Tuhan maafkan hamba jika dalam lantunan doa, sujud dan tilawah seakan-akan mendikte Engkau.

Bismillah…

By Sholiat alhanin

Tuhan maafkan hamba jika dalam lantunan doa, sujud dan tilawah seakan-akan mendikte Engkau.Tuhan Engkau melihat air ini menetes begitu berlinang bak air bah ketika memohon padaMu agar berkenaan keinginan ini. Tuhan tak pernah lelah untuk meminta agar Engkau membelaikan doa ini pada waktu tepat menurut Engkau yang diridhoi bumi serta isinya.

Tuhan hamba yakin Engkau mendengar ungkapan hati ini, Engkau melihat hamba meminta penuh kesungguhan, Engkau melihat ketika hamba tidur selalu afirmasi kalimat itu agar Engkau perkenaan secepat mungkin harapan, niat dan keinginan ini.

Tuhan Engkau juga sudah hafal dengan lafaz doa yang hamba lantunkan dihadapanMu. Engkau melihat hati, perasaan, pikiran dan tindakan selalu mengungkapkan kalimat yang sama hingga kapanpun.

Tuhan tak ingin bercerita kecuali padaMu, tuhan tak ingin menangis kecuali dihadapanMu, Tuhan tak ingin galau kecuali padaMu, Tuhan biarkanlah hamba cenggeng dihadapan Mu ketika hamba bersujud, ketika hamba berdoa, ketika hamba melantunkan ayat Al-quran. Tuhan biarlah hamba menangis diatas sejadah panjang itu, biarlah mukena putih itu yang tahu kesedihan hati, biar butiran tasbih sebagai penenang hati ini.

Tuhan semoga ungkapan telah Engkau hapal dan tahu makna menjadi pondasi penguat jiwa untuk melangkah dengan kesabaran. Walaupun Engkau bolak-balik hati ini dengan cobaan tapi citrakan hamba Mu yang tenang, sabar dan ikhlas atas izin Mu. Hamba yakin Engkau beri hamba cobaan diatas rata-rata atas cinta Enkgau pada hamba walaupun begitu susah bagi hamba untuk mencernanya.

Tuhan maafkan hamba jika dalam lantunan doa, sujud dan tilawah seakan-akan mendikte Engkau. Tapi dengan seperti itu hamba merasa ketenangan, merasa aura lain mengalir keseluruh raga, dan merasa mendapat solusi nyata. Tuhan jika boleh hamba meminta jangan beri hamba cobaan seperti ini lagi, jangan Engkau hadirkan cobaan ini hadari dalam seluruh jiwa. Engkau melihat betapa relung-relung hati ini  tak sanggup menahan beban.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: