Curhatan Dosen Muda “1”

By: Sholiatalhanin

Bismillah…

Kehilangan PassionBerburu dengan waktu setelah siaran, sholat zuhur, makan siang  berbegagas menuju kampus tempat alhanin berbakti, tempat berbagi ilmu, tempat terhibur, tempat menemu berbagai varian karakter manusia dan tempat mendapat ilmu baru juga dari mahasiswa. Alhamdulillah sampai juga dikampus dengan tepat waktu dengan kecepatan motor 40menit/jam atau sekitar setengah jam perjalan. Pas parker motor terdengar pula smarphone berbunyi dengan nada tilawah, ternyata mahasiswa ukhti menanyakan apakah masuk apa gak!!!

Padahal semalam juga sudah mati-matian mempersiapkan materi dari barbagai referensi dari jurnal, buku maupun web tertentu berkaitan dengan mata kuliah yang diamanahkan saat ini. Tiba-tiba ketika diruang perkuliahan “lantai 1” dekat ruangan dosen mood alhanin hilang untuk mengajar apalagi melihat tugas mahasiswa semakin menghilang passion untuk berdiri di ruang perkuliahan.

Alhanin geleng-geleng kepala melihat tugas mahasiswa, bayangkan alhanin memberi lima soal dengan penjelasan sedetail-detailnya tapi apa yang terjadi dari 22 Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan hanya segelintir mendekati kebenaran. Lebih parahnya lagi ada mahasiswa hanya menjawab dengan selembar kertas HVS itu pun tidak penuh. Mau dibawa kemana generasi penerus bangsa jika membuat tugas seperti itu saja susah, bagaimana jika dikasih menganalisis, mencari solusi dan presentasi on front class.

 Mood alhanin semakin hilang ketika menjelas satu persatu slide tidak ada tanggapan, melihat mereka asyik mengombrol, semakin asyik dengan kantuk mereka, semakin asyik keluar. Sekali-kali menyapa dengan melembarkan pertanyaan atau untuk menjelas kembali apa telah alhanin jelaskan.

Sepertinya teguran alhanin belum berhasilnya, akhirnya alhanin diami dan menanyakan kepada mereka. Apa sesungguhnya meraka inginkan, jika memang berat atau tidak senang kuliah dengan saya silahkan untuk bersteatment, jika merasa banyak tugas dengan saya silahkan  katakana keberatan kalian.

Setelah diperingati dengan cara tersebut baru mereka diam, baru mereka sadar, baru mereka Ngeh.  Padahal selama ini, alhanin sudah selunak mungkin mengajar meraka, sudah member win-win solution dalam proses pembalajaran, sudah mengarah sekomplik mungkin tapi semakin alhanin kasih hati mereka semakin meremehkan.

Apakah perlu alhanin menggunakan cara lain “sadis” agar mereka focus saat proses pembalajaran. Padahal dengan seikhlas mungkin berbagi ilmu dengan mereka, padahal coba menerapkan proses pembalajaran dengan emosional agar mereka mudah memahami atau menangkap apa disajikan didepan kelas. Menerapkan model pembalajaran seperti itu agar mereka paham dan mengerti materi dibahas.

Jadi teringat dengan dosen ukhti di Universitas Gadjah Mada ketika menjelas benar-benar dengan emosional, benar dengan segala motivasi dan semakin inginnya mahasiswa paham sehingga tidak diperboleh izin, mengetik atau koneksi dengan internet.

Ya begini gambar mahasiswa saat ini walaupun ada cerdas itu hanya sebeberapa orang selain itu…”pembaca tahu apa kan”. Ditambah lagi ngajar semester senior mereka mulai  meremahkan dosen muda seperti Alhanin. Sangat beda banget ngajar mahasiswa baru dengan mahasiswa bertahun-tahun dikampus, seakan-akan meraka sudah pintar, seakan-akan mereka sudah paham semua tapi ketika direview lagi materi perkuliahan dari semester satu hingga semester 6 rata-rata tidak menjawab yang ada diam alias pura-pura mikir.

Alhanin buka membojok mahasiswa disini jika ada mahasiswa yang pembaca tulisan alhanin, disini ingin membuka your mind and your heart bahwa kuliah itu tidak hanya hadir saja diruang perkuliahan tapi ada hal lain tugas yaitu mengfeedback materi yang dibahas apakah paham atau tidak jangan diam saja, Ketika dikasih tugas setiap pertemuan mulai dach mereka gelisah, galau dan merenggut.

Bahkan menjadi mahasiswa kalian menyadang gelar agent of change. Jadi untuk menjadi generasi perubahan bagi keluarga, lingkungan dan bangsa tentunya harus memiliki pemahaman peran sebagai mahasiswa, bisa mempresentasikan your exam on class and strong to discussion, not silent if your learning!!!

Terkadang ketika memberi nilai sesungguhnya sangat jauh standarisasi mereka jika dibanding dengan idealism alhanin. Tapi alhanin harus paham juga untuk menerap idealism karena ini bukan Gadjah Mada, ini bukan Universitas Padjadjaran. Alhamdulillah juga dengan mengajar berbagai tingkatan mahasiswa bisa membaca sikap, tindakan dan cara meraka berpikir atau mengeluarkan pendapat.

Bagi kalian bergelar atau berstatus mahasiswa “sebaiknya pergunakan kesempatan diskusi atau Tanya jawab ketika perkuliahan, kalau tidak paham silahkan ditanya jangan diam seribu bahasa, jangan malu untuk berdiskusi, jangan takut kalau pertanyaan disalahi teman, kalian harus berani komunikasi dan kalian harus aktif. Sebab rata-rata dosen sangat senang dengan mahasiswa yang kritis, cerdas dan aktif. Bahkan dosen cepat hapal mahasiswa aktif dan keaktifan kalian sangat mempengaruhi nilai kalian.

Akhirnya proses pembalajaran hari ini dicut seharusnya selesai sampai 17.30 tapi melihat kondisi tidak memungkin maka dengan terpaksa menghentikan pertemuan, walaupun alhanin merasa bersalah karena tidak bisa menjelaskan slide hingga selesai.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: