Ukhti ketemu pejabat

Bismillah…

Begini toh rasanya menemui pejabat harus buat janji dulu, harus tungguin berjam-jam, siap-siap dipandang sebelah mata, dan siap-siap dicuekin bahkan ada beberapa tamu yang lain juga akan bertemu dengan si pejabat namun ruang tunggu kita beda. mungkin kenapa dibedain tempat menunggu yaitu sesuai dengan kelas tamu, sesuai dengan tujuan tamu atau sesuai dengan kedekatan tamu dengan pejabat…”bisa jadi kali yaaaaa”

 semari menunggu pejabat keluar dari kamar, Ukhti terkaget-kaget lihat rumah pejabat luar biasa bak miniatur istana dan baru kali ini loh ukhti memasuki rumah sebesar itu. ukhti hanya bisa geleng-geleng semari melafazakan subhanallah betapa nikmatnya penghuni rumah, betapa luar biasa rezki Allah limpahkan pada pemilik rumah dan semoga rumah sebesar itu membuat penghuni rumah selalu mendekati hati pada Allah. Berharap rezki ukhti juga seperti itu dan berharap rumah yang sebesar itu dimanfaatkan sebagai tempat dakwah. Allahuma amin.

Bahkan ukhti kerasa orang kampungan banget, kerasa orang gak memiliki ilmu, dan skill, sehingga komunikasi ukhti terkesan kaku ketika berhadapan dengan pejabat. Sesuai dengan teori komunikasi factor mempengaruhi komunikasi yaitu strata “social, jenis kelamin, bahasa, dll” mungkin salah satu factor menghambat komunikasi dengan pejabat ditemui dilatarbelakangi strata “jabatan, kekayaan sedangkan pendidikan ukhti dengan pejabat tersebut setara”. Ketika terjadinya hambatan dalam berkomunkasi maka berdampak dalam style komunikasi.

Mau tahu gak bagaimana komunikasi terbangun ketika ukhti ketemu pejabat! bukan seperti ketemu mahasiswa maupun ketemu teman…”ya iyalah masak ya donk”. Intinya ukhti lebih banyak jadi pendengar yang setia padahal hakikatnya ketika ukhti ketemu orang baru dipastikan akan berkomunikasi seefekti mungkin.

yang gilanya lagi sudah hampir satu jam menunggu hanya dapat bertemu dan ngombrol yaitu seperempat jam mungkin gak sampai, bahkan saat mau salampun sepertinya si pejabat tidak sudi tapi ukhti berpositif thiking aja pada pejabat tersebut mungkin masih dalam kondisi berwudhu karena sebelumnya kata asisten beliau bahwa si “bapak” sedang sholat dhuha.

satu hal yang ukhti amati dari bincangan dan pertemuan singkat dengan pejabat yaitu tidak ramah mungkin yang berhadapan dengan sipejabatnya hanya anak muda belum punya posisi strategi, anak muda yang masih applay kesana-kesini. insyallah pertemuan pertama ketemu pejabat merupa langkah awal menuju orang sukses, orang penting, dan orang menginspirasi bagi siapapun.

ya Allah andaikan Engkau ridho, berkahi, dan mudahkan menjadi orang sukses, penting dan menginspirasi siapapun tidak akan bersikap seperti pejabat ukhti temui hari ini. akan menjadi pejabat ramah, santun, selalu tersenyum dan menghormati siapapun yang menemui ukhti. sehingga terkesan bukan orang penting, dihargai dan membuat guide.

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: