good experience “Pengalaman uniq ukhti berstatus mahasiswa diperantauan”

Bismillah…

Tiba-tiba redupnya matahari menyinari bumi Allah disela angin-angin mengipas dedaunan, rumput dan pepohonan sepertinya hujan akan turun dikampung ukhti berharap seperti itu agar tanah-tanah dikampung ukhti kembali subur dan para petani bisa kembali kesawah.

Suasana hening seperti ini membawa mymind and myheart teringat dengan masa-masa uniq menjadi mahasiswa diperantauan. Kejadian tersebut bisa dikatagori dalam beberapa katagori lucu, sedih maupun bahagia. Oke mari kita bahas satu persatu kisah lucu ukhti

Di semester kedua dan pas waktu itu tugas deadline dikumpul. Mau tahu apa yang terjadi! Sungguh diluar dugaan tiba-tiba makalah ukhti buat semalam masuk got sedangkan tinggal injury time untuk dikumpulkan. Bayangkan betapa paniknya ukhti saat itu dan membayangkan pasti bakal kena skak oleh dosen “alias nilai C ditangan”.

Alhamdulillahnya pertolongan Allah datang dan sangat bersyukur ternyata dosen masuk terlambat lebih kurang satu jam. Jadi makalah yang masuk got ukhti jemur “huaksssss” parah bangetkan dan akhirnya bisa juga ngumpul tugas tepat waktu walaupun tidak layak untuk dikumpulkan. Waktu itu tidak kebayangkan untuk reprint “print ulang” yang terpikir atau solusinya Cuma menjemur makalah tersebut.

Detik-detik pembuatan laporan magang dan pemimbing laporan magang dapat dosen killer, kalau kerumah beliau tidak pernah diizinkan masuk kedalam rumah jadi bimbingan Cuma depan pagar, terus setiap mau ketemu dosen tipikal seperti ini strategi harus disiapkan mental dan doa.

Maka sepanjang jalan menuju rumah beliau baik mau pinjam referensi, bimbingan atau mengantar naskah selalu mulut komatkamit membaca doa agar dipermudahkan.

Bahkan teman satu bimbingan heran kok ukhti terlihat seperti mbah dukun dan teman pun tak pernah berani bertanya apa sebenarnya ukhti bacakan setelah total tidak bimbingan lagi alias finishing baru teman berani bertanya apa yang sebenar ukhti bacakan.

Kisah ini benar menjadi pelajaran luar biasa bagi ukhti apalagi saat ini ukhti berprofesi sebagai pendidik “lecturer” jangan sampai seperti dosen ukhti dan berharap nantinya jika membimbing mahasiswa baik dalam skala makalah, skripsi ataupun tesis menjadi sahabat terbaik bagi mahasiswa, Amin.

History ketiga tidak jauh beda scenario diatas yakni saat menyusun tesis. Ini merupakan tantangan terberat ukhti sungguh menyusun tesis butuh waktu, analisas, kesabaran dan keikhlasan luar biasa. Ketika strata satu menyusun skripsi butuh waktu satu semester tapi tesis jangan harap bisa selesai cepat dan paling cepat finishing tesis satu tahun bahkan teman ukhti sekarang masih tidak tahu kejelasannya. “masih untung juga ukhti bisa menyelesaikan strata dua dengan waktu singkat juga”.

Ternyata benar kata pepatah semakin tinggi pohon semakin kuat angin menghantam, itu yang terjadi selama ukhti bimbingan tesis subhanallah betapa dahsyat ujian datang bahkan sampai-sampai tungguin dosen ketiduran. Bagaimana tidak ketiduran, tungguin dosen dari jam 11.00 wib sampai 17.00 wib terus dosen ditunggu juga tak datang-datang…”nasib mahasiswa”. Tapi itu semua tidak membuat kecewa karena menjadi orang sukses butuh proses, likaliku dan ujian luar biasa. Apalagi sudah dapat gelar master rasa kecewa, sedih, suka terhapus dengan penyematan toga dan senyum dari orang tua.

Saat aktif Les English sering pulang kehujanan sedangkan yang lain dengan enaknya mengadari motor, mobil sedangkan ana hanya memanfaatkan foot “berjalan kaki”. Wiiihhhh terasa banget perjuangan ketika kuliah diyogya dan kita tahu semua kalau yogya masalah transportasi sangat sulit apalagi sudah pulang les sekitar jam17.30 wib jangan harap dapat bis. Maka saat les sering pulang jalan kaki, kehujanan dan kepanasan.

Ini kisah sangat heroik banget yakni ketika presentasi didepan teman-teman kuliah pascasarjana tanpa bekal memadai hanya dimotivasi alasan nekad wae dengan bismillah maju presentasi. Hohoooooooo….apa yang terjadi dengan presentasi hari itu! silahkan pembaca tebak tidak perlu ukhti jelasin karena presentasi pertama dikuliah pascasarjana membuat teman-teman ketawa dan tidak jelas mau tanyain apa!!! Indahnya masa-masa kuliah pascsarjana berharap bisa the next study in there…

Nah terakhir pengalaman uniq ukhti sering kesasar dan salah naik bis sehingga dampak kesasar tersebut bisa tahu daerah dan jalan-jalan baik itu dikota padang, bandung maupun diyogya. Semoga kota berikut tempat ukhti tinggal saat ini tidak terulang dan terjadinya salah naik angkot atau bis. Insyallah tidak bakal kesasar naik angkot secara dikota yang baru ini sudah maju selangkah yakni pake motor. Yah paling-paling kena tilang pak polisi…”jangan sampe ada tilang kedua, ketiga dan seterusnya cukup sekali aja ketemu pak polisi ditengah jalan kalau bisa ketemu pak polisi dimesjid huakksss”.

 Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: