wisata kehidupan

Hati-hati  dengan sikap kita semua akan dibalas

Bismillah…

Wisata Kehidupan
Sudah lama tak menginjak kaki di rumah sakit, seingat ukhti terakhir kerumah sakit saat di opname di rumah sakit interanational Yogyakarta ketika sedangkan menjalankan perkuliahan pasca sarjana di universitas ternama Yogyakarta. Untuk pertama kali diopnama semoga itu yang terakhir, Allahuma amin. Bersyukur ketika diopname selalu ditemani teman-teman kuliah, adek sepupu dan teman kos tak tahu apa yang terjadi andailah tanpa pertolongan meraka…”Terimakasih teman atas kebaikan kalian, Insyallah akan membalas kebaikan kalian seperti janji Allah dalam Al-quran  siapa melakukan kebaikan maka kebaikanya untuk mereka sendiri. Flashback memoir at yogya 2010.

Before 2010 ukhti tak pernah mendatangi tempat tersebut, tapi sabtu kemaren ukhti harus kerumah sakit dikota yang berbeda dan rumah sakit yang berbeda pula, dalam momentum menemani orang tua chekup dan ukhti pun mengelus dada, tarik napas kencang-kencang. Ya Allah sesungguhnya Engkau sangat mahakuasa terlihat bagaimana beragam penyakit Engkau ciptakan, ada yang disembuhkan, ada dimenikmati sakit bertahun-tahun, dan meninggal dalam kesakitan parah.

Selama berada dirumah sakit sekitar setengah jam, kembali mengingati kembali arti kehidupan dan bersyukur Allah masih member kekuatan, masih member kesempatan untuk menghirup udara secara gratis, masih diberi kesempatan anatomi tubuh dengan sempurna tanpa kekurangan satupun sehingga melakukan kegiatan dengan freedom. Masih bisa merasa nikmat makan dengan berbagai cita rasa dibanding dengan meraka tak bisa menikmati lagi.

Jadi paparan diatas sebagai renungan atau muhasabah untuk kita semua? Apakah kenikmatan yang sempurna Allah taburkan pada kita sudah dibalas dengan bersyukur/semakin cinta pada ajaranNya! Apakah kesempurnaan anatomi tubuh Allah anugrah pada kita sudahkah kita lakukan untuk melakukan kebaikan atau sebaliknya kita lebih banyak menghabis waktu untuk bermaksiat, menyakiti antar sesame, melakukan kemurkaan.

Jika itu kita lakukan atau pernah melakukan maka hati-hati karena semua akan diminta pertanggungjawab, semua akan dibalas apa yang kita lakukan sebab hokum Allah berlaku dibumiNya dan kehendakNya begitu cepat terjadi…”Kun Fa Yakun”

Mari ikhwafillah semua, kita muhasabah diri kita. Apakah kita banyak melakukan kebaikan atau menabur dosa? Semoga langkah kaki, nafas, mata, pikiran, tangan, lisan dan tindakan kita selalu rindu untuk melakukan kebaikan yang mengalirkan pahala teruntuk kita dan keluarga.

Selagi Allah masih memberi kesempatan luar bisa pada kita, selagi Allah masih cinta pada kita, selagi Allah masih mempercayai kita berhak mendapat kenikmatan, selagi Allah masih waktu bagi kita untuk memperbaiki diri dan ibadah kita.

Yuuukkkk, kita perbaiki diri menjadi Akhlak sholeh/sholeha, memanfaatkan waktu untuk terus meningkatkan keilmuan, meningkat kedekatan diri padaNya, meningkatkan kesyukuran kita, meningkatkan keikhlasan kita, meningkat amal kebaikan kita. ‘

Jangan sampai kita tersadar untuk berubah dan rindu mendekati diri padaNya ketika saat mendapat ujian, cobaan, penyakit dan ketika usia telah senja.

Terkadang kita harus sering wisata keagamaan ditempat bisa memahami arti kebesaran Allah, tempat kita sadar tentang kekuasaan Allah, tentang arti kekayaan sesungguhnya, tentang arti syukur misalnya kerumah sakit.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: