“…bukan tak merasa…”

Hati bukan ranting yang dapat kau patahkan lalu kau buat menakuti lalat tatkala merubung segenggam nasi basi.

Hati bukan tali jemuran yang dapat kau pakai mengeringkan kain basah meski hanya sesaat lalu kau tinggalkan kepanasan dan kedinginan hingga merantas dan putus tak berarti.

Hati bukan ruang kosong yang dengan seenaknya dapat kau masuki untuk kemudian meninggalkan jelaga dan onggokan sampah.

Hati bukan kantung plastik yang dapat kau pakai belanja berkilo beras, seikat sayuran, sebungkus garam lalu kau remas dan buang begitu saja.

Hati bukan tembok pualam yang mati tercoreti, tertatah tajam, menggurat untuk kemudian berlumut dan menghitam tanpa suara, lalu mati.

Hati bukan boneka yang dapat kau mainkan kapanpun kau mau, lalu kau campakkan setelah usai dan lelah.

Hati bukan lantai yang dapat kau injak, menjejak tanpa aturan untuk kemudian pergi.

Hati bukan tak bertuan tatkala dia mampu memompa kehidupan, merasa cinta, menangis duka, merengkuh bahagia, meretas nestapa.

Hati bukan bisu walau tak bersuara, hati bersuara dalam semesta. Hati. Dia. Ada….

 

puisi ini ukhti kopas dari blog myfreinds karena liriknya sungguh memiliki nilai filosifi tentunya sangat mengena bagi siapapun bagi pembaca

 

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: