Why not “Ukhti ngebet jadi motivator”

Bismillah…

Semakin seringnya baca buku motivasi, psikologi, biografi dan essay membakar semangat dan tiba-tiba malam ini ingin beralih profesi dari pendidik menjadi motivator “tidak seharusnya beralih profesi kalau bisa jalani kedua-duanya, Insyallah I can do it”. Sebenarnya sikap motivator sudah sering ukhti terapkan dalam perkuliahan yakni sebelum perkuliahan dimulai, biasanya ukhti memberi sejenis atau serupa taujih pada mahasiswa dan terlihat hasil dari motivasi mahasiswa ada yang menangis, sedih, terdiam dengan kata-kata ukhti dan termotivasi menuju perubahan.

Apakah ini bertanda kalau ukhti punya bobot dan bibit jadi motivator!!! Apalagi ukhti sebenarnya sangat menyukai dunia seperti ini bahkan dulu kala sempat terpikir kalau suami ukhti nanti harus berprofesi motivator/trainer “tapi itu hayalan saja huakkssss masa jodoh kita diktekan pada Allah”.

Ditambah lagi profesi sebagai motivator sangat mulia yaitu bagaimana mensukses, menyemangati, dan menghibur. Seperti ungkapan berikut ini Bila Anda ingin sukses maka sukseskanlah orang lain!” dan sebenarnya ketika kita mensupport, mendorong, mentaujih, memberi nasehat dan memotivasi orang lain sesungguhnya kita sedang memotivasi diri kita sendiri.

Teringat dengan pesan seorang ustad merangkap menjadi trainer bahwa satu hal yang harus kita miliki jika ingin mewujudkan impian yaitu tekad “passion”. Jika tekad sudah ada maka asah terus your knowledge and keep pray to Allah.

Namun ada satu harus diingatkan kalau ukhti ingin jadi motivator jangan sampai apa yang disampaikan tidak pernah ukhti lakukan karena Allah tidak menyukai hamba yang tidak senada antara perkataan dengan tindakan seperti penjelasan dalam surah ash-shaff;2-3 “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan, Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”

Dan sebenarnya setiap kita adalah motivator terhebat bagi kehidupan kita masing-masing karena tidak ada orang lain yang mampu motivasi kita kecuali kita sendiri.

Mohon doa dari pembaca setia blog simfoni kehidupan moga cita-cita mulia ini bisa terwujud segera mungkin dan berkah. ‘Allahuma Amin”.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: