Mencari sepatu ibarat mencari belahan jiwa

Bismillah…

Teriknya matahari, kabut, macet dan lelah tidak menghentikan langkah ukhti menuju sebuah mall terkenal dikota ini dengan tujuan mencari sepatu ngajar serta perjalan harus ditempuh lebih kurang setengah jam dari perumahan ukhti.

ketika hendak berangkat tak lupa ukhti membaca doa keluar rumah “Bismilllahitawakaltu Laa Haawalla kuwata Lilla Hil’azin” semoga lafazh keindahan tersebut membawa kaki ukhti pada tempat-tempat yang diridhoi Allah dan pastinya dapat lindungan dari sang pengerak jiwa.

Laju kendaraan pun dimulai dengan kecepatan 40/jam, selama perjalan banyak hal bisa diamati apalagi waktu weekend dipastikan jalan-jalan dipenuhi para anak muda, para remaja, atau keluarga menghabis waktu liburnya diperjalan atau tempat wisata ukhti lalui.

Satu hal yang membuat ukhti miris saat menuju Mall, rata-rata anak muda dandan tidak pantas, perilaku tidak mengambar seorang islam dan membingungkan tidak ada lagi perbedaan antara pacaran atau sudah menikah…”geleng-geleng.com” bahkan rata-rata para kaula mudah terbawa arus hedonism bahkan tidak mengherankan lagi jika anak muda sekarang sudah terbawa derasnya arus hedonism, pergaulan bebas dan kesantuan yang terkikis.

Tak terasa sampai juga dimall dan selama perjalanan disuguhi pesona alam nan indah spektakuler melalui keindahan awan-awan membentuk abstrak kehidupan, terlihat pula baliho-baliho dengan berbagai ukuran, tujuan dan subjek. walaupun diselangi pandangan tak elok “tumpukan sampah masih bertumpuk dijalan raya”.

ukhti langsung menuju tingkat ketiga tepatnya salah satu supermarket menjual sepatu, terdengar pula suara para petugas mall menawarkan diskon gila-gilaan. ya biasalah kalau weekend dipastikan setiap mall melalukan strategi penjual dengan diskon untuk memikat konsumen bahkan para ibu-ibu sudah mengurumi. tapi entah kenapa ukhti tak tertarik untuk bergabung melihat sepatu diskon.

ukhti terus melaju dari rak sepatu kerak sepatu lain, dari model highell hingga flat, dari berwarna hingga polos, dari merek terbranding samapi biasa-biasa saja. tetap belum juga menemukan sepatu yang dicari walaupun belum ketemu ukhti tak mau berhenti berusaha mencari, mana tahu sepatu dicari tersembunyi dibalik sepatu terdisplay dan entah berapa kali ukhti keliling disekitar rak sepatu tetap belum bertemu.

Padahal disana banyak banget sepatu berkatagori bagus, unik, mahal, dan model lucu tapi hati tak sereet bahkan tidak tertarik untuk mencoba dan berjuangan belum jua berakhir. Ohmy good ternyata mencari sepatu ibarat mencari pasangan hidup apalagi ukhti cari adalah kesederhaan dan kenyamanan karena simpelnya sepatu belum tentu harga sederhana pula. rata-rata sepatu ditemui  ebih kurang satu jam pencarian tidak memenuhi katagori sederhana.

Selama mengeliling rak sepatu, ukhti berbicara dengan diri sendiri “intrapersonal communication” ternyata mencari sepatu ibarat mencari belahan hati. Bagaimana tidak karena kita butuh dari sepatu adalah kenyamanan ketika memakainya bukan dari model, harga, merek atau trendnya.

Mungkin seperti itu juga jika ingin mencari pasangan hidup yang utama harus dipikirkan adalah kenyamanan ketika berkomunikasi, kenyamanan ketika bertemu, kenyamanan ketika memakainya jika kenyamanan sudah tumbuh diyakini rasa cinta akan tumbuh, akan merawat, dan selalu ingin memakainya. salah satu factor mendukung kenyamanan terlihat dari akhlak atau agama dari pasangan bukan terlihat dari kecantikan, keterunan dan kekayaan.

Perjuangan mencari sepatu memberi hikmah luar biasa buat ukhti terutama tentang pasangan hidup seperti ilustrasi sepatu diatas. ternyata kecakapan atau kecantikan, kekayaan, keterunan belum tentu memberi kenyamanan bagi kita dalam menjalani kehidupan.

Satu hal harus kita ingat dalam mencari pasangan hidup yaitu akhlak “agama” dan kesederhanaannya. Insyallah ketika dua hal tersebut sudah ada dari seseorang akan menumbuh kenyamanan bagi kita dalam membangun cinta berpelanggi dan menjadi belahan hidup kita dunia&akhirat.

Yuk pengunjung blog simfoni kehidupan kita selalu berdoa dan memohon pada Allah agar dipertemukan hingga dijodokan dengan pasangan hidup kita.  Memiliki akhlak dicintai Allah dan penuh kesederhanaan dalam bersikap tapi bukan sederhana dalam berilmu, bersedekah, beramal, menyanyangi dan bersilaturahmi.  terakhir hendaknya kita berdoa seperti nabi ibrahim memohon pada Allah yang tak pernah lelah berdoa, berhenti berharap walaupun usianya sudah renta tapi doa itu Allah ijabah jua akhirnya.

 BestRegard Inspirasi BeraniSukses

Bismillah…

Teriknya matahari, kabut, macet dan lelah tidak menghentikan langkah ukhti menuju sebuah mall terkenal dikota ini dengan tujuan mencari sepatu ngajar serta perjalan harus ditempuh lebih kurang setengah jam dari perumahan ukhti.

ketika hendak berangkat tak lupa ukhti membaca doa keluar rumah “Bismilllahitawakaltu Laa Haawalla kuwata Lilla Hil’azin” semoga lafazh keindahan tersebut membawa kaki ukhti pada tempat-tempat yang diridhoi Allah dan pastinya dapat lindungan dari sang pengerak jiwa.

Laju kendaraan pun dimulai dengan kecepatan 40/jam, selama perjalan banyak hal bisa diamati apalagi waktu weekend dipastikan jalan-jalan dipenuhi para anak muda, para remaja, atau keluarga menghabis waktu liburnya diperjalan atau tempat wisata ukhti lalui.

Satu hal yang membuat ukhti miris saat menuju Mall, rata-rata anak muda dandan tidak pantas, perilaku tidak mengambar seorang islam dan membingungkan tidak ada lagi perbedaan antara pacaran atau sudah menikah…”geleng-geleng.com” bahkan rata-rata para kaula mudah terbawa arus hedonism bahkan tidak mengherankan lagi jika anak muda sekarang sudah terbawa derasnya arus hedonism, pergaulan bebas dan kesantuan yang terkikis.

Tak terasa sampai juga dimall dan selama perjalanan disuguhi pesona alam nan indah spektakuler melalui keindahan awan-awan membentuk abstrak kehidupan, terlihat pula baliho-baliho dengan berbagai ukuran, tujuan dan subjek. walaupun diselangi pandangan tak elok “tumpukan sampah masih bertumpuk dijalan raya”.

ukhti langsung menuju tingkat ketiga tepatnya salah satu supermarket menjual sepatu, terdengar pula suara para petugas mall menawarkan diskon gila-gilaan. ya biasalah kalau weekend dipastikan setiap mall melalukan strategi penjual dengan diskon untuk memikat konsumen bahkan para ibu-ibu sudah mengurumi. tapi entah kenapa ukhti tak tertarik untuk bergabung melihat sepatu diskon.

ukhti terus melaju dari rak sepatu kerak sepatu lain, dari model highell hingga flat, dari berwarna hingga polos, dari merek terbranding samapi biasa-biasa saja. tetap belum juga menemukan sepatu yang dicari walaupun belum ketemu ukhti tak mau berhenti berusaha mencari, mana tahu sepatu dicari tersembunyi dibalik sepatu terdisplay dan entah berapa kali ukhti keliling disekitar rak sepatu tetap belum bertemu.

Padahal disana banyak banget sepatu berkatagori bagus, unik, mahal, dan model lucu tapi hati tak sereet bahkan tidak tertarik untuk mencoba dan berjuangan belum jua berakhir. Ohmy good ternyata mencari sepatu ibarat mencari pasangan hidup apalagi ukhti cari adalah kesederhaan dan kenyamanan karena simpelnya sepatu belum tentu harga sederhana pula. rata-rata sepatu ditemui  ebih kurang satu jam pencarian tidak memenuhi katagori sederhana.

Selama mengeliling rak sepatu, ukhti berbicara dengan diri sendiri “intrapersonal communication” ternyata mencari sepatu ibarat mencari belahan hati. Bagaimana tidak karena kita butuh dari sepatu adalah kenyamanan ketika memakainya bukan dari model, harga, merek atau trendnya.

Mungkin seperti itu juga jika ingin mencari pasangan hidup yang utama harus dipikirkan adalah kenyamanan ketika berkomunikasi, kenyamanan ketika bertemu, kenyamanan ketika memakainya jika kenyamanan sudah tumbuh diyakini rasa cinta akan tumbuh, akan merawat, dan selalu ingin memakainya. salah satu factor mendukung kenyamanan terlihat dari akhlak atau agama dari pasangan bukan terlihat dari kecantikan, keterunan dan kekayaan.

Perjuangan mencari sepatu memberi hikmah luar biasa buat ukhti terutama tentang pasangan hidup seperti ilustrasi sepatu diatas. ternyata kecakapan atau kecantikan, kekayaan, keterunan belum tentu memberi kenyamanan bagi kita dalam menjalani kehidupan.

Satu hal harus kita ingat dalam mencari pasangan hidup yaitu akhlak “agama” dan kesederhanaannya. Insyallah ketika dua hal tersebut sudah ada dari seseorang akan menumbuh kenyamanan bagi kita dalam membangun cinta berpelanggi dan menjadi belahan hidup kita dunia&akhirat.

Yuk pengunjung blog simfoni kehidupan kita selalu berdoa dan memohon pada Allah agar dipertemukan hingga dijodokan dengan pasangan hidup kita  Memiliki akhlak dicintai Allah dan penuh kesederhanaan dalam bersikap tapi bukan sederhana dalam berilmu, bersedekah, beramal, menyanyangi dan bersilaturahmi. hendaknya berdoa kita seperti nabi ibrahim memohon pada Allah.

 BestRegard Inspirasi BeraniSukses

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: