Hambatan penulisan di provinsi jambi

Bismillah…

Tiba-tiba diajak ikut diskusi atau dikenal dengan istilah Fokus groud diskusi yang diselanggarai oleh menteri pariwisata dan ekonomi kreatif disalah satu hotel terkenal diprovinsi jambi. Sesampai di hotel sekitar jam 09.00 wib terlihat sudah beberapa peserta yang hadir dan rata-rata yang hadir adalah mereka mencintai dunia penulisan baik fikis maupun nonfiksi.

Saat regitrasi terlihat sosok yang sangat dikenal dan saat itu beliau juga sebagai narasumber dalam diskusi. Sebelum mengisi coba menyapa dan salam beliau sepertinya sudah lupa nama ukhti tapi tetap wajah masih ingat. Kemudian ukhti mengisi form registrasi dan kaget kok ada amplop ya….

Biasa selama ini ikut FGD dikampus tercinta “universitas Gadjah Mada” gak pernah disisip amplop tapi Alhamdulillah satu tujuan dua yang didapat. Tak beberapa menit duduk dikursi acara langsung dimulai.

Tanpa prolog hanya sebatas perkenalan singkat acara diskusi langsung dimulai namun sebelum starting ada salah satu perserta mengacung tangan hendaknya diskusi hari itu dimulai sebuah pengantar nan indah. Tujuan agar apa yang akan diskusi tidak jauh dari tema yang diangkat atau bisa jadi permasalahan penulisan di 33 provinsi Indonesia memeliki kesamaan.

Sebelum diskusi semakin memanas dan membara cieeeee….”satu persatu peserta memperkenalkan diri dari 30 peserta yang hadir”. Rata-rata mereka yang hadir adalah dari komunitas seperti IIDN “ibu-ibu doyan nulis”, FLP “forum lingkar pena”, sahabat ilmu jambi, never green, dan selebihnya berprofesi dosen, peneliti, wartawan, cerpenis, dan penyiar.

Dari alotnya diskusi siang tersebut terungkap sudah bahwa kenapa kota jambi dunia penulisan jauh tertinggal banyak dipengaruhi berbagai factor dan hubungan.

Pertama tidak ada penerbit di kota jambi, kedua minat masyarakat jambi menulis masih dibawa rata-rata, tidak adanya perhatian atau dukungan dari pemerintah untuk mewujudkan kecintaan dengan penulis terlihat dari fasilitas yang sediakan baik dari referensi atau reward bagi putra daerah, kurang sosialisasi dari komunitas pencinta penulis pada masyarakat, apresiasi dari Koran local pada penulis pemula sangat minim terutama masalah fee, penulis cepat putus semangat gara-gara tulisan mereka tidak publish oleh penerbit dan masih banyak penulis bingung cara mempublish tulis mereka.

Tapi ada angin segar dari ibu Litbang bahwa sesungguhnya menulis bukan meminta apresiasi atau reward dari orang lain tapi menulis adalah bentuk kecintaan dengan ilmu dan menyadari bahwa menulis merupaka kebutuhan bagi siapapun. Jangan pernah berkecil hati dengan fee begitu murah dari pihak yang mempublsh tapi lihat nilai dibalik tulisan yang ditulis yang mampu mencerah, mencerdas dan menginspirasi orang lain itu lebih mahal dari fee bahkan disana ada nilai networking, kredebilitas dan kepuasaan bagi penulis.

Dapat disimpulkan bahwa bakat pemuda jambi dengan penulis sangat jauh dengan provinsi lain di Indonesia contoh realitas saja dengan provinsi Sumatra barat. Semoga dengan FGD ditengahi materi pariwisata mampu membangkit semangat, membakar gelora dan memotivasi agar pemuda jambi harus menghidupkan dunia penulisan.

Melalui dunia penulisan juga mampu mencerita tentang keindahan alam dan masyarakat jambi pada nasional maupun dunia. Padahal jambi mempunyai identitas khusus untuk diangkat dalam penulisan mulai dari culturel, history, education, resources dan lainnya. Itu semua bisa dijadi materi penulisan.

 Kemudian diskusi tersebut menyadari hati dan pikiran bahwa peluang menjadi penulis terkenal terbuka besar moga cita-cita besar terwujud berkat dorongan dari teman-teman dari group diskusi.

BestRegard Inspirasi BeraniSuks “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: