Muda dan Maksiat

Bismillah…

berlomba-lomba dalam kebaikanMiris banget melihat sikap anak remaja sekarang dalam pergaulan terutama masalah pacaran sudah tak ada lagi pemisah antara pacaran atau suami. ini benar ukhti alami sendiri ketika melihat adik-adik sepupu telphon berjam-jam, entah apa pula meraka bahas kok bisa telpon selama itu, dan memojok pula…”ukhti geleng-geleng”

 padahal sudah sering banget ingatin meraka baik secara langsung, sindirian bahkan blak-blakan tapi tetap tidak ada perubahan sedikitpun hanya dijawab iya dan susah kak kalau soal hati…”Lo nya aja gak mau!!! apa susahnya sich mendelete folder hati di hati lo”

Plizzzz dech, padahal mereka tahu bahwa dalam islam tidak dibenarkan berpacaran apalagi bermaksiat. bukan pacaran merupakan bagian dari maksiat!!! ketika dibilang mereka melakukan maksiat langsung marah dan selalu mencari dalil kalau itu bukan maksiat.

Euuyyyyy anak muda tahu gak sich kalau pacaran itu maksiat atau kalian selalu sempit memaknai tentang maksiat. begini gara-gara keasyikan pacaran sehingga tak tahu lagi kalau pacaran itu adalah maksiat.

Tiba-tiba ukhti merasa tak berhasil memberi contoh agar mereka mengerti tentang keindahan islam, terasa pula ukhti tak dihargai ketika menyampai tausiah, dan tak apa-apa walaupun lisan tak berhasil insyallah dengan sikap berhasil membawa mereka perubahan secara berlahan-lahan. Semoga Allah beri keistiqomahan dalam member tauladan baik secara kata, sikap dan pikiran.

ngapain juga mereka heboh banget bahkan sampai galau dan mengigil membahas tentang perasaan tak selayak untuk dibahas. plizzz dech sebaiknya renung kembali tujuan penciptaan kita dunia sebagai apa? sedangkan kita diciptakan bukan untuk pacaran, bergalau membahas tentang cowok tetapi Allah ciptakan kita sebagai khalifah dalam rangka membela Agama Allah.

kcian kaliannya masa muda hanya focus membahas  pacaran dan belum tentu si dia jadi milik kalian sangat disayangi pula harga diri kalian diinjak oleh lelaki gara-gara atas nama cinta. wahai perempuan kalian adalah bidarai bermata jeli hanya boleh disentuh yang sudah halal buat dirimu bukan seperti sekarang ini hanya disodori cinta semu yang tak berpondasi.

Padahal kita tahu cinta sesungguhnya adalah cinta telah terikat janji suci dihadapan Allah seperti ungkapan indah berikut cintailah yang engkau nikahi bukan mencintai orang belum tentu milik dan jodoh kita.

wahai remaja atau pemuda sebelum waktu Allah ambil jatah hidup didunia segara tinggal maksiat tersebut, segera perbaiki diri dan segara bertaubat agar kalian meraih kenikmatan luar biasa.

ingatlah semua akan Allah minta pertanggung jawabnya mulai hal terkecil hingga luar biasa, jangan sampai nikmat Allah berikankan pada kita lebih dominan untuk maksiat, Nauzubillah minzalik. sebaiknya waktu muda digunakan untuk kebaikan terutama menuntut ilmu setinggi mungkin serta berlomba-lomba dalam kebaikan.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: