Buat saudara-saudaraku telah lulus

Bismillah…

Ingat saudara ku betapa banyak ikhwan dan akhwat tergelincir setelah lulus kuliah dan betapa banyak pula kasus dan contoh di sekitar kita tidak hanya satu atau dua tetapi lebih dari itu dengan berbagai bentuk kefuturan. Maka hendaklah kita berhati-hati tetap istiqomah dijalan Allah ridhoi dan berkahi jangan sampai kita kalah dengan hujan sehari.

Memang itulah sering terjadi seletelah ikhwan dan akhwat lulus kuliah satu persatu lepas terutama bagi akhwat sangat kentara kelihatan. Dalam masyarakat, seorang akhwat secara dzohir akan langsung terlihat identitasnya misalnya  jilbab semakin pendek, jilbab sudah dililit, sudah memakai jelan jin untung gak pake celana hantu juga hoooo, konsumsi virus pacaran, pokoke modis habis, alis sudah kayak alis kd. Nauzubillah…

Namun menanggapi hal tersebut, ana rasa tidak hanya akhawat yang mengalami ‘kefuturan’ tersebut. Ini juga teguran buat ikhwan lebih cenderung mudah terwarnai daripada akhwat, jika ikhwan akan sulit sekali terlihat kalau ia telah jauh dari lingkaran cinta, harakoh namun tetap bisa kelihatan perubahan tersebut.

 Merasa sedih melihat fenomena busana muslimah akhwat saat ini. cuma berfikir, “akankah ikatan itu lepas satu persatu?” Pertama, menggampangkan busana, kemudian menyusul sikap menggampangkan yang lainnya. Akhirnya ya begitulah, itulah tipu daya syaitan yang tak pernah berhenti menggoda dan merayu kita dari segala sisi bahkan setan tak rela melihat kita dibawah asas keislaman.

Memang harus ada upaya yang lebih sistemis dalam menghadapi kasus ini baik dari internal maupun eksternal. Jika pribadi telah merasa futur, keimanan semakin lutur, jarang berkomunikasi&menjalin ukhuwah dengan orang sholeh dan sudah jarang membaca Al-quran maka bergegas dan bersegeralah berbaiki diri dengan mencari teman sekufu seperti mengikuti pengajian berkala tentang fiqh penampilan wanita.

Sedangkan dari sisi eksternal hendak teman-teman se-liqo atau murabbi dan teman seaktivis memberi nasehat, perhatian, dan arahan agar ikhwan wa ikhwa untuk tetap dalam lingkaran keistiqomahan.

Istiqomah memang berat tetapi bisa kita ringankan apabila semangat. Semoga Allah Sang Maha Pelindung Melindungi kita dari keburukan-burukan yang bisa terjadi. amiin.

Sehingga kita harus tetap membina diri kita dan saling mengingatkan untuk menghadapi tantangan yang sebenarnya and the real dakwah after study in university

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: