Jejak unik masa mengaji

Bismillah…

Jejak unik masa mengajiKakak beradik mengaji dirumah ukhti mengingat kembali peristiwa terindah pernah ukhti jalani dikampung yaitu mengrecall back about untold story with mybroteherhood. Ya Allah padahal dulu kala ukhti diajari mengaji oleh gurungaji (ustad/ustazah) sekarang itu berputar dimana ukhti menjadi gurungaji.

Sungguh begitu cepat masa ini berlalu padahal masih teringat jelas masa-masa ukhti mengaji bareng abang MM yang terjadi 15tahun lalu. Masa-masa mengaji dibeberapa tempat dengan cerita penuh lelucon dan memiliki makna penuh inspirasi.

Ukhti mengaji ditiga tempat dan terakhir mengaji sebelah rumah. Ketiga tempat tersebut mengajari ukhti berbeda-beda.  Tempat pertama mulai mengenal nama Iqro, kemudian tempat kedua lebih banyak menghapal doa-doa serta banyak hapal soal cerdas cermat sedangkan terakhir focus pada pembelajaran Al-quran mulai tajwid hingga makro hurup. Ketiga tempat tersebut memberi cerita unik, berbeda dan narsis tentunya.

Di mulai cerita takut pulang kerumah biasalah dulu ukhti mengaji habis magrib sedangkan sekarang banyak yang ngaji setelah ashar atau sore hari, ngajinya hampir tiap malam sedangkan pulang jam8 malam dikampung jam segitu sudah sepi banget.

Maka cara ditempuh agar berani pulang kerumah kencang-kencang baca surat Al-fatiha dan doa-doa yang dipelajari selama mengaji. Tujuannya agar mereka yang selorong rumah ukhti mengetahui sudah pulang dari mengaji dan menghilang rasa takut.

Hal tersebut selalu ukhti lakukan berulang-ulang setiap pulang mengaji semari berlari-lari kerumah. Sungguh indah masa kecil itu andailah bisa memutar waktu masa kecil, ingin sekali kembali dimasa itu.

Lebih parahnya ada adegan nangis ketika mendapat hadiah, biasanya setiap malam jumat selalu diadakan perlombaan bacaan iqro setingkat siapa bacaannya bagus dari segi tajwid dan estetika maka hadiahnya adalah buku plus pensil.

Alhamdulillah waktu itu ukhti dapat juara pertamanya, tumben aja ukhti dapat juara padahal sebelumnya tidak pernah samasekali juara selama perlomba bacaan Al-quran. Ketika disebutnya ukhti juara ketawa dan kanget, tapi sampai dirumah nangis-nangis karena hadiah diraih bisa ditunjuki pada bundo karena waktu itu orangtua kesuatu daerah…”ternyata apapun terjadi pada anak baik suka dan duka pasti akan mencerita pada orang tua terutama ibunya”

Kisah sedih malam itu masih teringat indah dan memberi pelajaran sangat berharga jika suatu saat nanti menjadi orang tua, ketika anak-anak meraih juara atau kegiatan lain maka dampinglah mereka, jadilah orang pertama yang memberi selamat atas kesuksesaan apapun diraih anak. Jangan sampai kita orang terakhir mengucap dan mengetahui keadaan anak. Hal tersebut sangat mempengaruhi psikologi dan mood anak.

Pernah pula mengalami iqro masuk got padahal iqro baru, heeemm ternyata ukhti waktu kecil nakal banget dengan terpaksa iqbo baru dilap dengan penuh kesabaran secara masuk got kena hal tidak diinginkan pula hooooo, bahkan pernah pula lupa pake kerudung ketika mengaji, yang ini lebih parah lagi ya masak mengaji lupa bawa kerudung. Ya Rabb ternyata waktu begitu luar biasa melangkah semua masih tersimpan indahl dalam memori kehidupan.

Sedangkan tempat ketiga adalah tempat terakhir mengaji sejak SMP hingga lulus Sekolah menengah pertama dan Alhamdulillah disana sangat mahir mengaji. Disana lebih focus pada tajwid dan irama mengaji tapi kekurangannya adalah ukhti kehilangan semua doa-doa dihapafal karena selama ngaji tempat terakhir tidak pernah dikasih menghapal doa.

Buat guru ngaji ukhti terimakasih atas ketulusan, kesabaran dan tuntunannya dengan penuh cinta Allah balaskan dengan pahala menjadi lumbung kebaikan. Andailah tanpa bimbingan kalian mungkin ukhti tak seindah sekarang mengajinya. Ilmu ukhti raih dan bekal gurungaji taburkan pada ukhti akan diaplikasikan dan berbagi untuk adik-adik yang ukhti bina dirumah. Seperti dijelaskan dalam Hadist sebaik-baiknya ilmu dipelajari dan diajari adalah ilmu Al-quran.

Tentunya ukhti juga berterimakasih pada orangtua dan abang-abang yang begitu ikhlas menjimak kajian ukhti ketika mengulangnya kembali dirumah. Kalian memahami benar peran kalian sebagai orang tua dan kakak. Moga bekal yang kalian siapkan selama ini berharap Allah balas dengan ganjaran berupa surga firdaus dan kemudahan dalam segala hal, Allahuma Amin.

Jika melirik dilingkungan kita masih banyak anak usia 60 maupun remaja tidak bisa membaca Al-quran. Jika seperti ini siapa harus disalahkan! Apakah orangtua yang kurang mendorong/mengingati anak mereka mengaji atau anak-anak yang tidak mau mengaji!

Sesungguhnya yang akan disalahkan adalah orang tua! Dan kurangnya motivasi anak untuk belajar mengaji karena akan diminta pertanggung jawabnya di Yaumil Akhir. Untuk itu bagi orangtua jika diantara anak belum bisa mengaji maka ingatkan mereka terus dan tujuan mengajari mereka mengaji agar ada yang mendoakan.

Ditambah lagi hidup dizaman jahiliyah modern seakan-akan mengaji bukan kebutuhan pokok harus dipenuhi karena kegiatan mengaji telah digusur dengan mengejar ilmu dunia saja seperti Les English, Matematika, musik dan playstation dianggap lebih penting dari mengaji.

Padahal menurut Ustad pernah ukhti dengar ceramahnya ilmu tersebut tidak pernah ditanya ketika alam Barza tapi yang ditanyakan adalah berkaitan ilmu agama seperti mengaji.

Semoga kesadaran orang tua tidak tergerus dengan ilmu dunia saja, betapa ruginya nanti ketika orangtua tak ada didunia tapi keadaan anak-anak ditinggal dalam keadaan belum mengenal agama karena lebih mementing ilmu lainnya.

“Keheningan malam membawa ukhti pada 15tahun yang silam, sungguh indah kebersamaan dengan mereka, keindahan itu hanya bisa diingat-ingat dengan tetap bersyukur betapa masa kecil adalah masa menentukan bagaimana berapa tahun berikut, kisah ukhti alami saat ini adalah bagian ukiran yang memenuhi pikiran tentang harapan ketika kecil, dan masa sekarang adalah menentukan masa depan ukhti penuh kemilau, Allahuma Amin. Jambicity26Feb2013”

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: