Ini cerita ukhti mana cerita mu (part two)

Ini cerita ukhti mana cerita mu (part two)Bismillah….

Tiba-tiba pulang dari siaran pengen minum cendol mungkin pengaruh siaran kali ya, secara ketika siaran tema yang diangkat berkaitan dengan minum ringan enak disantap dikala siang hari salah satunya adalah cendol, degan, es doger dan sejenisnya.

Sejak keluar dari tempat siaran sejak itulah mata mulai melirik kiri kanan untuk mencari santapan enak apalagi ditambah cuaca pulang kerumah begitu panas sepertinya minum ringan mampu menghilangkan rasa penat dan lelah.

Akhirnya Allah mengerakkan hati, pikiran dan motor untuk berhenti disalah satu gerobak penjual es doger padahal sejak dari kantor hingga kerumah sudah beberapa gerobak penjual minuman ringan dilalui, tinggal begitu saja dan gerobak terakhir baru deal untuk berhenti.

Langsung pesan sama ibu-ibu yang separoh baya menjual es doger dan ibu juga menyambut dengan pertanyaan! Berapa mba dan makan disini atau dibungkus? Langsung nyauttt dua bu truz dibungkus ya. Walaupun sudah dibeli dua bungkus ternyata adek tak suka ma esdoger padahal apa yang dibeli selalu doyan.

Sembari ibu menyayikan es doger dalam plastic, ukhti coba membuka komunikasi ringan menggunakan unsure 4W+1H, ternyata komunikasi sangat cair dan sepertinya sangat senang banget dikomunikasi terjalin begitu singkat tersebut.

Ternyata ibu orang padang (Painan), awalnya ukhti sudah bisa menembak kalau ibu penjual es doger adalah orang padang karena menurut pengamatan ukhti rata-rata penjual es atau cendol dikota Emas orang Sumatera Barat berbeda dengan penjual goreng dipinggir jalan dipasti orang Jawa semua. “analasis felling aja”

Ketika komuniksi terjalin terjadi feedback (Timbalbalik) ini baru komunikasi sudah mulai efektif jika mengikuti teori komunikasi. Entah kenapa setiap menyapa atau berkomunikasi dengan orang lain selalu pertanyaan pertama selalu dilontar “Sudah nikah belum”, pasti ukhti menyautnya dengan senyum ikhlas dan pesona huakksssss.

Sebaiknya mba cari suami berprofesi polisi, ukhti tertawa aja! Terus ukhti Tanya balik kenapa bu harus suami polisi? Tahu gak apa jawaban ibu tersebut! Semakin tersenyum aja mendengar jawaban ibu penjual cendol tersebut.

Jawabannya seperti ini, Lihatin bajunya aja kita sudah kenyang mba ditambah lagi badannya yang kekar pasti makin nyaman…”Hooooo makin ketawa semakin menjadi melihat celoteh ibu begitu semangat”. Ya biasalah setiap orang punya criteria sendiri untuk pendamping hidup.

Ukhti hanya menjawab, njeh aja walaupun steatment ibu tersebut sangat berbalik dengan criteria UKhti heeemmm. Dan ibu semakin nyaman berkomunikasi terlihat dari makin banyaknya pertanyaan diajukan pada ukhti padahal sebelumnya hanya menanyakan keadaan ibu, sejak kapan jualan ini, sampai jam berapa jual es dogernya truz bagaimana apakah jualannya laris manis (pertanyaan yang ukhti lontar dikombinasi antara teori komunikasi dan hypnotherapy yaitu (chungki UP, chungki Down dan chungki side).

Komunikasi ringan tersebut memberi makna tersendiri bagi ukhti ketika melepaskan lelah dan sampai dirumah masih teringat dengan semangat ibu penjual cendol tersebut, semoga doa yang dilontarkan Allah dengar bahkan diijabah segara mungkin. Hendaknya ukhti juga harus semangat seperti itu yang mencari rezki halal dengan cara perpanas ria demi keluarga.

Komunikasi sejenak harus dihentikan karena bungkus cendol sudah selesai, ukhti membayar dengan uang pas dan semari mengucapkan terimakasih serta Salam.

Sesampai dirumah cerita sama adek langsung ketawa terbahak-bahak, kok iso yo bu cendol celoteh tentang criteria suami padahal tidak tahu kak itu siapa. Ya biasalah dek kalau lihatin orang cantik dan sholeha kayak kakak banyak suka tanyain tentang calon huakkkssss….”kepedeaan sendiri plus guyon.com”.

Semari menikmati es doger tiba-tiba teringat dengan doa pak Haji dipasar Aur Kuning bukit tinggi yang mendoakan ukhti begitu indah dan pesona. Pertanyaan pak haji juga hampir sama dengan pertanyaan bu penjual es doger….”Heeemmm”.

Buat bu penjual es doger dan penjual Mukenah di bukit tinggi terimakasih atas doa keikhlasan kalian, terimakasih atas pujiannya, terimakasih sudah memberi makna berbeda setiap komunikasi terjalin.

Moga suatu saat ukhti bisa kembali beli esdoger dan membeli mukenanya dengan cerita yang berbeda tetapi masih dengan lantunan doa yang sama…. “Inspirasi siang hari menikmati indah esdoger serta dirandom kisah klasik perjalan menemi orang tua dipasar Aur kuning bukit tinggi”

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: