Curahan hati adik Rohis

Bismillah…

Subhanallah setiap kejadian itu pasti ada hikmah harus dipetikkan seperti hari ini ukhti mengisi kajian rohis SMA bertema  “Ibadah” biasalah jika ukhti sudah mengisi atau memberi taujih lebih banyak   ilustrasi dari pada menerangkan defenisi atau teori-teori karena menurut ukhti lebih efektif dan mengena dibanding hanya menjelaskan konsep aja.

Setelah ukhti memberi introduction lebih kurang dua menit tentang ibadah khusus  tentang hakikat penciptaan manusia sesuai dengan surah ad-zakriyat: 56 “Tidak kami ciptakan jin dan manusia melain untuk beribadah kepadaNya” kemudian dipertegaskan dalam surah as-shri bahwa demi maha sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali selalu mentauti padaNya dan saling mengingatkan dalam kebaikan”.

Alhamdulillah metode diterapkan agak mengena walaupun ada sebagian dari adik-adik Rohis SMA yang sibuk ngombrol. Akhirnya ukhti membuka seksi Tanya jawab dan ini momentum sangat ditunggu ukhti dengan tujuan melihat sejauh mana keberanian mereka, sejauh meraka menyimak, dan sejauh mana mereka coba aplikatif ilmu yang baru mereka dengar.

Tak berapa menit ukhti membuka forum diskusi satu persatu mereka menunjukkan tangan dengan berbagai pertanyaan dan satu yang menarik dari sekian banyak  pertanyaan yaitu anak seorang dosen yang dilimpahkan materi tapi minin kasih sayang bahkan dosen atau orangtuanya adalah teman ukhti kerja pula “Dosen senior”.

Kaget mendengar steatment adik tersebut karena ketika mencerita kisah hidupnya semari menetes air mata sedangkan adik-adik yang lain terdiam termasuk ukhti. Coba mendengar dengan hati bahkan adik tersebut juga bercerita dengan perasaan yang sanga menjiwai terlihat atau terdengar pula isak-isak tangis yang tertahan.

Ukhti biarkan dia bercerita serilek mungkin, senyaman mungkin agar apa yang terasa bisa diungkap tanpa tekanan. Akhirnya ukhti bisa menyimpul maksud dari curahan hati adek tersebut.

Saat itu ukhti coba memfokus perhatian padanya, meminta nomornya, dan mengatakan kalau ukhti siap mendengar curhat, keluhan atau kegalauan dia. Bahkan sangat mengaris bawahi dengan penuh tekanan jangan sampai salah melampiaskan kesedihan pada tempat yang salah.

Dari cerita singkat atau curahan hati adik-adik rohis di SMA ada beberapa hal yang bisa simpulkan baik itu buat orang tua maupun bagi adik-adik remaja atau dewasa:

  1. Selimpah apapun materi dikasih orang tua pada anak jika tidak dibarengi kedekatan hati, perhatian dan kasih sayang orang tua maka materi tersebut tak berarti. Apalagi anak SMA mereka butuh tempat berbagi atau curhat. Jangan sampai anak-anak kita atau adik kita salah tempat curhat sehingga berdampak pada psikologi, sikap dan pergaulan anak.
  2. Sesibuk apapun orang tua jangan pernah menghilangkan komunikasi dengan anak walaupun hanya menanya mereka dimana dan jangan sampai pula orang tua berkomunikasi seperti mengintrogasi mereka karena akan berdampak pada persepsi anak-anak. Seperti cerita adik rohis diatas kenapa dia merasa tidak diperhatikan karena orang tuanya sibuk dengan pekerjaan berangkat pagi sampai rumah malam terus jarang pula berkomunikasi.
  3. Bagi remaja atau dewasa kita cepat mengatakan orang kita tidak adil gara-gara satu keinginan kita tidak dipenuhi padahal selama ini luar biasa orang tua kita memenuhi keinginan kita dari yang tidak bisa hingga terwujud.
  4. Bagi adik-adik coba sekali kita memahami orang tua kita jangan kita aja ingin dipahami orang tua padahal kita tahu pekerjaan orang tua dari pagi sampai malam tak pernah istirahat.

Terimakasih Allah Engkau beri ukhti kelebihan menjadi pendengar terbaik sehingga lewat curhan hati siapapun bisa dipetik hikmah bahkan diaplikasi dengan kehidupan ukhti. Walaupun ukhti belum menjadi orang tua tapi sudah bisa berbagi inspirasi buat adik-adik rohis.

Semoga kelak ketika ukhti sudah menikah dan percayai Allah menjadi ummi bagi anak-anak ukhti nanti jangan sampai sibuk dengan pekerjaan bahkan tidak dekat dengan mereka. Nauzubillah Minzaliq

Berharap someday ukhti adalah ummi penuh kehangatan bagi anak-anak ukhti, tauladan bagi mereka, inspirasi mereka sector agama maupun pendidikan, dan sahabat mereka berbagi apapun…”itulah salah satu doa ukhti sisipkan ketika bermunajat padaNya”

Satu hal harus ukhti garis bawahi ternyata menjadi ibu,mama, umi maupu mami tidak cukup hanya dengan satu ilmu tetapi seorang bunda harus tahu segala knowledge atau skill apalagi semakin kedepan mendidik anak begitu luar biasa tantangannya.

Jadi bagi calon bunda ayo upgrade terus ilmu kita jangan sampai anak kita curhat pada orang lain, jangan sampai anak kita dekat dengan orang lain, jangan sampai anak kita minus kasih sayang, jangan sampai anak kita salah bergaulan, jangan sampai anak kita berlimpah materi tapi nol besar perhatian dan jadilah pendengar terbaik bagi buah kita.

“subhanallah setiap curahan hati siapapun adalah ilmu termahal dan terdahsyat bagi ukhti bahkan adalah bekal terindah Allah berikan pada ukhti, rasanya bahagia jika adik-adik rohis mau curhat pada ukhti dan terasa pula merasa telah menjadi ibu”.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: