Mau tahu kenapa banyak Ikhwah melankolis

Bismillah…

Ukhti bakal cerita bagi pengunjung blog “simfonikehidupan” kenapa semakin banyak ikhwah berkarakter melankolis lihat saja distatus Facebook, twiit, maupun blog mereka selalu nuansa melo “cinta”.

Tidak dipungkiri nuasa cinta dalam kehidupan ikhwah tidak akan habis jika dibahas dalam berbagai sisi. Sungguh cinta dalam kehidupan para ikhwah sangat misterius, uniq, dan elegan…”setujukan dengan pendapat ukhti”

Apakah ikhwa bermelo disebabkan falling in love, bahagia, menyemangati diri sendiri, sedang galau tingkat tinggi atau hanya sebatas status palsu, “silahkan dipilih aja ya mana cocok bagi ikhwah hohohoooo”.

Sedangkan islam menuntut hambanNya berkepribadian militan seperti dijelaskan seorang ustad dalam acara training ADK bahwa Allah mencintai hambaNya yang kuat seperti kehidupan Rasullah selalu mengasah kemilitan beliau melalui Olah raga Memanah, berkuda, dan berenang bukan arti Rasullah dalam kehidupan beliau tidak romantic bahkan romatisnya Rasullah tidak bisa ditandingi siapapun seperti pernah dikupas dalam buku Muhammad Saw the inspiring romance. Jadi sangat diharuskan para ikhwah untuk memiliki jiwa militan dan romance. “asyiikkkk”

Baiklah ukhti kasih tahu buat antuna semua ternyata penyebab dan korelasi meningkatnya ikhwan melo. Pertama dipengaruhi bacaan, lihat aja ikhwah lebih banyak membaca novel berbau cinta “mulai ayat-ayat cinta, ketika cinta bertasbih, bumi cinta, dll. Dibandingkan membaca siroh Nabawiyah dan coba Tanya sama teman kita sudah khatam siroh atau sudah berkali-kali baca novel, dipastikan jawabannya belum khatam siroh termasuk ukhti huakkkssss…”moga kedepan ukhti lebih banyak siroh dari Novel”

Kedua dipengaruhi tontonan apalagi saat boomingnya film ayat-ayat cinta sejak itu dibanjiri film cinta bernuansa islam. Sebaik dan seharusnya ikhwah hendak lebih selektif menonton jangan sampai terlena dengan konsep islamnya tapi tidak memberi pengaruh pada pemahaman kita. Yukk ikhwah keren kita berbanyak menonton yang dapat meningkatkan knowledge, skill, emosional and attitude. Bukan berarti kita tidak boleh nonton seperti itu, sangat diperboleh namun ada baiknya coba mengimbangi tontonan kita agar tidak terlalu melo bangetlah!!!

Ketiga dipengaruh music “Nasyid”, rata-rata nasyid diciptakan para ikhwah lebih dominan berkarakter cinta bahkan jarang nasyid perjuangan dijalan Allah. Walaupun nasyid berkarakter perjuangan masih sedikit tapi tetap kehadiran para nasyider Shotul Haraqah, Izzis mampu membakar gairah para pejuang…”Allahu Akbar”

Jadi itu loohhh factor mendorong ikhwah melo apalagi dengarin Nasyid Maidany “jangan jatuh cinta”, Edcoustic “nantikan ku dibatas waktu”, Sigma “istikarah cinta”, Tasiru “maaf untuk berpisah”, Seismic “ketika dua hati menyatu” terus menerus yakinlah ikhwah makin melo “LOL” plus galau. Mulai dari sekarang imbangin “balanced” segala kehidupan baik dari bacaan, music, tontonan kita antara militan dan melankolis biar tidak kelihatan ikhwah cemeeen!!!

Setujukan sama ukhti…

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

3 Responses

  1. assalmu”alaikum …
    boleh saya copas tulisan ini untuk note facebook saya ???

  2. wa’alaikumsalam akhi monggo waee dg senang hati semoga bermanfaat dan mencerahkan
    bestRegard Inspirasi BeraniSukses

  3. okeh …teimama kasih ya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: