Kita dilahirkan bukan untuk sibuk menilai orang lain tapi…

Bismillah…

“Tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

(Adz-Dzariyat [51]: 56).

Bermuara dari ayat Al-Quran diatas mari kita kupas secara sederhana apa tujuan hidup kita didunia ini?

Apakah Allah ciptakan atau melahirkan kita didunia sibuk menilai orang lain? Tentu jawabannya tidak

Apakah Allah ciptakan atau melahirkan kita didunia saling menyakiti? Lagi-lagi jawaban tidak

Apakah Allah ciptakan kita didunia saling bermusuhan? Sungguh tidak karena Allah sangat murka pada hambaNya saling bermusuhan

Apakah Allah ciptakan kita didunia saling iri? Dipastikan jawabannya juga tidak

Apakah Allah ciptakan kita didunia untuk menzholimi sesama? Yakinlah pasti tidak

 Terus Allah ciptakan dengan tujuan apa? Allah menciptakan manusia didunia melain dengan satu tujuan yaitu beribadahNya. Ibadah seperti apa aja harus lakukan tentu ibadah yang telah dicontohi para Nabi, rasul, sahabat dan pengikutNya.

 Chek hidup kita jangan sampai kita sibuk menilai kejelekkan, keburukan, kebusukan orang lain dari pada chek kesalahan kita sendiri. Seperti kata pepatah semut disebarang kelihatan dan sedangkan gajah didepan mata tak tertampak.  Dan mari dari sekarang juga kita sibuk menilai, mengevaluasi, merevisi dan menata hidup kita hingga tujuan hidup kita senada dengan tujuan Allah menciptakan kita.

Sedangkan teruntuk orang yang sedang dinilai orang lain berterimakasih kepada mereka yang sudah mau menilai, mau pusing-pusing memikirkan kekurangan kita, mau memposirkan waktu lebih dalam melihat kejelekkan kita.

 Dari penilai itu semua kita tidak perlu berkonsultasi lagi pada profesionalisme tentang how is me “siapa diri kita” dan tentu kita sangat terbantukan dalam menata kehidupan kedepan karena selama ini mungkin tidak sempat memikir sisi negative kita sebab lebih focus dengan kelebihan kita.

 Terakhir buat pembaca blog simfoni kehidupan nikmati saja penilaian mereka pada kita. Toh penilaian mereka pada kita tidak mengurangi sedikitpun pahala dan kebaikan kita dihadapan Allah.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: