Tantangan baru bagi ukhti…


Bismillah…

Biasanya ukhti mengajar mahasiswa imut-imut “kelahiran Sembilan puluhan” dan sekarang ukhti dapat tantangan baru yaitu mengajar atau sharing diruang perkuliahan dengan orang tua “sudah kerja dengan kelahiran rata-rata tujuh puluhan” ibarat mereka adalah kakak, abang, orang tua sendiri dan timbul pula perasaan tidak nyaman dengan mereka secara berbeda usia karena yang duduk didepan mereka adalah anak kecil baru bisa merangkak, baru bisa berlari, baru bisa mengambar dan baru bisa tersenyum.

Terasa pula sedang mengajar mahasiswa pascasarjana jika dilihat dari face, profesi dan pengalaman mereka seharusnya mereka termasuk katagori mahasiswa pascasarjana tapi pada kenyataannya bukan seperti itu yakni mahasiswa strata satu yang melanjuti dari D2 atau D3.

Ditambah lagi ketika mengajar selalu dapat guyonan dan lawakan segar, disatu sisi merasa nuansa keindahan disatu sisi guyonan mereka berlebihan secara guyon mereka dilontarkan adalah guyonan tidak masuk diakal..”yang penting enjoy”.

Walaupun ukhti berbagi atau sharing ilmu dengan usia lebih tua dari ukhti merasa terkesan dan kagum aja ternyata ukhti mampu menghadapi mereka semua dengan style mengajar ukhti bak motivator “asyiikkkkk”. Bahkan mereka menikmati banget guyonan ukhti walaupun kelihatan pendiam tapi jangan salah sekali gokil, gokil terus “eaahhh”.

Bersyukurlah semester ini kebagian jatah ngajar kelas ekstensi jadi makin tahu sejauh mana kualitas keberanian, kenekatan dan ilmu ukhti.

Berharap mahasiswa ekstensi menjadi teman baru, keluarga baru dan sahabat baru sebab ukhti sedang mencari sebanyak mungkin persaudaraan, silaturahami karena ketika ukhti merantau prinsip awal harus dibangun adalah connection, networking, familier.

Intinya Mengajar mahasiswa ekstensi dapat tantangan tersendiri, lelucon tersendiri, dan kesan tersendiri. “I’m believe and trust can do it” menuju Indonesia cerdas&ceria.

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

ujian perasaan menuju motivator


Bismillah…

Sejak dilanda cobaan khusus cobaa perasaan sejak itu ukhti jadi tak ingin menulis essay tentang cinta, tentang rasa dua anak manusia, membaca bernuansa cinta, tentang jiwa sebab selama ini ukhti begitu gemar, excited dan selalu ada inspirasi menulis berkaitan love. Kejadian itu sangat berdampak dalam mylife.

Selama ini Cinta yang ukhti tulis dalam blog simfoni kehidupan tidak seperti realita kehidupan sesungguhnya, novel cinta ukhti baca dan pahami sangat ironi dengan kehidupan ukhti ternyata cinta begitu sadis apalagi cinta telah dirusaki benalu semakin membuat cinta tanpa makna.

Walaupun ukhti tak begitu semangat lagi menulis tentang cinta ada hal yang harus disyukuri yaitu beralih karakteristik penulisan dari cinta menjadi motivasi. Berharap kedepannya ukhti istiqomah menulis artikel atau essay tentang kalimat mampu membakar, memberi dan mendistribusi energy positif.

Mungkin hikmah dibalik kejadian itu dan ukhti meyakini masih banyak hikmah tersembunyi masih disimpan oleh Allah serta berjalannya waktu hikmah yang tersembunyi adalah cara Allah mentraining ukhti menjadi hambaNya sabar memahami setiap episode kehidupan.

Apalagi sejak dilanda ujian perasaan ukhti semakin mampu menjaga hati, menjaga pikiran, semakin siap menerima cobaan apapun akan terjadi kedepannya. Rabbi hamba yakin ujian perasaan adalah bentuk Engkau mendewasakan ukhti menjadi salimun insani diatas bumi Engkau.

Dari ujian perasaan pula ukhti bisa menjadi ruang atau tempat curhat bagi akhwat-akhwat yang sedang dilanda galau, gelisah dan ujian perasaan. Yakinlah ujian perasaan melebihi ujian lain karena ujian tersebut tanpa terlihat tapi berdampak luar biasa dalam bergerakan kehidupan manusia.

Untuk itu bagi ikhwah pernah, sedang dan akan dilanda ujian perasaan ambillah wudhu kemudian berbagi dengan Allah dengan tenang, khusyuk dan penuh harapan agar Allah mampu mengarah kita menjadi tegar dengan kondisi apapun. Dan Insyallah ujian perasaan tersebut akan melahirkan kita menjadi motivator teruntuk diri kita sendiri maupun bermanfaat untuk orang lain.

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

%d bloggers like this: