Dengan sistem yang sempurna: Tuhan adalah Sang Pembuat “Skenario” sekaligus “Sutradara” dalam “cerita kehidupan”.

Dengan sistem yang sempurna: Tuhan adalah Sang Pembuat “Skenario” sekaligus “Sutradara” dalam “cerita kehidupan”.

Bismillah

Jika engkau hanya mampu merangkak, maka merangkaklah kepadaNya!
Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk, maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan; karena Tuhan, dengan rahmatNya akan tetap menerima mata uang palsumu!
Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan, maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja. Begitulah caranya!
(Jalaluddin Rumi)

Ujian adalah suatu keniscayaan dalam hidup. Mungkin pula kita tidak pernah sadar bahwa kita lahir di dunia ini adalah juga merupakan ujian. Tuhan memiliki cara-Nya tersendiri untuk meningatkan dan sekedar ‘menyentil’ hamba-hamba-Nya yang mungkin sudah mulai melupakan diri-Nya, salah satunya dengan ujian.

Sadarkah kita bahwa ujian pun merupakan wahana untuk dapat menaikkan ‘kelas’ kita lebih tinggi lagi. Saya yakin, Anda tentu sudah dapat menebak, bahwa note saya kali ini adalah merupakan sebuah refleksi diri dari beberapa bencana yang sedang bangsa kita rasakan.

Ujian Tuhan, kali ini memang terasa demikian lengkap. Dari mulai, banjir di Wasior, tsunami di Mentawai, banjir pula di Jakarta dan yang paling terasa khususnya di Pulau Jawa dan masih saja berlangsung sampai saat saya menulis catatan ini adalah letusan gunung Merapi di Jogjakarta. Rasanya, Tuhan memang tak terlalu membiarkan kita untuk larut terlalu lama dalam kepongahan diri. Ini salah satu cara kita dengan mengedepankan positive thinking. Tanpa ada rasa su’udzon kepada Tuhan kita harus dapat menyikapi segala ujian bencana alam yang sedang kita rasakan.

Mungkin tanpa sadar selama ini kita terlalu mendikte Tuhan untuk dapat menyelesaikan masalah yang menimpa kita, kita paksa Tuhan untuk menolong dengan cara kita, kita tuntut Tuhan untuk menjawab kesusahan-kesusahan itu secepatnya, padahal bukan demikian yang diinginkan oleh Tuhan. Tuhan hanya meninginkan kita ridho terhadap apa yang ditetapkan-Nya.

Sadarkan kita bahwa saat sekarang ini Tuhan sedang melatih hati kita untuk ihklas menjalani titah. Layaknya titah raja kepada seluruh rakyatnya. Namun tentu saja ini akan berbeda dengan titah raja (manusia) biasa, karena titah dari Raja kali ini adalah sebagai wahana untuk kita dapat meningkatkan derajat kita. Tuhan sedang bekerja dengan cara-Nya yang pasti tak akan mampu untuk kita jangkau walau dengan kebijakan manusia manusia pada tingkat tertinggi, tanpa kehendak-Nya.

Keadilan Tuhan tentu saja tak akan dapat disamakan dengan keadilan manusia. Itu suatu yang mutlak bahwa keadilan di hadapan Tuhan akan sulit sekali kita interpretasikan walau dengan kemampuan interpretasi kebijakan manusia tertinggi. Kita tak akan mampu, tanpa kehendak-Nya. Inilah yang sempat saya renungkan (dan kadang masih saja lupa) bahwa memang dunia ini bukan tujuan, dunia ini hanyalah terminal sementara bagi kita untuk dapat mengumpulkan bekal bagi perjalanan yang lebih panjang, “addun-yaa mazroatul akhiroh”, dunia adalah ladang perbekalan bagi negeri akhirat dan bekal itu adalah taqwa, ‘berbekallah, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa’.

Yakin bahwa Tuhan tidak pernah membidik fisik dari hamba-Nya. Itu artinya Tuhan menerapkan semua ujian bagi semua hamba-Nya tanpa memandang baik ataupun buruk fisik itu, yakin bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang buruk di dunia ini, karena Dia Maha Indah. Dan selalu ingatlah bahwa adilnya Tuhan tak akan sama dengan adilnya manusia dalam memandang apa yang hanya dapat ‘dipandang’ oleh Tuhan. Semua pasti ada nilai kebaikannya bila kita bisa mengimaninya. Lantas apakah yang dibidik oleh Tuhan ? “hati” itulah yang selalu menjadikan bidikan Tuhan. Hati manusia adalah tempat pe-rasa yang paling mampu untuk merasakan kehadiran Tuhan. Oleh karena itu Tuhan selalu bersemayam dalam kalbu (hati) orang-orang yang mampu untuk selalu dapat merasakan kehadiran-Nya. Siapakah dia ? dia adalah manusia yang mampu untuk tetap mengimani dan meyakini Tuhan dalam kondisi apapun dan bagaimanapun.

Tuhan pula Yang Maha membolak-balikkan hati. Kita mungkin seringkali menyadari kehadiran-Nya disaat Tuhan sedang memberi ‘nikmat’ pada kehidupan kita. Dan kesadaran itu akan punah begitu saja ketika ‘ujian’ itu datang menghampiri kehidupan kita. Semua rasa syukur akan demikian cepat punah, dan kita akan berkata “betapa tidak adilnya Tuhan ?” lalu kita menuntut keadilan, hati pun diliputi rasa galau dan gelisah, kemudian menjauh, terus menjauh dan semakin menjauh. Naudzubillahi min dzalik.

Tuhan telah menetapkan peran terhadap kita masing-masing. Tuhan adalah Sang Pembuat “Skenario” sekaligus “Sutradara” dalam “cerita kehidupan”. Dia menugaskan kita untuk menjalani peran dengan proporsional dan profesional. Artinya bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tidak ada yang bersifat kebetulan, karena semua telah diatur dengan sistem yang sempurna. Jika kita menyandarkan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini hanya kepada-Nya, maka saya yakin semua persoalan itu pun akan dapat kita atasi. Karena Tuhan yang menghadirkan “cerita” dan tentu saja Dia telah pula mengetahui akhir jalan “cerita” dari masing-masing peran yang sedang kita lakoni di dunia ini.

Inilah rahasia Tuhan, di setiap kejadian pasti ada hikmah yang Dia sembunyikan, karenanya, jangan pernah berprasangka buruk dengan Tuhan dalam kondisi apa pun, sebab Tuhan pasti memberikan yang terbaik buat hamba-hamba-Nya yang bertawakal. “Robbana ma kholaqta hadza bathilan, subhanaka faqina adzabannar”…Subhanallah…Tuhan menguji kita dan kita memuji-Nya.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: