Akhirnya, kartu wartawan terpakai juga saat liput safari dakwah

Bismillah…

Hampir dua bulan memiliki hak tugas meliput segala berita terupdate tapi belum juga berani menggunakan identitas tersebut. Bagi ukhti ada yang berbeda kalau seorang akhwat jadi wartawan. Sebenarnya dikota-kota besar akhwat jadi wartawan sudah hal biasa bukan yang unik tapi dikota Emas sepertinya ukhti belum menemui ada seorang akhwat jadi jurnalis.

Sebenarnya menjadi jurnalis memiliki tantangan tersendiri, selain itu juga bisa tambah networking, dan bisa kenal pejabat. Kemudian juga bisa mengasah atau upgrade cara menulis yang baik itu seperti apa dan bagaimana.

safari Dakwah SumatraAkhirnya kartu wartawan yang ukhti memiliki terpakai juga ketika acara safari dakwah bagian Sumatra, beberapa bulan hanya disave dalam dompet cantik, awal-awalnya masih merasa malu secara melihat grombolan wartawan rata-rata para ikhwan. Tapi mau tidak mau, rasa malu dan pantas atau tidaknya ukhti harus maju dan mengeluarkan identitas sebagai wartawan.

Dan baru kali ini pengalaman pertama ukhti meliput acara, bahkan baru kali ini pula shoot didepan pangung utama acara begitu meriah. Keberanian itu muncul karena ukhti punya identitas untuk meliput andailah tidak memiliki dipastikan ukhti tak akan berani tampil didepan presiden PKS dan para petinggi PKS lainnya.

Setelah berlomba-lomba dengan wartawan lain meliput akhirnya merasa juga kepuasa karena hasil jepretan ukhti sangat memukai dan angelnya sangat serasi, tidak sia-sia ukhti belajar photo grafi jadi hasil photo subhanallah sudah bisa masuk kelas professional photografi….”Hoooooo”.  Terimakasih tutor photografi yang telah berbagi ilmu tentang mengambil gambar yang pas, dahsyat dan memiliki makna begitu tinggi dibalik picture tersebut.

Kerasa asik juga toh jadi wartawan, karena diberi luang untuk mengambil photo sedekat mungkin tanpa ada larangan. Inilah pengalaman pertama menjadi wartawan luar biasaaaaa. Teman bahkan kasih jempol buat ukhti dan memberi steatment tak terduga…”gila lo mba beraninya ambil photo begitu dekat dan dikelilingi para ikhwa”…”Ya harus bagaimana lagi”

Bagi ukhti menjadi wartawan atau redaktur merupakan salah satu sarana bagi ukhti untuk terus menulis, mengasah metode penulisan dan semakin tahu cara mengedit tulisan sesuai dengan Ejaan yang disempurnakan.

Semoga menjalani pekerjaan sebagai redaktur dan wartawan merupakan pijakan awal untuk menjadi penulis sesungguhnya…”allahuma amin” dan ukhti yakin kenapa Allah tunjukkan sebagai redaktur atau wartawan memiliki makna sangat filosofi. Apalagi ketika ada acara diskusi dengan menteri pariwisata di salah satu hotel terkenal dijambi tentang penulis dan berbincang dengan salah satu ibu yang dulunya pernah pekerja jadi wartawan sehingga melalui pekerjaan seperti itu mengantar beliau aktif menulis serta menjadi peneliti disalah satu lembaga penelitian miliki Negara.

Heeemm…”pastinya pengalaman penuh mempesona secara selama ini sangat tidak berani untuk mengambil photo seramai itu, mungkin hal dilatarbelakangi oleh identitas yang ukhti miliki”.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: