Bertahan Hingga batas waktu

Bismillah…

Hingga batas waktuMalam begitu panas ditemani terangnya sinar rembulan yang begitu gagah menyinari bumi bahkan ketika kegagahan bulan begitu pesona saat itu pula tergerak hati ini untuk memplaylist lagu daerah (Tale kerinci) yang begitu menyentuh, ketika mendengar air mata berlinang-linang teringat tanah kelahiran tempat ukhti dilahirkan, tempat ukhti belajar mengaji, tempat ukhti tertawa penuh lelucon, tempat ukhti berteriak bermain dipandang rumput, tempat ukhti mengenal mimpi menjadi orang sukses, dan  tempat ukhti pertama mengenal cinta.

Padahal selama bertahun-tahun diperantauan sejak strata satu hingga strata dua tak akan pernah mau mendengar music daerah tempat kelahiran ukhti karena tahu dampak pada psikologi yaitu jadi rindu keluarga, rumah dan kampung begitu pesona sehingga bawaannya pengan pulang aja.

Entah kenapa malam begitu galau ini ukhti ingin mendengar music daerah tersebut, entah apa yang terjadi dengan perasaan padahal dulu pernah steatment haram bagi ukhti untuk mendengar music daerah kecuali mendengar dirumah, seperti malam ini tak mengenal slogan tersebut.

Mungkin ingin mendengar music tersebut dikarena sudah beberapa bulan ukhti tak back to home walaupun sudah didatang bundo, bapak dan abang-abang tetap belum merasa puas sebelum menginjak tanah pusoko kerinci. Jika dipaksa bisa saja melihat kampung nan indah itu, tapi mengingat sesuatu hal rasanya tak ingin lagi tinggal dikampung tersebut cukuplah ukhti jadi orang perantauan.

Berharap ukhti betah disini hingga batas waktu tak tertentu, sejak kejadian itu jadi tak ingin back to home, jadi keasyikkan jadi orang perantauan. Andailah boleh memilih dan mendikte pada Allah ingin memohon moga pedamping hidup adalah orang yang juga merantau atau orang perantauan agar tujuan hidup bisa dijalani bersama dari nol dengan penuh perjuangan berlandas cinta pada nilai-nilai islam.

Hidup diperantuan rasa nyaman walaupun tidak memiliki sanak-saudara dibanding diperkampung selalu melihat kesalahan orang, selalu menyalahkan, selalu memperhatikan, selalu menyelekkan, selalu berpikir tidak melihat recyle information ketika menjustifion orang.

Tapi mungkin bisa bertahan bertahun-tahun…”moga bisa mohon Engkau kuatkan ikhtiar ini, kuatkan keinginan ini, kuatkan perasaan ini”.

Setelah mendengar music daerah penuh makna tersirat membayangkan bahwa Hidup ini seperti sinetron terkadang penuh kebahagian, terkadang penuh tangisan, terkadang penuh tebakkan, terkadang penuh kehinaan, terkadang penuh kekaguman, terkadang penuh  keikhlasan dan terkadang harus legowo menerima hal terjadi.

Inilah nama pelanggi kehidupan yang tidak semua orang bisa merasa dan mengalami kehidupan yang memiliki sejuta kenangan, kisah dan cita rasa begitu unik. Thaks a lot to my Allah you give varian feelling up word and hope survival unlimited.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: