Biarlah sunyi meredupkan rindu

Bismilllah….

Biarlah sunyi meredupkan rinduSunyi, sepi, hening, terdengar pula tetesan air hujan dari genteng rumah, hanya lampu yang menyinari jiwa. Padahal waktu masih 21.00 wib kok terasa sunyi malam ini, kemungkinan sunyinya malam tak ada teman untuk bercerita, mungkin sunyi malam hati sedang bergalau, mungkin sunyinya malam karena ada satu rasa belum bisa terungkap, mungkin sunyinya malam disebabkan jiwa sedang menunggu dan mungkin sunyinya malam bertanda seharusnya untuk istirahat.

 Tercium pula wangian sedap malam tetangga, tumpukkan buku masih berserakkan diatas kasur, terlihat pula kacamata selalu digunakan  selama membaca terlentangdiatas tablet dan selimut telah memanggil jiwa untuk segera melelapkan mata agar keesokkan harinya bisa menjalankan aktivitas dengan penuh motivasi serta keberkahaan.

Akhirnya kesunyian malam dilampiaskan pada leptop perjuangan yang selalu setia menemai ukhti ketika kondisi seperti saat ini. Leptop adalah tempat curhat yang sangat setia, ia tak pernah bosan untuk mendengar ukhti mengeluh, ia selalu mendengar curahan hati seorang wanita sedang perjuangan serta perporoses meraih impian besar, ia bahkan selalu menarik hati untuk terus bercerita indah dengannya. ketika leptop ukhti opname dengan otomatis kehilangan tempat mengeluarkan rasa dan ide.

Tuhan betapa malam ini sunyi lebih sunyi malam sebelumnya.  Seakan-akan bahasa jiwa di malam nan sunyi membawa pada sebuah harapan dan sesuatu akan terjadi. Terimasih malam telah membawa ukhti pada sebuah perasaan penuh keyakinan, dan akan ukhti ukir perasaan ini pada kenyataan yang konkrit.

Tuhan berharap cukup lah Engkau menghilang sunyi ini, cukuplah Engkau menghiburkan jiwa ini dengan menghadirkan cahaya bintang, rembulan dan angin malam sebagai teman untuk menemani malam nan panjang ini.

Malam nan sunyi ini juga membawa muhasabah diri tentang hakikat kehidupan, akhir kehehidupan dan teringat pula dengan kampung nan jauh disana. Tuhan ketika sunyi malam seperti ini, ingin segeranya terbang dan pulang kekampung tempat ukhti dilahirkan. Tapi itu tak mungkin!!!

Berharap nan sunyi ini adalah bertanda awal yang cantik untuk membuka segala hal belum bisa diukir, belum bisa dijelaskan, belum bisa dinyatakan, belum bisa dipersatukan, belum dihayati pada sebuah makna kehidupan lebih bermakna dan berkah. Inilah nama perjalanan hidup terkadang harus mengalami berbagai kondisi hidup agar paham setiap kondisi yang ada. Biarlah malam nan sunyi yang meredupkan rindu ini. wahai hati ku nikmati saja melodi nan sunyi ini dan anggaplah keindahan malam sunyi adalah aksesoris kehidupan.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: