Kemana sebaiknya kita Curhat

Bismillah….

curhat pada allahTidak ada gunanya menceritakan masalah kita pada orang lain, apalagi mempublish di social networking, agar mereka simpati dengan masalah kita. yakinlah teman ku mencerita masalah pada orang lain apalagi bukan ahlinya maka tunggu lah aib  akan dibuka sebab mereka tidak benar-benar peduli dan cuma penasaran.

Sesakit, sepahit dan seberat apapun masalah yang kita alami hendaknya kita bercurhat, menangis dan mengadu pada Allah karena Dia yang mengenggam isi bumi, curhat pada manusia bukan membuat kita tenang malah makin was-was tapi curhat pada Allah kita akan tenang dan damai.

Seperti dijelaskan dalam buku tersebut Yusuf Mansur “Mencari Tuhan yang hilang”   bahwa sekarang sangat jarang manusia melibat Allah dalam kehidupan seharusnya apapun pekerjaan, cobaan, keinginan dan harapan hendaknya curhatlah pada Allah terlebuh dahulu. Penjelasan Ustad Yusuf Mansur sangat sesuai dengan kondisi manusia saat ini yang lebih senang bercerita atau curhat pada manusia dan jejaring.

Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat “.” (QS. AL A’RAAF:140)

Apalagi akhir-akhir ini tepat  lahirnya web 2.0 seperti twitter dan facebook betapa banyak manusia curhat melalui jaringan tersebut dengan berbagai jenis dan content permasalahan yang dipublish. Entah apa tujuan dan maksud mereka mempublish masalah distatus fecebook atau ditwit mereka…”tak ada solusi diperoleh melainkan mendapat guyonan dan guraun tak bermakna”

Curhat pada tempat yang salah akan mempengaruhi emosi, sikap dan kebiasan. Coba kita bandingkan manusia selalu curhat pada Allah dipastikan merasakan ketenangan walaupun diuji dengan berbagai masalah diatas rata-rata manusia karena dia paham benar jika setiap permasalahan ada solusinya, setiap permasalahan pasti telah Allah tentukan sebelum dilahirkan, setiap permasalahan pasti ada hikmahnya dan sehingga apapun permasalahan dihadapan selalu ikhlas dan tenang menghadapinya bahkan semakin seringnya bercurhat pada Allah manusiapun tidak tahu masalah berat ia hadapi.

Sangat berbeda manusia tidak pernah curhat pada Allah ditambah lagi curhatnya di dunia maya, pasti selalu menyalahkan orang lain, selalu menyalah keadaan, selalu merasa tidak tenang, selalu krasak-krusuk dengan permasalahan ia hadapi dan semakin terlihat tidak tenang.

Buat pembaca blog setia Http://www.simfonikehidupan.wordpress.com yuk kita guna dunia social networking sebagai ajang silaturahmi, berbagai informasi bermanfaat dan menular kebaikan dengan kalimat motivasi bukan sebaliknya  digunakan untuk berkeluh kesah, mempublish status berbau menyakitkan, menghujat bagi pembacanya, dan status tentang cinta yang salah.

Marilah kita bercurhat, berkeluh kesah kepada Allah saat bermunajat padaNya bukan berkeluh kesah pada ciptaan manusia. Dan teman masih curhat disocial networking dan masih menikmati curhat pada tempat yang salah mari memohon pada Allah dan minta padaNya segala engkau ingin karena Allah maha pemurah, Maha kasih, Maha cinta dan maha Penyanyang.

Robby ainny alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatika” , “Ya Robbku, tolong hamba agar selalu ingat pada-Mu, selalu bersyukur atas nikmat-Mu, dan selalu beribadah terbaik pada-Mu… Aamiin”. 

Allah menunggu kedatang kita untuk bercerita, Allah rindu air mata kita saat berdoa, Allah mengharap kita berkeluh kesah padaNya, Allah ingin berdua dengan kita dihening malam semari bercerita indah tentang kehidupan kita.

Wahai Yang Maha Penyayang, jadikan kami hambaMu yang selalu damai dengan masalah, jadikan kami hambaMu selalu ikhlas menerima Iradah Mu, jadikan kami hambaMu pandai bersyukur terhadap lika-liku kehidupan, jadikan kami hambaMu bisa merahasiakan permasalahan, jadikan kami hambaMu selalu ingin bercurhat padaMu, jadi kami hambaMu selalu menampakkan wajah yang ceria disetiap kondisi, dan jadikan kami hambaMu tetap tegar karena kehidupan ini tidak mudah.

Tuhanku …

Terimalah hatiku yang bersyukur
karena kini ku mengerti,
jika aku sepenuhnya ikhlas menyerahkan diri
dan hidupku kepada-Mu,
maka sesungguhnya aku tak lagi

memiliki diri dan hidupku sendiri.

Dengannya,
diri dan kehidupanku adalah milik-Mu,
sehingga Engkau tak akan melupakanku,
tak akan membiarkanku sedih,
dan pasti akan menyejahterakan dan membahagiakanku.

Tuhan,

Aku ini milik-Mu,
bahagiakanlah aku.

BestRegard Inspirasi BeraniSukses.

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: