Antara menikmati dan risih

Bismillah…

cartoon muslimah pliz jangan GalauJika kalian termasuk aktivis facebook tak heran akan dibanjiri keluh-kesah yang tak memiliki makna padahal berkeluh di well tak ada solusi konkrit diperoleh yang ada dikasih jempul dan candaan. Keluhan terlontar beragam mulai masalah cinta, problem personal, sedang ngapain atau sedang dimana, dan tak kalah serunya keluhan dipublish berkaitan dengan rumah tangga…”wooowwww kok jadi konsumsi public”.

Ukhti coba mengkatorikan keluhan umum dipublish para facebooker pertama berkaitan cinta, rata-rata usia yang menulis cinta para remaja “pelajar plus mahasiswa” pokok’e semua beraroma cinta. Kedua masalah penantian nah ini dia yang seru biasanya ditulis para facebooker sudah usia matang “Dewasa, ya usia 25-35” seharus masa penantian bukan diisi dengan kalimat galau tapi action hal bermanfaat plus menambah skill agar layak dipilih hooooo “Galau tingkat dewa”.

ketiga yang baru menikah atau mendapat pasangan hidup mulai dah narsis publish photo pernikahan dan status romantic seakan-akan facebook milik mereka huuuuuu. Keempat yang baru lahir atau mendapat momongan mulai upload photo-photo sibuah hati dengan bermacam tema anak sudah gede, anak sakit, anak cepat besar ya, ini cirri-ciri ibu kagak ada kerjaan “maaf yeee” mendingan baca buku berkaitan parenting dari pada upload photo (ya sebatas saran, kalau mau syukur kalau tidak mau ya kembali itu hak Anda). Kelima ini sangat parah yang sudah berumah tangga bertahun-tahun atau baru berumah tangga ada masalah langsung mengeluh didinding facebook, plizzzzz dech terlihat banget ingin public facebooker mengetahui cobaan yang dihadapan.

Untuk sementara itu lima katagori teratas menurut pengamat ukhti, atau pembaca blog setia http://www.simfonikehidupan.wordpress.com mempunyai analisa atau pandang berbeda tentang keresahan facebooker. “Tak habis pikir kok tiba-tiba jadi pengamat para facebooker ya huakkssssss, jangan-jangan lagi gak ada kerja kaliiiiiiiiiiii”

Andailah beragam keluh kesah yang tertulis di wall disatukan mungkin bisa jadi tulisan bermakna hanya saja facebooker tidak cantik mengemas keluhannya. Coba saja keluhan dipacking dengan tulisan yang bisa memberi hikmah atau inspirasi bagi pembaca selain dapat pahala semari melatih menulis, kalau seperti itu hanya sia-sia saja karena tidak adanya nilai kemanfaatan.

Jika dilihat teori social analisis dari status tertera difacebook sudah melihat bagaimana personali plus facebooker. Hati-hati para facebooker jangan sampai khalyak umum mengetahui tipikal atau karakter kalian apalagi dari segi negative “bisa barabehkan…!!!”

Terkadang wall keresahan memberi kebermanfaatan berbeda pada ukhti yaitu antara menikmati dan risih. Kenapa menikmati karena status percintaan atau kegalaun buat ketawa sendiri apalagi status penuh lelucon bisa juga menghilang kelelahan saat kerja. Sedangkan risih melihat betapa tidak bersyukurnya dengan kehidupan padahal kehidupan bukan untuk dikeluh kesah.

Kalau boleh ukhti bertanya pada pembaca blog setia http://www.simfonikehidupan.wordpress.com apakah kalian menikmati atau risih dengan kelauan para facebooker mania. Tentunya pembaca punya pandangan atau analisis berbeda…

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: