Ikhwah,Hati-hati dengan mulut kita


Bismillah…

Betapa banyak kebahagian terjalin berawal dari mulut karena mulut mengeluarkan kalimat keindahan yang mewakili keindahan nama-nama Allah. Begitu pula sebaliknya banyak terjadi kesalahpahaman antara makhluk Allah yang  dilatarbelakangi mulut kita tak terjaga.

Sebaiknya gunakan mulut kita untuk menyampaikan kata-kata santun yang dicintiai Allah apalagi di era digitalisasi mulut kita tidak hanya dalam bentuk fisik tetapi status facebook, twitt, dan tulisan kita di web maupun diblog merupakan mulut kita jua. Hati-hati menyusun kata, merangkai kalimat, merajut makna dalam social networking agar pembaca atau yourfriends tidak salah memahami.

Betapa sering kita melihat terjadinya pertengkaran dan keributan gara-gara kita menulis status tidak mengandung keindahan, kesantunan, kesopanan, keanggunan semua dilakukan orang mengakui berilmu dan berpendidikan.

Bahkan gara-gara mulut kita disocial networking menimbulkan masalah lain misalnya terjadi penghinaan, penyembaran nama baik dan tak kalah seru sampai kemeja hijau. Itu disebabkan mulut kita tak terjaga.

Hindarilah sindir menyindir kepada teman tersebut, bisa jadi, maksud hati menasihati, justru mencela ,memaki dan timbulnya riya dengan motif keakuan. Terlebih lagi, bila teman yang lain mengerti apa yang terjadi dan yang kita maksudkan. Akan timbul prasangka dan banyak tanda Tanya yang menimbulkan duga menduga.

Jadi bisa disimpulkan orang berpendidikanpun belum tentu mau dan berhasil menjaga mulut mereka? Kenapa banyak orang berpendidikan tapi tidak bisa menjaga mulut mereka? Malah status sebagai orang berpendidikan makin membuat makhluk lain semakin tersakiti?

Mau tahu apa penyebabnya? Belum dekatnya hati dan pikiran kita pada Allah jika hamba Allah sudah dekat dengan Allah sungguh betapa takutnya mereka untuk mengeluarkan kata-kata tidak mengandung keindahan jangan untuk mengeluarkan terbesit atau terniat pun tidak ada.

Orang yang dekat dengan Allah tidak akan mau membalas mulut dengan mulut, mereka lebih banyak diam dan berdoa pada Allah azza wajjalla agar dia terjaga dari segala yang tidak dicintai Allah karena dia tahu mulut sangat berbisa dan tanjam maknanya.

Mari ikhwah kita indahkan mulut kita dengan perbanyak zikir, berdoa dan membaca Al-quran serta jangan lupa setiap sholat kita lantunkan pada Allah agar Rabbi selalu menjaga kita dalam kesantunan.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

%d bloggers like this: