Rindu Pelukan Bundo

Bismillah…

Sudah lima bulan berlalu berada dikota yang awal merupakan kota terasing bagi ukhti, walaupun sering menghampiri kota ini tapi tetap bagi ukhti kota ini adalah kota asing. Bagaimana tidak asing, tidak ada satupun teman atau komunitas yang bisa ukhti ikuti dan merasa pula sangat boring, bayangkan jika akan mengalami keterasing berbulan-bulan.

Tapi Alhamdulillah keasing hanya terasa satu pekan setela itu mulai untuk eksis, menyibukkan diri dan terus menerus menambah networking atau relasi dengan berbagai tingkatan. Sepertinya meraka nyaman dan welcome dengan kehadiran ukhti.

Rindu pelukan bundoTerasa banget hidup tak bermakna, berarti, dan tak memiliki ruh walaupun hari-hari disibukkan dengna perkerjaan. Rasanya hidup tanpa tujuan apalagi ketika pulang kerumah merasa sepi banget. Padahal selama enam bulan dirumah, ketika pulang mengajar ketemu wajah bundo, pona’an, abang dan keluarga lainnya kemudian disuguhi masakan bundo dengan cita rasa yang khas. Tapi sekarang berangkat pagi pulang sore hanya disambut nuansa sepi.

Jika rasa sepi dan rindu telah melanda jiwa, sukma, dan logika ingin rasakan dibeluki bundo. Ya, Allah sejak selesai menggunakan seragam abu-abu rasanya pertemuan dengan bundo sepertinya sangat minim…”Ukhti rindu bundo bangeeettttttt”

Haruskah ukhti nyatakan pada bundo kalau sedang rindu ia, atau haruskah ukhti menangis dan menyatakan tak sanggup bertarung dikota baru ini, apakah ukhti harus mundur sebelum bertarung!!! Tidak,tidak, tidak…..!!! ukhti please jangan cengeng, jangan bawa perasaan mu, jangan terlalu mendramisir kesepian itu.

Ukhti, bukan ada Allah tempat mu mengadu, bukan Allah selalu mendengar rintihan rindu mu, bukan Allah melihat mu, bukan Allah selalu ada dengan segala kondisi mu, untuk itu jangan pernah tampak wajah sedih dihadapan bundo. Ya Allah walaupun Engkau tahu, jika selama ini selalu curhat, menangis dan mengeluh pada Mu. Tapi tetap rasa kangen pada bundo tak bisa ku bendungi apalagi akhir-akhir selalu menetes air mata karena kanget dengan belukan dan tiduran sebelahan bundo.

Bundo… I love you so much dibalik kata itu betapa banyak impian besar belum bisa ukhti wujudkan, betapa banyak ukhti telah menyakiti, mengecewakan dan mungkin pula telah banyak tak mengikuti perintah bundo.

Tapi yakinlah bundo insyallah sebentar lagi keinginan bundo akan ukhti wujudkan, hanya sekarang Allah sedang melihat ukhti sejauh mana sabar dan mendekati padaNya dengan kesungguhan.

Bundo, satu hal yang selalu ukhti harapkan dari bundo adalah doa kan ukhti semoga selalu dalam lindungan cintaNya, selalu sabar menghadapi cobaan terutama cobaan diatas rata-rata manusia, selalu ikhlas menerima cacian, hinaan dari lingkungan yang tak menyukai anakmu, dan semakin cantik dihadapan Ilahi.

Last not but last, bahwa ukhti selalu cinta, sayang, rindu pada bundo. Bentuk sayang ukhti pada bundo selalu mendoakan bundo tetap sehat dan selalu dalam kasih Allah. Bundo I Love you so much….

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: