirkan dari rahimmu. Melalui rahim mu alhanin bisa menikmati pesona bumi Allah nan luar biasa dan mengagungkan. Terimakasih Allah dari sekian banyak sel telur bertarung akhirnya alhanin yang sukses bertarung dan insyallah alhanin juga bisa bertarung, kompetatif di bumi Mu seperti alhanin bertarurng awal penciptaan alhanin dirahamim bunda.

Insyallah amanah, kebebasan, dan kepercayaan engkau berikan tak pernah alhanin nodai setitikpun dengan kebohongan apalagi dilalaikan. Ini terbukti dengan perjalanan waktu alhanin bisa menjaga itu semua. Berharap kedepannya tidak hanya itu aja dan berharap lebih dari itu, agar bunda tidak menyesal melahirkan alhanin ke bumi Allah.

Sekarang berproses terus menuju itu semua, insyallah Allah mengizin, berkehendak dan berkenaan akan terwujud itu semua seperti alhanin selalu katakana pada mu. untuk itu bunda jangna pernah lelah mengadahkan tangan pada rabbi, istiqomah menjalan tahajud dan dhuha agar penjalan panjang alhanin lewati mulus, lancer dan berkah. Allahuma amin

Edisi kangen “myfamily” especially to mother you always prayer her”. Alhanin mencintai bunda karena Allah, kasih dan rindu.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: