Biarkan mereka bebas menilai

Bismillah…

“Jangan dengar hinaan atau cacian mereka. Mereka menghina menunjukkan kualitas pendidikan dan iman mereka masih verylow in front to Allah”. So, you must smile (sholiatalhanin)

Setiap tindakan atau pekerjaan kita lakukan baik dalam skala besar maupun terkecil, baik dalam kesendirian (personality) maupun kebersamaan (group) sebenarnya selalu ada penilaian dan pantauan bahkan lebih jauh lagi mereka akan membuat steatment sesuka mereka tanpa harus menelaah terlebih dahulu informasi mana yang valid dan unvalid. Persis seperti pesan ibunda Teresa “setiap apapun kita lakukan pasti dapat penilaian namun penilaian mereka lontarkan sebenarnya sedang menilai dan memgambar diri sipenilai”.

Hal seperti sangat alamiah dalam siklus kehidupan manusia selagi kita masih bernafas, berkarya, bermimpi dan bercita-cita mulia dipastikan akan mendapat penilain baik berupa penilai sangat baik, baik, cukup mau sangat jelek karena kita hidup dalam lingkungan social.

Apapun penilaian mereka pada kita jangan dihiraukan bahkan membuat kita menjadi kerdil dihadapan mereka. Karena kita hidup didunia bukan menginginkan kemulian dari manusia tapi yang kita inginkan kemulian dari Allah.

Olehkarenanya mari kita berusaha untuk melakukan segala sesuatu yang baik dan benar dengan landasan islam serta diiringi keprofesionalisme menyikapi setiap penilain.

Setelah benar yakin dan jelas melalakuan tindakan atas asas agama biarlah mereka bebas “freedom” menilai apakah buruk atau baik. Selagi lagi biarlah mereka bebas menilai atas apa yang mereka lihat dan sekarang adalah memberi bukti bahwa apa kita kerjakan tidak seperti mereka diskripsikan.

Ingat jika kita berhenti pada penilaian kurang baik tanpa ada usaha untuk membuktikan bahwa kita tidak seperti penilaian mereka bahwa kita tidak sehina, sejelek dan seburuk itu. “you must go on and be better everyday”

Selain kata diatas simfoni kehidupan juga ingin mengatakan bahwa camkan baik-baik kata tak indah tersebut menjadi bahan bakar, energy positif menuju superpower in the world.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: