Anda pernah disakiti, ukhti juga pernah tapi nikmati saja kezholiman itu

Anda pernah disakiti, ukhti juga pernah tapi nikmati saja kezholiman ituBismillah…

Hujan sangat lebat menghentikan langkah kaki menuju kampus untuk menyerah soal ujian karena beberapa hari lagi mahasiswa bakal ujian Akhir semester. Tiba-tiba hujan mengingat dengan keharuan ketika pulang les English dikota gudeg semua basah tapi Alhamdulillah leptop dan Handphone terselamatkan sedangkan yang lain tak ada harapan, hujan pula mengingat kembali sebuah rasa pernah hadir dalam sukma yaitu rasa antara dua anak manusia (Sahabat) yang dipertemukan dalam sebuah organisasi sehingga sekarang harus berpisah antara pulau begitu jauh dan hujan pula mengingat kembali peristiwa menyakitkan. Bahkan hujan pula mengricall kembali nuansa naik damri ketika tinggal dikota bandung yang begitu desak para penumpang tentunya dengan aroma yang berbeda pula…”tak perlu dijelaskan aroma apa saja terciumi”.

Pembaca pernahkan merasa disakiti, tentu jawabannya pernah. Tapi dosis sakit pasti ada skala atau rangkingnya. Disini ukhti, tidak akan membahas sakit hati apa saja pernah kita alami, namun bagaimana kita mengelola rasa sakit “maintance” apakah rasa sakit itu kita tanggapi dengan positif atau negative.

Tanpa observasi atau diwawancara satu persatu awalnya pasti kita akan menanggapi dengan negative, itu sangat wajar karena kita manusia diberi rasa untuk merespon hal terjadi dalam kehidupan kita. Berjalan dengan arus waktu, matarahari mengililing bumi, pertukaran tanggal, bulan dan tahun, Insyallah rasa sakit yang terhapus sendirinya serta akan terungkap pula hikmah sangat memukai bagi kita.

Baiklah ukhti akan memberi sebuah sugesti bagi pembaca tolong resapi dan dijalankan karena membaca saja tidak cukup tanpa renung serta mengafliasikannya. Sugesti ini hampir sama dengan saran para ustad “Aa Gym”, motivator “Jamil Azzaini, Mario Teguh, etc”.

Tuhan tak membiarkan kita menangis sepanjang masa…
Biarlah hujan dan desiran angin meluruhkan segala luka dan lara
Setiap lembar sejarah kita bukan untuk diisi sekedar ratapan dan keluhan
Tiap ujian,goresan luka dan rasa kecewa adalah caraNYA mendewasakan kita
Teruslah berjalan dan berputar bersama detik waktu menebar manfaat dan kebaikan
Moga Tuhan mengampuni dan memberkahi hidup kita…

Ketika disakiti maka sambut dengan senyum dan katakan pada mereka yang telah menyakiti kita terima kasih Allah kirim kalian untuk menyakiti, ingat jangan pernah terpikir untuk membalas kesakitan dengan kesakitan cukup Allah akan menunjukkan bagaimana pembalasan yang akan mereka terima. Ketika tersakiti, dihina, dizholimi maka sikap cerdas harus kita lakukan perbanyak doa. “Doa yang akan Allah segara Ijabah adalah doa orang terzholimi karena tidak ada dinding pembatas doa terzholim dengan Rabbi

Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Bagi pihak terzolim berbahagialah doa kalian akan segara Allah ijabah pergunakan kesempatan tersebut banyak mengingat Allah, memperbahurui keimanan, dan menjadi ajang kita evaluasi diri. Sedangkan bagi pihak pernah terzolimi hati-hati balasan sangat dahsyat bahkan menakutkan.

Bukankah Allah tidak pernah melupa janjiNya dan selalu mengingatkan dalam Al Qur’an bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al Zaljalah : 7-8  “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar  dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya juga“.

Allah SWT tidak pernah suka terhadap perbuatan zalim, perhatikan firman-Nya berikut ini : “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS Ali Imran [3] : 57).

Jadi berbahagialah kalian pernah disakiti atau dizolimi bukan kalian yang tidak suka dengan sikap penzolim Allah lebih tidak menyukai lagi. Teringat dengan pesan Ustad Mansyur dalam buku “Mencari Tuhan yang hilang” tidak ada manusia ingin menyakiti dan kenapa banyak orang yang kita kenal tapi kenapa orang tersebut Allah berkehendak untuk menyakiti kita” tentu ada pesan implicit tersembunyi dibalik itu semua. Bukan Allah menyatakan tidak  ada sesuatu Allah ciptakan dibumi tanpa kesempurnaan dan tidak ada penciptaan di bumi tanpa memiliki tujuan…”Silahkan pembaca memberi makna sendiri maksud kalimat tersebut”

Tidak mudah kita terima kezholiman, apalagi kita terzholim sedang jauh atau tidak memiliki kedekatan dengan Allah, maka kita akan mengumpat dan selalu mencari cela untuk membalas keburukan dengan keburukan.

Tapi berbeda Jika kita dekat dengan Allah, mudah mengikhlaskan hal terjadi, semakin ingin mendekat diri pada Allah kalau bisa waktu dihabiskan untuk mengingat Allah, semakin takut untuk menyakiti baik dari tutur kata ataupun dari sikap, semakin paham makna dari kezholiman tersebut, dan semakin bergegas untuk menujukkan pada dunia bahwa bukan seperti mereka labeling.

So, bagi kalian pernah disakiti jangan galau, sedih, apalagi mengumpat dengan kata-kata tidak Indah karena Allah tidak menyukai sikap seperti itu, malah kita rugi banyak bagaimana tidak rugi sudah dizholimi malah sedih berlebih-lebihan, malah serang balik mendingan serahkan pada Allah. Tetap nikmati rasa sakit itu dengan berbanyak doa dan jadikan itu sebagai materi muhasabah. Insyallah jika ikhlas menerima tentunya buahnya akan manis penuh pesona.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: