Mau tahu Apa yang diperlakukan laki-laki cukup usia tapi belum menikah!!!

Bismillah…

Tulisan ini terinspirasi dari silaturahmi akbar Aktifis Dakwah Kampus (ADK) se-Kabupaten Kerinci&Sungai Penuh yang diselengarakan pada tanggal 25 Agustus 2012 bertempat di Gor PKS di sungai Penuh yang dihadari oleh ADK dan Alumni ADK dari berbagai kampus seluruh Indonesia namun lebih dominan ADK STAIN kerinci sedangkan dari kampus lain sepertinya masih belum berani menunjukkan identitas meraka. “wahai ADK tunjukkan diri LO”

Materi disampaikan ustad Dede Fafaqih sangat luar biasa menghentakan jiwa dan sukma terlihat ketika acara berlangsung betapa banyak ADK meneteskan air mata ketika pertanyaan sangat mulia dilontar. Termasuk ukhti juga ikut menangis, yang jadi pertanyaan apakah ukhti benar-benar menangis atau ikut menangis hohoooo….”just Allah to know”. Ketika menangis berazam dan berjanji akan menjadi JunduAllah dimana dan kapanpun!!!. Subhanallah bangetkan dan tolong didoain juga ya…^__^

Ternyata ustad pintar banget membaca kondisi mungkin yang hadir adalah wajah-wajah sudah siap menikah atau ustad benar-benar ingin memotivasi para ADK untuk segera menyempurnakan dien agar bisa terwujud khilafah. Sehingga silaturahmi seakan-akan beralih menjadi seminar pranikah. Terlihat para ADK sumringah dan ketawa tersipu-sipu ketika materi disampaikan tentang pernikahan. “geleng-geleng kepala sepertinya ustad bagus juga untuk mengisi acara pranikah”.

Dari beberapa slide dipresantasikan ada satu kalimat yang nyetrik dan menguncang hati para ikhwan. Semoga para ikhwan yang hadir disegerakan dan merenungkan kalimat terdahsyat dari ustad.

Ini loh pertanyaan ustad pada ikhwan! Mau tahu apa yang dilakukan seorang ikhwan sudah cukup umur tapi belum menikah. Pertama yang dilakukan ikhwan maksiat dan kedua kurang jantan…”hanya bisa ketawa” Astafiruallah begitu sadis dan ganas  kalimat tersebut, tapi dipikirkan ia juga kata ustad. Apalagi saat ini fasilitas untuk melakukan dosa-dosa kecil semakin canggih.

Silahkan para ikhwan menangkal dan berdalih jika perkataan ustad tersebut salah atau emang benar. Selamat merenungkan kata pedas dari ustad tersebut ya ikhwan…

Semoga ikhwan belum menyempurnakan dien tidak termasuk dengan golongan yang dijelaskan diatas. Jikalah ia maka bergegas dan segera memohon agar para ikhwan dipermudahkan untuk menyembut rezki.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: