Ramdhan ku nanti

Bismillah

By Sholiat alhanin

Ramadhan ku NantiTak terasa sebentar lagi ramadhan akan menghampiri kehidupan kita, padahal baru kemaren yang menjalan ibadah puasa dengan segala kenikmatannya dan Alhamdulillah alhanin bisa menjalan bulan puasa tahun 2012 dirumah dengan orang tua, bisa menikmati sahur atau berbuka dengan orang tua. Selama bertahun-tahun biasanya puasa selalu diperantaun dengan segala suka dan duka menyatu. Mungkin pembaca sudah sering puasa dikampung orang tentunya sudah tahu bagaimana merananya atau suramnya saat menyatap makanan baik dikala sahur ataupun berbuka. Alhanin sejak 2003 hingga 2011 menikmati buka puasa dengan kesendirian, ternyata cukup lama juga merasa puasa dikampung orang. Apalagi awal-awal puasa diperantaun sangat menyedihkan “gak perlu lah diceritain” karena alhanin yakin tahu bagaimana dramatisnya hoooooo….

Berjalan dengan kebiasaan lama-lama berpuasa dikampung orang ada kenikmatian sendiri, punya cerita sendiri mulai bagaimana usaha mencari makanan kewarung-warung, bagaimana berusaha sendiri untuk bangun agar bisa sahur, dan bagaimana sedihnya menyuap makan kemulut hanya ditemani senandung nasyid atau kesunyian. Hal ini Sangat kontras menjalankan puasa dirumah sendiri seperti alhanin rasakan puasa kemaren (2012). Bisa kemasjid bareng orang tua, bisa tadarus bareng brotherhood, bisa menghidup nuasa islami dirumah sendiri dengan melantunkan ayat Al-quran. bisa makanan bareng pona’an dan bisa teman mymother kepasar alias ojek pribadi hooooo “bentuk cinta dan pengabdian pada orang tua”.

Semoga ramdahan tahun ini alhanin bisa full puasa dirumah karena ingin focus beribadah setelah 11Bulan sibuk kerja dan masalah tak diinginkan. Ingin beribadah dengan sungguh-sungguh, mungkin 11 bulan ibadah belum sempurna atau banyak terlalaikan karena mengejar dunia.

Ramdhan insyallah alhanin sudah siap menemui, sudah siap untuk berfokus beribadah, sudah siap menghabiskan waktu untuk berbanyak zikurullah apalagi kemeren kita liqo diberi materi baru yaitu berkaitan screening Ruhyiah yaitu menghabis waktu sekitar 3,5 Jam untuk membaca Surah tersebut, sedangkan Surah yang haru dibaca yaitu “Al-fatiha, Al-baqarah, Yasin, as-shaffat, Waqiah, Al-Mulk, al-ikhlas, al-falaq dan An-Nass (semoga bisa tiap hari bisa dijalankan selama berpuasa). Sudah tak tahan lagi menanti bulan penuh keberkahaan dengan bulan puasa bisa full dirumah dan menikmati indah senja puasa dikampung serta dibumbui suara beduk, suara tartil dari mesjid dan suara penguguman dari berbagai organisasi menjelas tempat tahlil karena dikampung alhanin tradisi mengaji rumah kerumah masih dilestarikan walaupun tidak melihat dampak langsung pada remaja maupun pemuda.

Ya Allah temukan hamba dengan ramadhan tahun ini hingga berikutnya. Ingin memanfaatkan waktu atau detik dengan perbanyak doa agar harapan-harapan atau resolusi tahun 2013 segar Allah hijabahkan.

Teringat puasa tahun 2010 alhanin menangis tersedu-sedu tepatnya malam takbiran karena merasa ibadah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Saat orang-orang sibuk menyambut malam takbiran tapi alhanin dalam kotak 4X4 menangis takutnya tidak dipertemukan puasa berikutnya, takut merasa alhanin tidak mendapat apa dari apa yang dilakukan.

Ditambah lagi alhanin sudah hampir setahun not back to village tentunya rasa rindu atau penantian ramadhan semakin memiliki makna sendiri bagi alhanin. Berharap ramadhan dalam penantian tidak hanya penantian untuk beribadah tentunya ada penantian yang lainnya…”Senyum-senyum”. Semoga penantian ini penuh keberkahaan yang direstui bumi dan seisinya. “Allahuma Amin” atau rama dan dani itu juga akan datang jua dibulan keberkahaan itu. yaaahhh kita lihat saja skenario Allah “Houuummmmm” dan harus sabar dalam penantian. biarlah Allah yang menentukannya dan jika itu benar terjadi tak pernah terbayangkan….^__^

Bagaimana pembaca setia blog alhanin apakah ramadhan dinanti? Apakah kalian mengharap penantian kalian penuh keberkahaan? Apakah dengan penantian membuat kalian semakin dewasa?

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: